Senin, 19 Desember 2011

Part. 1 Materi OP3M XX (Orientasi Pengembangan Pola Pikir Mahasiswa ke-XX) Himatepa UH


 Pada tanggal 16-18 Desember 2011, kakak-kakak panitia yang terdiri dari kakak senior Himpunan Mahasiswa Teknologi Pertanian (Himatepa) UH 2010 ngadain OP3M XX. Awalnya kami raguuuuuu sekali buat datang coz takut kecewa, kami “MABA” bakal dikerasi lagi seperti pada pengkaderan tahap pertama TT_TT . Namun, semuanya berbanding terbalik. Kegiatan yang mengusung tema “Rekonstruksi Pemikiran sebagai Upaya Mewujudkan basis Intelektual dalam Membangun Progresifitas Berlembaga” ini, membuka pola pikir kita untuk lebih positif memandang tempat kita menuntut ilmu yakni, teknologi pertanian. Selain itu, membuka mata kita tentang keadaan pertanian Indonesia saat ini, menambah ilmu kita tentang banyak hal yang gak bakal didapatin di meja kuliah, menambah rasa percaya diri, melatih kerja sama, melatih untuk bicara depan umum dengan baik, menambah kearkaraban sesama MaBa tekpert UH 2011, dan menambah keakraban dengan kakak-kakak senior ^^.

Retorika
Kanda Rizal-FH UH

Retorika adalah kemampuan berbicara sesorang untuk menarik perhatian seseorang atau disebut juga seni berbicara.
Jika seseorang ingin menjadi orang besar, maka ada 5 hal yang harus ia miliki yakni;
1.   Retorika
2.   Logika
3.   Debat
4.   Seni
5.   Tipu
Dulu, ada yang dinamakan kerajaan Tirani. Dalam kerajaan Tirani ini raja menganggap bahwa ia adalah orang pilihan Tuhan di muka bumi ini, sehingga ia menganggap bahwa ia selalu benar. Makanya, sang raja selalu menindas rakyatnya dan ngelakuin apa aja agar keinginannya terpenuhi. Kaena gak tahan ditindas, rakyat pun melakukan perlawanan. Disinilah cikal bakal terbentuknya “demokrasi” dan awal lahirnya “retorika”.
Demonstrasi atau bentuk perlawanan adalah fitrah seorang manusia. Jadi, jika hak-hak kita ditindas haruslah didemonstrasikan. Kemampuan retorika (seiring perubahan zaman), berubah dari menjadi alat buat memutar balikin fakta, yang salah dijadiin bener dan begitupun sebaliknya. Terkait dengan retorika, ada beberapa orang-orang terdahulu yang gak lepas dengan teori retorika yakni;
1.   Georgias
Geogias menyatakan teori relatifnya. Ciri-ciri dari teori Georgias adalah dianut oleh kaum sophisme atau orang yang mengedepankan kebenaran. Menurutnya, gak ada yang namanya kebenaran mutlak. Selain itu, setiap orang akan menganggap dirinya benar. Menurutnya, kebenaran adalah kumpulan dari perpektif-perspektif individu. Karena setiap orang menganggap dirinya benar maka, akan selalu terjadi yang namanya perdebatan. Contoh aplikasi teori Georgias saat ini adalah pemilihan umum presiden di Indonesia yang terpilih oleh suara terbanyak.
2.   Socrates
Teori Georgias diatas ditentang abis-abisan sama si Socrates, karena baginya kebenaran itu tidak relatif tapi mutlak. Dia selalu menyuarakan pendapatnya itu, tapi selalu aja diremehin kecuali sama murid-muridnya. Hingga pada suatu moment di pengadilan saat ia akan dihukum mati karena mempertahankan pendapatnya itu,   saat itu pula lah ia membuktikan kepada semua orang bahwa kebenaran itu mutlak. Saat itu Socrates dihukum mati dengan meminum racun mati. Terbukti kalo kebenaran itu mutlak, karena seseorang yang minum racun mati itu pasti mati. Dan Socrates-lah contoh dari statement tersebut.
3.   Aristoteles
Aristoteles bilang. . ..
*     Etos -> setiap orang harus bisa membuktikan bahwa dia punya pengetahuan luas kepada banyak orang.
*     Atos -> Apa yang kita sampaikan haruslah menyentuh perasaan khalayak
*     Logos ->Apa yang kita sampaikan harus ada contoh atau bukti nyatanya. Contohnya nih ada statement “Korupsi adalah pembunuh peradaban” karena korupsi itu dimulai dari korupsi/atau kebohongan pada banyak pihak. Karena korupsi, banyak rakyat miskin yang gak bisa ngerasain pendidikan gratis, akhirnya mereka putus sekolah, kerja namun dapat kerja yang upahnya gak layak, hal itu pun berlanjut pada generasinya sehingga membunuh peadaban.



