Minggu, 05 Februari 2012

(2) Free Poem Free Prosa

Ibu


Sederas air yang mengalir, namun tak ternoda arusnya
Sewangi bunga melati, yang tak pernah lenyap harumnya
Secerah mentari pagi, yang tak pernah berhenti menyinari bumi
dan semerdu nyanyian ayat Al-Qur'an yang begitu indah, begitu suci

Wahai Ibu
Dirimulah air yang jernih itu
Dirimu jualah bunga yang mewangi itu
Dirimulah
mentari nan cerah itu
dan dirimulah nyanyian ayat-ayat Al-Qur'an yang indah itu

Dirimulah pemberi arti dalam kehidupan yang keras ini
Pemberi arti kebahagiaan yang sejati, dunia akhirat
Arti kesabaran dan keikhlasan hidup
serta penuntun bumi pekerti, budi bahasa yang begitu santun

Wahai Ibu
Dirimu begitu berharga
Kasih sayangmu yang abadi
Ridho Illahi yang sejati
Membuatmu sempurna dimataku


Prosa puisi diatas


Ibu
Seperti derasnya air yang mengalir, namun tidak ternoda arusnya
Seperti wanginya bunga melati, yang tak pernah lenyap dan hilang harumnya
Seperti cahaya mentari  dipagi hari, yang tak pernah berhenti menyinari bumi
dan seperti merdunya nyanyian ayat-ayat Al-Qur'an yang begitu indah dan begitu suci

Wahai Ibuku
Dirimulah sosok dari air yang jernih itu
Dirimu juga sosok dari bunga yang wangi itu
dan dirimu juga sosok dari mentari pagi yang bersinar cerah itu
serta dirimu juga sosok dari yang menyanyikan ayat-ayat Al-Qur'an yang indah itu

Dirimu yang memberi arti dalam kehidupan yang keras dan tajam ini
juga yang memberi arti kebahagiaan yang sejati, di dunia dan di akhirat
dan yang memberi arti kesabaran dan keikhlasan dalam hidup ini
serta yang memberi penuntun budi pekerti, dan budi bahasa yang santun

Wahai ibuku
Dirimu itu begitu berharga untukku
Kasih sayangmu yang abadu
Ridho Illahi yang sejati, diberikan untukmu
Membuat dirimu, menjadi sangat sempurna dimataku


Sedikit tentang puisi diatas

Tema dari puisi diatas ialah kemuliaan seorang ibu. Makna dari puisi diatas ialah penggambaran kecintaan seorang anak yang sangat memuliakan ibunya sebagai sosok santun yang membimbingnya, sebagai acuan dunia akhirat, dan menjadi yang sangat berharga dalam hidupnya.
Makna puisi diatas pada bait pertama yaitu, penulis menggambarkan kecintaannya pada sang ibu, dengan mengumpamakannya pada keindahan alam di bumi. Misalnya pada larik pertama, derasnya air yang tak ternoda arusnya menggambarkan kerasnya bimbingan ibu pada anak, agar tidak salah arah dalam menjalani kehidupan yang keras ini.
Makna puisi pada bait kedua yaitu, penulis menegaskan kepada pembaca bahwa semua keindahan alam yang telah digambarkan sebelumnya ialah perumpamaan kemuliaan wujud seorang ibu.
Makna puisi pada bait ketiga sebenarnya masih ada kaitannya dengan bait pertama dan kedua namun, dibait ini penjelasannya tentang kemuliaan seorang ibu lebih mendalam. Pada bait ini menjelaskan ibu adalah sosok yang memberi bimbingan di tengah kerasnya kehidupan ini, yang mengajarkan untuk selalu sabar, dan ikhlas atas setiap kejadian yang diperoleh, serta mengajarkan bagaimana berperilaku dan berbicara santun, yang menyenangkan hati semua orang.
Puisi pada bait keempat berisi kesimpulan dari seluruh bait. Bait ini menjelaskan bentuk kekaguman penulis terhadap kemuliaan ibu dalam hidupnya yaitu, karena kasih sayang ibu yang tak pernah lekang, karena kedudukannya dihadapan Sang Pencipta, dimana dan apa saja doa atau ucapan ibu, insya Allah akan dikabulkan oleh Allah Subhanahu Wata'ala. Sehingga begitu sempurnalah wujud seorang ibu.



NB:
Puisi ini dibuat waktu kelas X di SMAGA Makassar sebagai tugas bahasa Indonesia untuk melengkapi SKS yang content-nya itu siswa mesti biuat puisi sendiri+prosa+tema+maknanya, dan karya yang baru saja anda baca adalah hasilnya ^^

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar