Selasa, 17 April 2012

April Berkesan di Bumi Lembanna

Pada tanggal 13-16 April 2012 kemarin khofiyaa pergi ke suatu tempat untuk melaksanakan *titttttttttttttttttttttttt* salah satu rangkaian acaranya adalah pergi mempelajari keadaan sosial masyarakat pedesaan. Lokasi pedesaan yang khofiyaa maksud adalah Lembanna, Sulawesi Selatan. Khofiyaa kurang tau nama lengkap tempatnya apa, tapi yang jelas, Lembanna terletak di daerah pegunungan (dekat2 Malino).

Hingga akhirnya kami mengunjungi salah satu rumah warga. Bapak yang tengah asik dengan rokoknya itu bernama Syamsuddin. Ia berprofesi sebagai petani sayuran. Komoditi yang biasa dihasilkan diantaranya adalah kol, wortel, dan kentang. Pendapatan bapak Syamsuddin tidak tentu. Kalo tanaman diserang penyakit bisa-bisa jadi rugi. Busuk daun adalah salah satu yang pernah menyerang tanaman bapak Syamsuddin. Selain sayuran, beliau juga menanam Kopi, namun karena prosesnya terlalu lama jadi cuman dikit yang mau menanamnya. Alat-alat yang digunakan bapak Syamsuddin diantaranya cangkul, dan traktor, wahhh... sudah menggunakan teknologi : ) Jadi gini loh teman-teman, seorang yang kaya atau di daerah Lembanna disebut Tesang memberikan modal petani disana, termasuk bapak Syamsuddin. Setelah memberi modal, lalu membiarkan petani yang menanam dan merawatnya. Nah, hasilnya nanti dibagi tiga, Misalnya nih modal ada 3juta; Nah.. 2 juta buat tesang dan 1 juta buat petani. Bapak Syamsuddin  pun mengakui kalo 1 juta itu gak cukup buat dia untuk hidup selama 4 bulan :'') Biasanya kalo musiim penghujan, petani di desa Lembanna bakalan menanam sebanyak 3 kali dalam setahun, kalo kemarau cuman bisa menanam 1 kali setahun. Bapak Syamsuddin juga menuturkan kalo hasil pertanian disana kalo hasilnya ada yang cacat bakalan dibawa ke Makassar, kalo bagus-bagus biasanya dijual ke Kalimantan. Alasannya memilih Makassar, karena jaraknya lebih dekat sehingga memungkinkan agar hasil pertanian tadi cepat laku dengan resiko buah yang LAYAK dikonsumsi.

Selain bapak Syamsuddin, khofiyaa dan teman-teman juga sempat mewawancarai sedikit, seorang nenek yang sudah sangat tua di tengah jalan. Hmm.. nampaknya nenek ini baru pulang dari sawah ^^. Nenek ini bernama Innung, ia juga seorang petani ehm.. pekebun. Komotditi yang dia tanam diantaranya adalah wortel, tomatm dan bawang perei. Selain menanam sayuran, beliau juga membuat popuk organik :)


Berikut dokumentasi khofiyaa dan teman-teman ^^


tanaman wortel
tanaman Kol
















Tidak ada komentar:

Poskan Komentar