Jumat, 25 Januari 2013

(Part. 4-FINAL TOUR) Perjalanan Tak Terduga


4th day
Ponchai udah siap mengantar kami buat shopping hehehehehehehehe..
Di Bangkok, saya merasa suasananya tidak begitu berbeda dengan Indonesia. Jalan raya mulai macet. Namun, ada beberapa hal unik yang akan kamu jumpai disini. Sekalipun macet, kamu nggak akan pernah dengar suara klakson seperti yang sering kamu dengar mungkin ketika macet pagi hari di Adipura, menuju Kampus Merah. Entahlah.. saya tidak begitu paham juga, macetnya tertib dan… sangat tenang.  : ) Namun, tentu klakson itu akan berbunyi in emergency condition.
Setelah sarapan pagi, kami bergegas menuju beberapa tempat yang Ponchai sudah siapkan untuk kami. Perjalanan kami dimulai dengan melewati Ramkhamhaeng university. Nah  teman-teman, ini merupakan universitas terbesar di Thailand dan juga merupakan universitas terbuka karena anak usia 15 tahun pun bisa kuliah disini. Biasanya, lulusan dari Ramkhamhaeng university memiliki prospek kerja yang baik. Penduduk Thailand berbicara dengan menggunakan bahasa Jawa kuno yang ada saat zaman kerajaan Sriwijaya. Beberapa tempat di Thailand sudah punya kereta rel di bawah tanah. Di Bangkok juga kamu bakalan sering bertemu dengan biksu-biksuni.  Oia.. dulunya, tukang ojek di Bangkok adalah preman yang keluar dari penjara. Tukang ojek di Bangkok diberdayakan oleh gubernur agar  memiliki pekerjaan. Bahkan ojek di Bangkok memiliki rompi seragam yang
beragam warnanya. Di Bangkok juga kamu bakalan ketemu dengan transportasi khas yang namanya Tek-tek

Tek-Tek

Ramkhamaeng University

Libur sekolah di Bangkok berada pada akhir bulan Maret kurang lebih selama sebulan yang ditandai dengan adanya pergantian kelas baru, sedangkan libur sekolah biasa berada pada bulan oktober selama kurang lebih 25 hari. Pendidikan SD-SMP-SMA selama 12 tahun dibiayai oleh raja, namun dengan persyaratan jarak rumah siswa yang bersangkutan dekat dengan sekolah-nya. Orang tua di Bangkok bahkan dianggap tidak baik jika tidak menyekolahkan anaknya. Tahu tidak? Seragam sekolah pelajar di Bangkok hingga SMA itu sama, atasan putih.. bawahan biru tua, kea' film A little thing called love atau Suckseed itu loohh : )

scene of "A Little Thing Called Love" Thai Popular Movie

Berbicara tentang raja Thailand, beliau adalah sosok yang sangat menyayangi rakyatnya seperti menyayangi anak-anak. Kasih sayang Raja pun saya pikir dirasakan sangat dalam oleh rakyatnya. Hal ini terbukti dengan banyaknya foto-foto sang Raja di berbagai tempat seperti di jalan raya dengan ukuran besar, di rumah-rumah, bahkan di Mall, hingga di bus yang kami tumpangi, baik saat beliau berusia muda atau bahkan di usia nya kini yang sudah tak lagi muda :’).

The King :)