Metode Persidangan
Kanda Rizal-FH UH

Persidangan adalah suatu upaya yang dilakukan untuk menyelesaikan suatu masalah. Model persidangan yaitu…



 Tujuan persidangan dalam organisasi adalah untuk mengkritik, membei nasehat, membenarkan arah tujuan dan banyak lagi. Contohnya apabila  dalam LPJ / Laporan Pertanggungjawaban OSIS, program kerjanya banyak melanggar konstitusi, peserta berhak untuk memberinya sanksi.
Persidangan terdiri atas;
1.   Anggota/Peserta sidang
2.   Presidium/Pemimpin sidang
3.   Palu
4.   Draft sidang, seperti TaTib/Tata Tertib selama persidangan berlangsung
5.   Konsideran (khofiyaa juga bingung nge-bahasain-nya kayak gimana, yang jelas konsideran itu yang di dalamnya ada kata-kata seperti à MENIMBANG dan seterusnya…MENETAPKAN bahwa Ketua Umum OSIS SMA Negeri 3 Makassar Periode 2011/2012 adalah ………)
Penentuan palu sidang yakni;
·        1x ketukan
untuk men-sahkan suatu kesepakatan, untuk menskorsing sidang, mencabut skorsing, mengalihkan  sidang dari presidium lama ke presidium yang baru dan menerima presidium sidang yang baru dari presidium yang lama.
·        2 x ketukan
Untuk men-skorsing dalam waktu lama atau tidak ditentukan
·        3 x ketukan
Men-sahkan keputusan
·        Ketukan selain 1, 2, 3x
Menenangkan peserta sidang
Model peserta terdiri atas
o   Peserta penuh
Punya hak suara dan hak bicara, hak meninjau, dan berhak untuk dipilih
o   Peserta peninjau
Berhak bicara, tidak punya hak suara, dan tidak berhak dipilih.



