Minggu, 30 September 2012

H A T I, yang TER-sakiti (?)


Akhir-akhir ini.. saya merasakan “sepertinya” ada yang salah.. dan sepertinya memang itu salah.
Akhir-akhir ini, pekan ini..
Cuaca Makassar sangat terik, suatu hal yang segimanapun panasnya harus tetap disyukuri  dibandingin kelak ngerasain panasnya neraka jahannam *wana:udzubillah mindzalik
Setiap hari.. kita mungkin nggak bakalan bisa ngerasain indahnya hidup tanpa menjalani yang namanya interaksi. 


Subhanallah ya.. dalam Islam sendiri kita diperintahkan untuk senanatiasa menjalin silaturrahmi yang baik, bukan sebaliknya. Entah.. itu memberi senyuman tulus, menjabat tangan saudari kita, atau menanyakan kabarnya.
Dalam lingkup “bergaul” tentu saja tidak selalu semanis gula-gula kaki yang pernah kita makan. Pasti ada-ada saja pahitnya, ada saja durinya, selalu saja ada kerikil yang senantiasa menghiasi apa yang selalu kita sebut “pertemanan” “persahabatan” “persaudaraan”, entahlah apa namanya.
Pernah kah kita berpikir? Hingga detik ini sudah ada berapa hati yang telah  kita sakiti….
Ku bertanya pada diri sendiri (juga dirimu)

Pertanyaan ini begitu simpel, namun jawabannya sungguh mengiris hati dan bikin kepala nyut-nyutan. Entah gimana masalahnya, kita yang salah atau dia yang salah. Saya pernah membaca Quote-nya AaGym, kurang lebih kayak gini?? Bisakah kita tetap benar dan berpikir orang lain bisa jadi benar. Subhanallah.. Lantas, manusia macam apa yang menyakiti hati orang lain? Jawabannya relatif. Jawab pada diri masing-masing aja. Terkadang trouble-nya datang karena ada kesalahpahaman, karena ada kesalahan yang selalu diulang-ulang, atau mungkin… cari-cari kesalahan (?). Buat aku sederhana aja sih kalo mau tau, kalo kita ragu.. apa kita udah nyakitin orang apa nggak. Tanya pada diri sendiri, “mau nggak kamu digituin?” “coba deh posisiin diri kamu sebagai dia!, sakit nggak?” . Jawabannya pun beda-beda, sekali lagi jawab saja pada diri masing-masing, biar diri mu (ku) dan Allah saja yang tahu. Mungkin… (sekali lagi) mungkin.. dari sekian banyaknya manusia ada-ada saja manusia yang cenderung cuek-apatis-gak peduli-egois-gengsian sama perasaan orang lain. Atau… bisa jadi dia adalah orang yang menurut dia,  dia “terbiasa” tersakiti.. “terbiasa” dicemooh, dan bahkan “terbiasa” terabaikan. Hingga akhirnya, saking seringnya ngerasain sakit atau dizholimi, ia bahkan nggak ngerti lagi apa artinya “sakit” itu. Dan tanpa sadar pun ia nggak ngerasa kalo dia udah nyakitin hati orang lain, atau bahkan orang terdekat yang menyayanginya sekalipun. Terus mesti gimana dong? Saya juga nggak tau mesti bilang apa.. gimanapun nulis itu emang gampang banget kalo dibandingin mengaplikasikan apa yang udah kita tulis. So, sama-sama belajar aja : )) untuk belajar lebih peka.. nggak lebay dalam menghadapi masalah.. and nggak pernah lupa+nggak pernah bosan untuk selalu menghubungi-Nya disaat masalah menghampiri kita.. 
mm… bentar deh, kayaknya bukan cuman saat masalah menghampiri kita, tapi saat kita bisa ngerasain senang dan ngerasain terluka, kita memang mesti-kudu-wajib untuk menslogankan Qoute ini >> Allah dulu.. Allah lagi.. Allah terus.. kedengerannya bikin adem banget : )) Kalo merasa tersakiti, dan orang nya itu nggak ada sadar-sadarnya udah nyakitin kita entah dengan kata-kata yang kedengarannya nggak ada niat nyinggung eh, justru terngiang hingga mau bobo dan kembali terbangun ckck.. DENDAM. Is it right?  Umm.. lagi-lagi just ask your self, and let just u and Allah to know the answer. Gimanapun bagi sebagian orang, penyakit hati itu sulit banget ngobatinnya apalagi kalo udah bersarang selama sekian hari lamanya. Well, mungkin hati yang berkarat itu adalah tanda jauh dari Allah.. jauh dari Allah itu..bisa jadi menyerang orang yang dalam kacamata kita, dia adalah orang yang rajin beribadah atau bahkan orang yang gemar bermaksiat. Penyakit hati.. kalo hati udah rusak, maka rusaklah segalanya, lagi-lagi keep remenber this word>>     Allah dulu.. Allah lagi.. Allah terus..  apa pun yang terjadi, dengan mencurahkan segalanya kepada Allah, apa yang kita gundahkan akan terasa melegakan, ringan, dan hati kita pun jadi tenang. Kenapa? Karena dengan mengingat Allah, maka hati kita kan menjadi tenaang, dan juga karena terkadang kita ngerasa gak ada seorang pun yang dapat kita percaya di dunia, lantas kita berkeluh kesah kepada siapa?? Yap!! Kepada Allah.. Dia yang udah nyiptain kita dengan segala kesempurnaan-Nya, jadi udah pasti hanya Dia-lah yang paham segimana sakit duri yang udah tertancap dalam di hati kita. Dengan begitu, tanpa kita sadari masalah udah bikin kita dekat dengan-Nya, dekat dengan Sang Pencipta, yang Maha Pengasih, dan Maha Penyayang. 
So, jangan pernah kita ngerasa sendiri (walaupun keadaannya kita benar-benar sendiri-sangaaat kesepian) karena Allah selalu ada 24/7  : )). Entah gimana kita mengekspresikan makna –alone- itu, merasa terkucilkan? Dijauhi? Ada yang berbeda? Entahlah… hanya diri kita dan Allah yang tahu. Nobody’s perfect. Kata “maaf” walaupun terkadang sangat singkat, sederhana, dan membosankan.. tapi maknanya terasa amat dalam. Entah gimana kamu memaknai kata ini (red=maaf), lewat drama korea  (red= a moment to remember) pun saya dapat memahami sekilas kalo kata -MAAF- itu.... memberikan sedikit ruang pada rasa benci. 


Sekarang.. di malam yang mungkin terasa amat melelahkan, amat sunyi,   sangat melegakan,  bagi sebagian banyak orang, khofiyaa cuma pengen bilang “maaf” untuk semua BAUT 2011 >>> expecially.. ==hariyatismailfitrihamzahummulkhayrahdewisartikamonoarfaendahgracia=.Memang membingungkan.. karena iman, dan hati itu berubah-ubah.. kadang sadar, kadang khilaf, kadang sengaja juga. Gak tau mesti bilang apa.. akhir-akhir ini terasa berat bukan? Apa engkau merasa sangat tersakiti? terdzalimi? dikhianati?
am I wrong girls?? Yeah.. I know the answer.
Jawab saja dalam hatimu,
biar hanya kamu.. dan Allah yang tahu jawabanny :’)



:')




Tidak ada komentar:

Poskan Komentar