Finally.. kami sampai  di suatu tempat yang saya tak tahu namanya apa, kurang lebih saya menyebutnya statiun karena disini kami bakalan naik perahu kecil menuju WAT ARUN TEMPLE. Ketika kami berada didepan suatu candi (kalo tidak salah), tepatnya di area Chaopara river, kami berkesempatan untuk memberi makan ikan dengan melemparkannya roti. Hohohoho seru sekali melihat mereka saling berebutan roti ^^. Ketika kami sampai di wat arun, kami pun berpencar untuk membeli
barang-barang yang kami senangi dengan harga yang tentunya bisa dibilang terjangkau. Nah, kalo teman-teman ke wat arun, kalian bisa beli banyak barang buat ole-ole ke tanah air seperti tas, gantungan kunci, baju kaos, bros, gelang, rok, sarung, hiasan ruangan, dan lain-lain. Setelah puas keliling  wat arun, kami pun bergegas menuju tempat menarik lainnya. Yup!! We’re going to take a lunch… restorannya cantik, tapi lupa namanya apa.. kalo ndak salah letaknya di dalam hotel. Nah, setelah itu barulah kita menuju Sriracha Tiger Farm and Crocodile Farm.   
Di perjalanan... kami sempat singgah untuk mencoba yang namanya kelapa bakar, how's taste? it's fresh.. lupa nanya sebenarnya apanya yang dibakar? soalnya saya cuman minum air kelapa dingin dalam tempurung kecil... :)
Saya ingin sekali ke Katsesart University, universitas terbaik di bidang pertanian di Thailand, sayangnya.. agenda Ponchai nggak ada yang disitu.. kata dia, kalo nggak salah letaknya di bagian utara Bangkok :') never mind^^

Chaophara River

Watarun Temple





Sriracha Tiger Zoo dikunjungi oleh banyak turis, kebanyakan yang kami lihat adalah turis beretnis Chinese, namun ada juga sih yang muka-muka Western ^^. Disini kamu bisa lihat seorang wanita cantik yang baju bagian perutnya dipenuhi dengan kalajengking, atau tiger yang menyusui di ibu babi, buaya yang  dipancing buat makan, atraksi seorang laki-laki dan wanita yang  bermain dengan buaya. Beberapa aksi yang mereka lakukan seperti menaruh tangan atau kepala di dalam mulut buaya, menarik ekor buaya, dan lain-lain yang bikin kita berteriak keras. Hehehe. Atraksi tak cukup sampai disitu, kami juga sempat melihat atraksi beberapa harimau dengan pawangnya yang sedang melintasi lingkaran api, atau memberi salam kepada penonton, dan lain sebagainya.
Fine..  mulai sore, tempat berikutnya yang kami kunjungi adalah The World Biggest Gems Factory yang terletak di Pattaya-Thailand. Ini adalah salah satu tempat yang menakjubkan yang saya kunjungi di Thailand. Awalnya kami diajak untuk menaiki kereta yang memiliki jalur terowongan yang sangat gelap, yang di dalamnya kamu bakalan berhenti di tiap-tiap pos. Tiap-tiap pos itu akan menerangkan proses pembuatan berlian atau perhiasan yang dimulai dari penemuannya-penambangannya di daerah bekas gunung berapi, lalu selanjutnya kalo khofiyaa nggak salah ingat adalah proses penyortiran, serta pemahatan, yang beberapa diantaranya ditayangkan dalam bentuk 3D. Sayangnya, saya nggak punya gambar dalam terowongan itu.. soalnya, dilarang ngutip gambar sama kakaknya ^^ Di ujung pemberhentian kereta, kita akan melihat langsung proses pemahatan berlian atau perhiasan tadi.. Subhanallah keren. Gems Gallery sebagai salah satu pemasok perhiasan terbesar tentunya sudah punya ISO loh alias sertifikat yang menyatakan bahwa perusahaannya itu ramah lingkungan atau nggak ngasih bad impact terhadap lingkungan. Setelah melihat proses pemahatan perhiasan tadi, kami pun diarahkan menuju gallery perhiasannya. Nah, disini akan banyak perhiasan yang ditawarkan baik itu cincin, kalung, gelang, anting, tentu dengan permata asli yang beraneka ragam bentuk dan warnanya. Harganya pun bervariasi, mulai dari dibawah satu juta rupiah hingga di atas satu juta rupiah, bayar nya pun bisa pake dollar USA. Nah, buat yang sayang mama.. Gems Gallery dapat menjadi salah satu alternatif kamu J. Namun, sekalipun nggak mau belanja perhiasan, ini salah satu di tempat yang nggak ada salahnya kamu kunjungi untuk menambah pengetahuan kamu terkait dunia perhiasan, karena disini.. bener-bener O R I G I N A L . Bukan hanya perhiasan-permata, disini juga menjual aksesoris seperti dompet, dasi, hingga tas khas Thailand yang sangat unik, juga ada pakaian-pakaian
tebal-buat musim dingin-musim salju dengan motif yang lucu-lucu dan sering kamu jumpai di drama Korea  hehe. Harganya juga bervariasi loh, tas-tas cantik itu bagi saya harganya terbilang terjangkau kalo nggak salah 200 Baht
J





Sehabis shalat, kami singgah di suatu resto untuk makan malam. Ketika acara makan malam sudah selesai, satu per satu dari kami keluar dari resto untuk menikmati suasana malam Pattaya yang sangat gemerlap. Beberapa peserta tour pun ada yang sempat berfoto dengan waria-waria cantik Thailand yang kebetulan saat itu akan diadakan pentas Cabaret yang tempatnya bersebelahan dengan resto dinner kami. Namun, kami nggak sempat  untuk nonton Cabaret karena tiketnya terbilang mahal sih, so kami pun memutuskan untuk langsung beristirahat di salah satu hotel
di Pattaya hehehehehehehehe. Ponchai pun menasehati kami untuk nggak sembarang singgah di tempat-tempat di Pattaya. Hotel yang kami tempati pun telah di setting lokasinya agar agak jauh dari gemerlapnya malam Pattaya, yang dianggap nggak cocok bagi peserta tour yang kebanyakan adalah siswa-siswi SMA. But, syukurlah hotelnya cantik dan… tidak mengecewakan. Oia.. beberapa dari kami merasakan suasana Pattaya ini seperti suasana Bali, yang dikunjungi dengan turis, juga ada pantainya juga loh. Kamu juga bakalan mudah mendapatkan money changer disini. Satu tempat yang menurut ku juga sangat mudah dijumpai adalah tempat massage.
Keesokan harinya setelah sarapan pagi,  saya dan beberapa adik SMA dari peserta tour memanfaatkan waktu yang tersisa untuk menikmati fasilitas free internet yang disediakan oleh hotel yang kami tempati semalam^^. Beberapa menit kemudian, kami pun menuju kalo nggak salah namanya TRIANGLE BEE FARM. Disini kami melihat tawon, lebah dengan inangnya, serta madu yang dihasilkannya. Selain itu, kami juga menerima pemaparan tentang produk yang mereka tawarkan yakni madu (berkhasiat bagus terkait masalah sendi, menstruasi tidak teratur, sariawan, dll), propolis, dan royal jelly, serta pemaparan tentang madu asli. Madu asli jika botol kemasannya dibalik, maka tidak akan ada pengendapan. Selain itu, jika dicampurkan dengan air pada suatu wadah akan berbentuk kotak-kotak. Beberapa dari kami pun sempat membeli royal jelly asli yang dipercaya dapat menambah stamina, memperbaiki tekanan darah, tinggi badan, dan beberapa khasiat + lainnya untuk kesehatan. 






it's monorel train... u can see that from MBK 

Perjalanan di Pattaya pun telah berakhir, kami pun bergegas kembali ke Bangkok, karena esok adalah hari yang di tunggu yo! Back to tanah air… semakin mendekat. Namun, kami sempat rehat untuk makan siang dan men-jamak shalat
di salah satu rumah makan halal yang ada di area dekat Bangkok. Akhirnya sebelum  bener-bener sampai di Hotel tepatnya di Bangkok, ternyata masih ada satu agenda terakhir di MBK >> semacam Mall hehe. So pasti ini agenda buat shopping namun, saya tidak banyak berbelanja disini karena… takut koper overload xD

Akhirnya alhamdulillah kami sudah tiba di hotel yang pertama kali kami tinggali ketika tiba dari Singapore. Disini kami … packing.. dan melepaskan lelah, untuk malam terakhir di Thailand :’)
Pukul 03:00 a.m., dengan mengucapkan bismillahirrahmanirrahim.. we’re going to  Suvarnabumhi airport. Whoaa. Akhirnya perpisahan dengan Ponchai telah tiba. Sedih rasanya mendengar, melihat tawa cekikikan khasnya untuk terakhir kalinya. Beliau.. mengantar kami hingga lift terakhir, bye Ponchai.. thanks for guiding us, hope we’ll meet in other nice moment :’)

WELCOME TO INDONESIA .. @soetairport.
   



alhamdulillah :))


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar