Jumat, 20 Juli 2012

Part 5. Penataran Seputar Ramadhan 1433 H (Little Thing.... Untuk Saudariku)


PSR 1433 H @Masjid Kampus Universitas Hasanuddin
“Menjadi Muslim Kaffah dalam Madrasah Ramadhan”
17-18 Sya’ban 1433 H/ 7-8 Juli 2012 M


Keistimewaan 10 Akhir bulan Suci Ramadhan
Ust. H. M. Yusran Anshar Lc


o   Nabi Shallallahu’alaihi wasallam beribadah sungguh-sungguh, berbeda dari hari-hari biasanya baik hari-hari sebelum atau setelah 10 hari terakhir.
o   Ketika 10 hari terakhir datang, maka ada tiga hal yang beliau Sallallahu’alaihi wasallam lakukan
1)     Sungguh-sungguh beribadah
-       Beliau membangunkan istri-istrinya
-       Beliau menghidupkan malam harinya; malam harinya bagai siang, beliau tidak kenal tidur lagi.
2)     Ibadah i’tikaf
-       Secara bahasa
Berdiam di suatu tempat untuk melakukan suatu pekerjaan yang secara konsen; tidak mau diganggu, baik ataupun buruk. Misalnya , belajar, online, dsb.
-       Secara Istilah
Berdiam di masjid dalam rangka ibadah.
-       Ada syarat/sifat/aturannya i’tikaf. Dalil disyariatkannya i’tikaf yakni
1.      QS:2:125 (Sunnah Nabi Ibrahim  ‘alaihissalam)



2. QS: 2:187 (Disempurnakan oleh Nabi Shallallahu’alaihi wasallam)

-     Nabi Shallallahu’alaihi wasallam melaksanakan i’tikaf hingga ia    
      wafat.
-       I’tikaf kata sebagian ulama hukumnya sunnah muakkad.
Imam zuhri = (Di zaman Tabi’in) seakan-akan ia menganggap i’tikaf adalah ibadah yang telah dilupakandi zaman Tabi’in).
-       I’tikaf hukumnya wajib jika ia bernazar (untuk beri’tikaf), yang jika ditinggalkan akan berdosa.
-       Bagi wanita yang ingin beri’tikaf harus meminta izin kepada walinya.
-       Keutamaan i’tikaf
1.      Wasilah untuk berjumpa dengan Lailatul qadr
2.      Untuk menunggu-nunggu waktu shalat berikutnya dianggap shalat bagi orang-orang beri’tikaf, asalkan memasang niat misalnya abis shalat dhuhur niat nunggu shalat ashar
3.      Berpeluang mendapatkan shaf paling depan saat shalat (sangat besar keutamaannya), yang penting i’tikafnya sungguh-sungguh
4.      Meltih diri untuk cinta masjid
5.      Orang yang i;tikaf akan khusyuk ibadahnya karena matanya terjaga, tidak berinteraksi dengan banyak orang
6.      Menjaga diri dari hal-hal yang merusak pahala puasa (misalnya, dari mendengar sesuatu yang nggak semestinya didengar, atau melihat yang nggak  semestinya dilihat, etc.)
7.      Melatih kesabaran (karena Allah)
8.      Orang yang i’tikaf akan banyak bermuhasabah/intropeksi diri
-        
3)     Malam yang lebih baik dari 1000 bulan; Malam lailatul qadr boleh jadi di seluruh 10 hari terakhir karena ia berpindah-pindah, tidak mungkin kitra mencapai 10 hari terakhir kalau startnya tidak baik.


Zuhudlah di dunia, maka Allah akan mencintamu (Salah satu bentuk zuhud adalah beri’tikaf di masjid)


Sourch:
Ust. H. M. Yusran Anshar Lc

Wallahu’alam


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar