Minggu, 15 Juli 2012

Part 2. Penataran Seputar Ramadhan 1433 H (Little Thing.. Untuk saudariku)


PSR 1433 H @Masjid Kampus Universitas Hasanuddin
“Menjadi Muslim Kaffah dalam Madrasah Ramadhan”
17-18 Sya’ban 1433 H/ 7-8 Juli 2012 M

Ramadhan bagi Muslimah

ü  Hikmah Puasa
1.       Sebuah ibadah yang Allah Subhahu Wata’ala wajibkan
Puasa tidak disebut batasan pahalanya, karena pahalanya tiada batas, begitu beaar. Puasa juga bukti bahwa bertakwa kepada Allah dan bahwa dihati kita ada keimanan dimana kita masih mau menafikan lapar, dan sebagainya. Ibadah puasa adalah ibadah yang dapat disembunyikan sehingga ibadah ini insya Allah dapat menjadikan kita  sebagai orang yang beriman.
2.       Hikmah sosial
Merasakan penderitaan saudara-saudari kita, kala kita terbiasa  tidak pernah merasakan kekurangan pangan. Melalui hal tersebut, insya Allah  akan lahir kepedulian untuk membantu mereka.
3.       Hikmah kesehatan
Bisa dijadikan therapy;  Selain itu puasa juga merupakan kesempatan bagi alat-alat pencernaan kita (misalnya, lambung dan usus) yang selama ini  nggak pernah berhenti bekerja, sekalipun saat kita tertidur.
4.       Pembinaan akhlak
Pelatihan untuk sabar. Jika ada yang mengajak kamu bertengkar; membuat emosi; katakanlah… “aku sedang puasa” -> inni shaa’um. (sunnah Nabi Sallallahu’alaihi wasallam)


NB^^v
ü  Kalo puasa sunnah, tidak apa-apa jika berniat puasa di pagi hari. Sekalipun matahari telah terbit. Namun, dengan syarat tidak ada makanan yang masuk ke perut sejak matahari terbit. Selain itu tidak masalah jika tidak sahur
ü  Kalo puasa wajib / sedang meng-qadha puasanya, maka memang niatnya harus malam hari, dan sangat dianjurkan untuk sahur.
ü  Kalo orang tua melarang kita berpuasa karena keadaan fisik yang terbilang –kurus-. Nah, jika larangannya berupa sindiran halus jangan sampai membuat kita down, alias jatuh kepada ketundukkan-kepada makhluk daripada ketaatan kita kepada Allah.  Beda lagi kalo bentuk larangannya sudah berupa paksaan misalnya, maksa masukin makanan ke mulut kita.
ü  Kewajiban harus didahulukan dari hal-hal yang sunnah, taat kepada Allah harus lebih didahulukan daripada perintah orang tua atau siapapun. Misalnya nih, larangan untuk menutup aurat. Padahal hal tersebut merupakan suatu kewajiban*lirik>> QS.An-Nur:31. So, karena merupakan suatu kewajiban, maka hukumnya sama seperti shalat-puasa ramadhan,yakni akan mendapat dosa jika ditinggalkan
ü  Puasa wajib bisa di-fidyah pada kondisi-kondisi tertentu misalnya, sakit yang dapat membahayakan diri kita jika kita berpuasa. So, jangan dipaksakan.

 Wallahu’alam
<<to be continued.. /insya Allah ^^v


Ketakwaan adalah menjadikan maksiat sebagai batas antara diri kita dan Allah


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar