Jumat, 20 Juli 2012

Part 4. Penataran Seputar Ramadhan 1433 H (Little Thing.... Untuk Saudariku)

PSR 1433 H @Masjid Kampus Universitas Hasanuddin
Menjadi Muslim Kaffah dalam Madrasah Ramadhan
17-18 Syaban 1433 H/ 7-8 Juli 2012 M



Ada Apa dibalik Shalat Tarawih?
Sofyan Nur Lc.

1. Fiqih Tarawih
ü  Sedikit tidurnya, karena melaksanakan qiyamul lail
ü  Sedikit tidurnya, berdoa di kala sahur
ü  QS: Al-Muzzammil: 1-2


Perintah untuk bangun dimalam hari; Di awal-awal Islam, shalat malam diwajibkan. Setelah syariat shalat fardhu turun lalu shalat malam dijadikan sunnah. Bagi ulama, hukumnya sunnah muakkad.
ü  Sebaik-baiknya shalat setelah shalat fardhu
ü  Akan diampuni dosanya yang telah lalu(jika qiyamul lail di bulan ramadhan)
2.    Sifat shalat tarawih= Shalat Lail dibulan Ramadhan
ü  Tidak lebih dari 11 rakaat (hadist dari aisyah)
ü  Shalat Rasulullah Shallallahualaihi wasallam adalah 13 rakaat
Jadi, kebiasaan Nabi Shallallahualaihi wasallam saat shalat malam (diluar bulan ramadhan) adalah 11 atau 13 rakaat. Di kalangan ulama keduanya bukan batasan jumlah rakaat. Bahkan sebagian ulama ada yang melaksanakan shalat sebanyak 23 rakaat pada masjid di Madinah dan Mekah. Bahkan ada yang 39  dan 49 rakaat.
Syahlul Islam Ibnu Taimiyah: Semuanya bisa dilakukan, sesuai kemampuan jamaah. Tentu saja yang paling baik adalah yang disunnahkan Nabi Shallallahualaihi wasallam; yang  ia lakukan pun bukan putusan untuk tidak menambah rakaat.
3.    Shalat tarawih yang baik adalah yang berdirinya lama dan bacaannya panjang. Shalat tarawih dilakukan salam disetiap dua rakaat, dan istirahat setiap selesai 4 rakaat. Tarawih dalam bahasa Arab artinya istirahat-> sejenak; lebih lama dari 2 rakaat pertama.
4.    Bidah
Jika jumlah rakaatnya banyak, tapi waktunya sedikit alias cepat selesai. Tidak ada tumaninah dalam shalat seperti ini, sebahian kebut-kebutan. Padahal seharusnya khusyuk dalam menjalankan ibadah. Jika memang jamaah tidak kuat berdiri lama, maka rakaat bisa ditambah misalnya 20 rakaat.
5.    Keutamaan
1) Mendapatkan ampunan dosa yang telah lalu (pada bulan rakaat) dengan dorongan iman dan untuk mencari pahala.
2)          Shalat tarawih bersama imam seperti shalat semalam penuh.
Kesalahan: Banyak orang shalat tarawih, pulang meninggalkan imam dari masjid. Padahal imam masih ingin witir maka, baginya tidak mendapatkan keutamaan ini (seperti shalat semalam penuh).
3)          Shalat lail adlahb kebiasaan orang shalih
sebaik-baik lelaki adalah Abdullah (yakni Abdullah bin Umar bin Khattab Radhiallahuanhuma, seandainya ia shalat di waktu malam Hadist.
Semenjak mendengar hal  tersebut, beliau tidak pernah lagi meninggalkan shalat lail-nya.
4)          Di malam hari ada stau waktu dimana Allah akan mengabulkan doa hamba-hamba-Nya yang berdoa.
6.    Tidak pernah dicontohkan/Bidah-bidah Seputar Shalat Lail (Ramadhan/bukan Ramadhan)
1) Menyeru jamaah dengan mengatakan, Ash Sholaatul Jaamiah
2)         Dzikir jamaah; ada di setiap 2 rakaat/sebelum witir.
Syaikh bin baas-> Tidak diperbolehkan jamaah membaca dzikir secara bersama/dikomandoi, tapi sendiri-sendiri.
3)         Membiasakan-mewajibkan membaca al-ikhlas, al-falaq, an-naas setiap rakaat terakhir witir secara khusus, tidak diganti-ganti.
4)         Melafadzkan niat untuk shalat tarawih yang dikomandoi oleh imam, di akhir shalat witir imam menyeru jamaah-memimpin jamaah untuk berniat puasa besok hari
7.    Bulan ramadhan= 10 awal 10 pertengahan 10 akhir
Tidak tepat jika dibagi-bagi/dikhususkan. Misalnya, 10 hari awal ramadhan akan diampuni dosa. Tapi yang paling istimewa bahwa akhir ramadhan adalah hari-hari terbaik (10 atau 9 hari terakhir), dan yang paling baik lagi adalah malam lailatul qadr.

Sourch:
Sofyan Nur Lc.



Ketika ada bidah muncul, maka aka nada sunnah yang mati


Wallahualam
Insya Allah to be continued.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar