Minggu, 31 Maret 2013

Kepribadian Wanita Muslimah (Secercah Ilmu dari Lingkaran Kecilku)


3 dan 21 Oktober 2010

1.    Muslimah Bersama Rabb-Nya
a)      Mu’minati; Beriman kepada Allah dengan Benar
-     Beriman kepada Allah dengan sadar.
Jujur dalam beriman kepada Allah. Kisah Sitti Hajar yang ridho anaknya disembelih. Kalo dipikir-pikir, ibu mana sih yang rela anaknya disembelih?? Tapi…. Sitti Hajar beda :D, ia yakin… Allah tidak akan menyia-nyiakan amalnya itu (Background Story of Eidul Adha). Contoh lain dari kejujuran kepada Allah yakni tidak dicampuri kesyirikan. Ketika ada teman kita yang menyontek saat ujian, dia memperoleh nilai yang lebih baik dibanding kita yang tidak menyontek. Maka, tak perlu diragukan lagi bahwa nilai yang diperoleh berasal dari syaithan.
-    Jika hubungannya dekat kepada Allah subhanahu wata’ala, maka hati; ucapan; serta perbuatannya akan selalu berorientasi hanya kepada Allah. Misalnya dalam hal Shalat, berwudhu, semua gerakan, bacaan yang dilakukan dengan benar hanya semata-mata untuk Allah. QS Al-Mu'minun ayat 88-89.


   Iman yang bersih hanya ada pada wanita yang sholehah, dan jujur. Misalnya nih, konsekuensi dari kata lailaha ilallah , tidak ada yang berhak disembah selain Allah. Namun, kita berpikir kalo yang memberi kita nafkah adalah orang tua kita. Padahal, orang tua hanyalah wasilah, hanyalah perantara Allah. Allah-lah yang memberikan rezeki.
-     Senantiasa ber-DZIKIR
Dzikir adalah sebaik-baiknya ibadah apalagi ketika kita haid, pada saat itu apalagi yang kita andalkan ketika kita tidak shalat, tadarrus, selain  berdzikir?? : ).
Perumpamaan orang yang berdzikir dan tidak berdzikir adalah seperti orang  yang mati hatinya. “Banyak berdzikir menjadikan hati menjadi tenang.” QS.Hujuraat. Dzikir dapat membentengi diri kita dari syaithan, melapangkan rezeki, serta menguatkan kita. Sebagai makhluk yang lemah (misalnya, ketika haid), dzikirlah yang akan mendekatkan kita kepada Allah subhanahu wata’ala. Memperbanyak dzikir ketika kita berjalan, di tempat tidur, meja makan, dan beragam aktivitas lainnya adalah hal yang perlu kita lakukan. Mengingat tidak ada jaminan kapan Allah akan mengampuni kita. Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam, manusia yang dijamin masuk syurga pun senantiasa berdzikir 100x/hari. Sementara kita yang tidak ada jaminan, harusnya melebihi apa yang dilakukan oleh beliau Shallallahu’alaihi wasallam :’)  
-     Bertawakkal kepada Allah Subhanahu wata’ala (berserah diri). Misalnya, ketika orang tua kita meninggal. Maka kita mengatakan  Innalillahi Wa Inna Ilaihi Raaji’uun.
b)     Beribadah kepada Rabb-Nya
-       Menegakkan shalat fardhu 5 waktu. Ketika kita
mengulur-ngulur waktu shalat, secara  tiadk langsung kita melakukan sesuatu yang meruntuhkan agama. Namun, ada juga shalat yang tetap bermaksiat, berarti shalatnya tidak khusyu’. Selain  shalat fardhu, ada pula yang dikenal dengan shalat sunnah. Shalat sunnah 2 rakaat sebelum subuh lebih baik dari pada seisi dunia…  [sunnah] /afwan saya lupa, sebelum subuh atau sebelum shalat subuh. “Amal yang paling utama adalah shalat pada waktunya”. Hadist Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam, oleh Mutaffaq’alaihi. Dianjurkan berpura-pura menangis dalam shalat karena dapat menimbulkan kelembutan dalam hati. Namun, akan sulit jika hati penuh kemaksiatan. Perumpamaan shalat 5 waktu seperti saat kita mandi, maka seluruh kotoran akan hilang. Begitu juga perumaan ketika kita shalat, maka Allah subhanahu wata’ala akan menghapus dosa kita (kalo shalatnya berkualitas :D )
-       Melaksanakan sunnah-sunnah. Misalnya, melaksanakan shalat sunnah, “Barang siapa mendirikan shalat 12 rakaat, maka akan dibangunkan istana di syurga”. Hal ini terkait jumlah rakaat dari shalat sunnah sebelum dan sesudah yang mengiringi shalat fardhu. Contoh lainnya adalah shalat kiyamul lail, shalat yang Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam tidak pernah tinggalkan  semasa hidupnya.
-       Melaksanakan zakat
Dianjurkan memperbanyak sedekah karena ketika isra’ mi’raj, Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam melihat banyak penghuni nerajaka adalah wanita. Abu bakar
as- siddiq pun sampai-sampai meminjam dari orang lain demi untuk bersedekah.
-       Puasa ramadhan, serta puasa nafilah lainnya (puasa arafah, puasa muharram, serta puasa senin kamis).
-       Menunaikan ibadah haji (mampu secara mahram, fisik, finansial).
-       Memakai jilbab syar’i.
2.    Muslimah Bersama Dirinya
o  Jasmani
-       Sederhana dalam makan dan minumnnya.  QS Al-A'raf ayat 31

    Berlebihan dalam mengonsumsi makanan adalah godaan syaithan yang dapat mematikan hati, sehingga akan sulit merasakan manisnya beribadah(akan ngantuk dan loyo :)  
-       Bersih badan dan  pakaiannya (senantiasa menjaga aurat)
- Tidak tabarruj dan berlebih-lebihan dalam berpakaian, tidak menyerupai orang kafir. QS: Al-Ahzaab ayat 33



o  Akal
-       Menuntut ilmu syar’i
-       Meluruskan fiqrah (pemahaman) dan wawasan
-       Menjauhi kufarat seperti mitos atau sesuatu yang diragukan kebenarannya (hikayat dan lain-lain). Hadist Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam “Siapa yang datang ke juru ramal untuk menanyakan sesuatu, maka shalatnya tidak diterima 40 hari”.
-       Kontinu dalam membaca dan menelaah
o  Rohani
-       Menyucikan jiwanya
-       Menyucikan diri dari ghurrrur (tertipu dengan keadaan dirinya)
-       Menyucikan diri dari senang popularitas
-       Menyucikan diri dari senang harta
-       Menyucikan diri dari dengki/iri
-       Menyucikan diri dari sombong
-       Menyucikan diri dari riya, etc.
Solusi:
-       Membaca Al-Qur’an
-       Dzikir
-       Melakukan ibadah sunnah
-       Tidur sebelum dhuhur
-       Bergaul dengan wanita shalihah
-       Memperbanyak doa (masalah= untuk dijauhkan dari …..; ibadah= doa masuk WC, etc) dan dzikir (Hadist nabi Shallallahu’alaihi wasallam “Kalimat La ilaha ilallah lebih berat dibanding dunia dan seisinya”). Adab-adab doa yakni, ta’awuz>menyebut asma’ul husna (memuji Allah subhanahu wata’ala)>doa.
3.    Muslimah Bersama Orang Tuanya.
o  Mengetahui kewajiban dan keutamaan terhadap orang tua
   QS An-Nisa: ayat 36














  QS Lukman ayat 14




o  Banyak merasa takut jika mulai durhaka terhadap keduanya
o  Berbuat baik kepada Ibu, lalu kepada Bapak.
4.    Muslimah Bersama Rumah Tangganya
o  Muslimah dan suaminya (menjaga hak-haknya; memilih suami yang shaleh, dinikahi karena agamanya yang ihsan),
o  Muslimah bersama orang tua suaminya.





wallahu'alam bis shawab
to be continued in another topic... inshaa Allah



Tidak ada komentar:

Poskan Komentar