Psikologi Komunikasi
Kanda Ela’ - FISIPOL UH-KOSMIK UH


Proses komunikasi itu berawal dari keadaan psikologi seseorang. Jika keadaan jiwa, mental/psikologi seseiang itu baik, maka komunikasi-nya juga baik. Contohnya, orang yang suasana hatinya sedang baik maka akan baik diajak berkomunikasi, begitupun sebaliknya. Kegagalan komunikasi sepenuhnya adalah kesalahan orang yang menyampaikan pesan. Proses komunikasi itu keadaan saling mempengaruhi, karena dengan komunikasi kita dapat membentuk dan mempengaruhi seseorang misalnya nih, pacaran.
Fungsi komunikasi adalah;
1.   Memahami diri sendiri dan orang lain
2.   Menjadi berguna bagi orang lain
3.   Mengubah Sikap dan perilaku.
Jenis-jenis komunikan (orang yang menyampaikan pesan/orang yang melakukan komuniakasi) yaitu,
1.   Tidak punya keberanian lebih untuk menyampaikan pesannnya
2.   Berani mengeluarkan opini saat berada dengan orang-orang yang selalu berani mengeluarkan opini
3.   Berani mengeluarkan opini, dalam moment apa saja.
Faktor-faktor yang mempengaruhi psikologi seseorang terbagi atas dua yaitu;
1.   Faktor Internal
a.   Personal
Merupakan faktor biologi atau keturunan dari orang tuanya (terlepas dari lingkungan). Setiap orang pasti membawa sifat dai orang tuanya. Dalam hal ini ada yang dikenal dengan hasrta dan insting.
Hasrat adalahsesuatu yang ingin dicapai tapi sulit, atau bisa juga diartikan sebagai pemikiran yang jauh ke depan. Contohnya, “apa yang akan saya lakukan setelah saya sarjana?” dan lain-lain. Semua orang punya hasrat.
Insting atau naluri, contohnya nih.. keinginan untuk bercinta, setiap orang emmiliki naluri ini atau rasa keibuan wanita untuk mempunyai anak. S.frut menjelaskan sifat kebinatangan manusia, setiap anak laki-laki ada keinginan untuk bercinta dengan ibunya, dan setiap anak perempuan ada keinginan untuk membunuh ayahnya. Hal ini tak dapat dibantah. Oleh karena itu, anak laki-laki cenderung mencari pasangan yang memiliki sifat seperti ibunya, dan anak perempuan cenderung mencari pasangan yang memiliki sifat tidak sama dengan ayahnya, hmmm… mencari pasangan yang dapat memberikan apa yang ayahnya tak dapat berikan kepadanya.
Selain itu ada yang dikatakan motif biologi seperti, keinginan untuk makan, minum, dan sebagainya.
b.   Socius Psychology
Merupakan proses sosial seperti, adanya rasa ingin tahu, keinginan untuk  mempetahankan harga diri, dan sebagainya.
c.   Kebiasaan
Terbiasa berkomunikasi dengan orang-orang tertentu, kita dapat mengetahui perilaku orang yang selalu bersama kita.
2.   Faktor Eksternal
a.   Ekologis/kondisi alam
Contohnya nih, orang yang tinggal di pantai lebih agresif daripada orang yang tinggal di gunung, atau orang Makassar lebih keras suaranya daripada orang Enrekang yang notabene-nya Enrekang geografisnya berada di daerah bawah.
b.   Rancangan/arsitektur
Menyangkut pengaturan ruang. Misalnya nih, kita dapat menilai karakteristik seseorang lewat keadaan kamarnya, apakah acak-acakan atau sangat rapi dan bersih. Contoh lainnya yaitu, rumah orang di pedesaan kebanyakan tidak memiliki pagar yang tinggi bahkan tidak memiliki pagar. Beda dengan orang yang hidup di kota yang pagarnya tinggi-tinggi. Kita dapat menilai bahwa di pedesaan warganya saling mengenal dan akrab sehingga terpupuk rasa kepercayaan yang tinggi.  Beda dengan masyarakat kota yang umumnya tidak saling mengenal kepada tetangga-tetangganya sehingga rasa percaya dirinya kurang.
c.   Temporal (waktu keadaan emosi)
Komunikasi tidak bisa lepas dari emosi. Contohnya nih, pada pagi hari kita lebih fit untuk terima materi muliah dibanding kuliah sore.
d.   Suasana Perilaku
Menunjukkan tempat atau suasana dimana kita berada
e.   Peran
Ciri-cirinya adalag mengundang kontroversi, tentang bagaimana kita memahami diri sendiri, apa peran kita, dan termasuk disini orang yang krisis identitas. Contohnya nih, seorang wanita yang menuntut mati-matian HAK persamaan gender bisa jadi sebenarnya di rumah suaminya jauh lebih berkuasa dibanding dirinya, atau anak yang sangat manja di rumah namun, di sekolah ia sangatlah sok jagoan.
f.    Stimulus
Contohnya nih, wanita yang suka merokok. Dia menganggap merokok adalah hal yang biasa sehingga faktor eksternalnya (orang-orang di lingkungannnya) berhasil di stimilus olehnya untuk mengizinkannya merokok.
 Ucapan “Saya benci kau!” adalah komunikasi mutlak, berbekas di hati seseorang, sulit termaafkan. Ucapan “Saya menyukaimu kalau bla..bla..bla..” adalah komunikasi lanjutan, dapat diralat
g.   Teknologi
Barang tidak dilihat dari fungsinya, namun dari aspek sosialnya. Terlalu tergantung dengan teknologi akan menjadikan kita terlalu santai, malas, dan manja. Teknologi dapat mengendalikan hasrat seseoang. Contohnya nih, A masih punya handphone yang bagus. Namun, karena dia melihat handphone yang lebih canggih maka ada hasrat untuk memilikinya, padahal tidak terlalu dibutuhkan.
Cara komunikasi saat tertekan, berikut tipsnya!! ^^
Perkuat pengendalian emosi
Pakai akal sehat saat emosi. Perempuan tidak bisa jadi pemimpin kaena dia tidak bisa mengontrol emosinya, dan saat emosi rasio/akalnya tidak berjalan. Perempuan lebih pakai hati daripada rasio. Sekalipun wanita itu seorang hero, dia pasti akan menangis saat berkelahi dengan laki-laki.

Orang yang tertekan dapat menonjolkan / keluar aslinya
Saat emosi meledak, maka tak ada lagi pencitraan diri, jaim, dan spekulasi. Disinilah kita dapat melihat sifat asli seseorang.

Cara kendalikan emosi, berikut tipsnya!! ^^
Kebiasaan
Kalau kita terbiasa kerja tugas yang banyak, lama-kelamaan kita tidak akan menganggap itu sebagai beban lagi, dan sebagai pemicu stress kita. Hal yang serupa juga terjadi di film Jepang “KIMI NI TODOKE” yang bercerita tentang seorang wanita yang selaluuuuuuuu saja dipanggil Sadako oleh teman-temannya karena rambutnya yang panjang, namun karena terbiasa ia tidak menganggapnya sebagai hal yang membuatnya sakit hati lagi. Karena ia sudah terbiasa diejek.

Sebenarnya setiap orang tidak mau emosinya dikendalikan, karena emosi itu manusiawi. Jika ditabung, suatu saat emosi dapat meledak. Cara mengatasinya, kendalikan dengan akal sehat, rajin belajar, dan baca buku.

Menurut Kak Ela’, perbedaan manusia dan binatang itu. . .

Wallahu’alam. : )



Tidak ada komentar:

Poskan Komentar