Sabtu, 30 Maret 2013

PART 6. SPEKTROFOTOMETER>> PIGMEN TANAMAN =D



A.   Tomat (Lyopercisum esculentum)
Tomat adalah tanaman yang paling mudah dijumpai dan warnanya yang cerah sungguh menarik. Selain kaya vitamin C dan A, tomat dapat mengobati bermacam penyakit seperti mengobati diare, dan serangan empedu.  Tomat berwarna merah mengandung vitamin C dan vitamin A lima kali lebih banyak dibandingkan dengan tomat hijau. Semakin matang tomat, semakin kaya kandungan vitaminnya. Warna merah pada tomat lebih banyak mengandung lycopene, yaitu suatu zat antioksidan yang dapat menghancurkan radikal bebas dalam tubuh akibat rokok, polusi dan sinar ultraviolet. Selain itu, belakangan diketahui lycopene juga berkhasiat membantu mencegah kerusakan sel yang dapat mengakibatkan kanker leher rahim (Isur, 2012).
B.   Pigmen Warna
Pada tumbuhan terdapat pula berbagai macam pigmen seperti antosianin. Antosianin merupakan pigmen yang sangat dipengaruhi oleh derajat keasaman (pH). Tumbuhan yang hidup ditempat asam, seringkali keberadaannya membuat mahkota bunga menjadi berwarna merah. Tumbuhan yang hidup pada tempat yang bersifat basa, keberadaan pigmen ini dapat memunculkan warna biru atau ungu pada mahkota bunga. Karotenoid adalah suatu pigmen pada tumbuhan yang memunculkan warna merah, jingga, oranye, atau kuning. Fungsi karotenoid pada tumbuhan adalah sebagai pelengkap pigmen klorofil untuk membantu proses fotosintesis. Ada beberapa macam karotenoid, misalnya karoten (warna jingga) yang dapat kita jumpai pada wortel, lutein (warna kuning) pada buah dan sayur, serta likopen (warna merah) yang terdapat di dalam tomat. Klorofil adalah pigmen utama (paling banyak) yang dapat kita temukan pada tumbuhan. Klorofil adalah pigmen yang menyerap cahaya biru dan kuning, sambil memantulkan cahaya hijau. Klorofil berfungsi sebagai zat yang dapat menangkap energi cahaya(dari matahari) untuk digunakan pada proses fotosintesis (proses pembuatan zat makanan dari bahan anorganik: air dan gas karbondioksida) (Suhadi, 2010).
C.   Spektrofotometer
Fungsi alat spektrofotometer dalam laboratorium adalah mengukur transmitans atau absorbans suatu contoh yang dinyatakan dalam fungsi panjang gelombang. Prinsip kerja spektrofotometer adalah bila cahaya (monokromatik maupun campuran) jatuh pada suatu medium homogen, sebagian dari sinar masuk akan dipantulkan, sebagian di serap dalam medium itu, dan sisanya diteruskan. Nilai yang keluar dari cahaya yang diteruskan dinyatakan dalam nilai absorbansi karena memiliki hubungan dengan konsentrasi sampel. Studi spektrofotometri dianggap sebagai perluasan suatu pemeriksaan visual yang lebih mendalam dari absorbsi energi. Hukum Beer menyatakan absorbansi cahaya berbanding lurus dengan dengan konsentrasi dan ketebalan bahan/medium (Leph, 2012).
Berdasarkan hukum Beer absorbansi akan berbanding lurus dengan konsentrasi, karena b atau l harganya 1 cm dapat diabaikan dan ε merupakan suatu tetapan. Artinya konsentrasi makin tinggi maka absorbansi yang dihasilkan makin tinggi, begitupun sebaliknya konsentrasi makin rendah absorbansi yang dihasilkan makin rendah (Serin, 2011). Absorbansi adalah jumlah intensitas sinar yang diserap oleh larutan (Gama, 2012).
Faktor-faktor yang menyebabkan absorbansi dan konsentrasi tidak linear menurut Serin (2012) yaitu:
1.          Adanya serapan oleh pelarut. Hal ini dapat diatasi dengan penggunaan blangko, yaitu larutan yang berisi selain komponen yang akan dianalisis termasuk zat pembentuk warna.
2.          Serapan oleh kuvet. Kuvet yang ada biasanya dari bahan gelas atau kuarsa, namun kuvet dari kuarsa memiliki kualitas yang lebih baik.
3.          Kesalahan fotometrik normal pada pengukuran dengan absorbansi sangat rendah atau sangat tinggi, hal ini dapat diatur dengan pengaturan konsentrasi, sesuai dengan kisaran sensitivitas dari alat yang digunakan (melalui pengenceran atau pemekatan).
Pengaruh suhu terhadap absorbansi pigmen karotenoid kulit buah kakao menunjukkan bahwa antara suhu 70°C, 80°C, 90°C dan 100°C penurunan absorbansi pigmennya tidak berbeda nyata (α =0,05). Pengujian pengaruh lama pemanasan terhadap absorbansi pigmen menunjukkan bahwa pada umumnya penurunan absorbansi secara nyata terjadi setelah pemanasan selama 30 menit. Selanjutnya penurunan absorbansi hampir sama dengan sebelumnya. Penurunan absorbansi secara kualitatif menyatakan penurunan intensitas warna. Terjadi penurunan absorbansi (penurunan intensitas warna) dengan naiknya suhu dan lamanya waktu pemanasan meskipun tidak begitu besar (Wulan, 2001).
Hukum Beer hanya valid untuk konsentrasi analit yang rendah. Terdapat dua hal yang memberi kontribusi terhadap batasan fundamental ini. Pada konsentrasi yang tinggi, partikel tunggal dari analit tidak lagi bereaksi secara terpisah satu samalain. Interaksi antar partikel ini akan mengakibatkan perubahan nilai ε. Hal yang kedua adalah absorbivitas dan absorbivitas molar tergantung pada indeks refraksi sampel. Indeks refraksi bervariasi pada berbagai konsentrasi sehingga nilaiabsorbivitas dan absorbivitas molar akan berubah. Pada konsentrasi rendah, indeks refraksi akan relatif konstan, dan kurva kalibrasi akan linear (Harvey, 2000).
Banyaknya sinar yang diserap akan bergantung pada banyak molekul yang berinteraksi dengan sinar. Jika pengukuran dilakukan pada suatu zat warna organik yang kuat/tajam berupa larutan pekat, maka akan diperoleh absorbansi yang sangat tinggi karena ada banyak molekul yang berinteraksi dengam sinar. Namun dalam larutan yang sangat encer, sangat sulit untuk melihat warnanya (absorbansinya sangat rendah). Hal ini dapat menyebabkan kesalahan pengukuran (akibat variasi konsentrasi larutan). Konsentrasi larutan yang terlalu pekat perlu dilakukan pengenceran agar absorbansinya dapat terbaca pada spektrofotometer (Dwicandra, 2012).
Hubungan panjang gelombang cahaya dan warna sampel dengan alat spektrofotometer dapat dinyatakan menurut Serin (2011) sebagai berikut:
Tabel 11. Pembagian Panjang Gelombang Cahaya dan Warna Sampel.
Panjang Gelombang (nm)
Warna yang diserap
Warna komplementer (warna yang terlihat)
400-435
Ungu
Hijau kekuningan
435-480
Bitu
Kuning
480-490
Biru kehijauan
Jingga
490-500
Hijau kebiruan
Merah
500-560
Hijau
Ungu kemerahan
560-580
Hijau kekuningan
Ungu
580-595
Kuning
Biru
595-610
Jingga
Biru kehijauan
610-800
Merah
Hijau kebiruan
 tampak-visible/. 2012.
Contoh penerapan metode Spektrofotometri, Kamu memiliki larutan glukosa yang tidak diketahui konsentrasinya, maka untuk mengetahui konsentrai glukosa dalam larutan itu Kamu bisa menggunakan metode spektrofotometri. Pada metode Spektrofotometri, cahaya pada panjang gelombang tertentu dilewatkan melalui sampel larutan glukosa, dari cahaya yang dilewatkan itu ada yang terserap dan ada yang lewat begitu saja. Banyaknya cahaya yang terserap oleh molekul glukosa dapat diukur atau diketahui, dan nilai tersebut merefleksikan jumlah glukosa yang ada di dalam larutan sampel (Mukramin, 2012).
Larutan blanko adalah larutan tidak berisi analit. Larutan blanko biasanya digunakan untuk tujuan kalibrasi sebagai larutan pembanding dalam analisis fotometri. Larutan blanko dapat dibagi menjadi tiga jenis yaitu, kalibrasi blanko (larutan  yang digunakan untuk membuat titik nol konsentrasi dari grafik kalibrasi dan hanya berisi pengencer digunakan untuk membuat larutan standar), reagen blanko (larutan berisi reagen yang digunakan untuk melarutkan sampel, pembacaan absorbansi untuk larutan ini biasanya dikurangi dari pembacaan sampel), dan metode blanko (larutan  yang diperlakukan sama dengan sampel, ditambah dengan reagen yang sama, mengalamai kontak dengan alat yang sama dan diperlakukan dengan prosedur yang sama) (Lesmana, 2011).
Larutan asam mempunyai nilai pH dibawah 7. Semakin kuat keasaman suatu larutan atau semakin besar atau tinggi konsentrasi larutan asam, maka nilai pH akan semakin kecil. Sebaliknya, semakin lemah keasaman suatu larutan, pH-nya semakin mendekati angka 7. Kuat lemah suatu asam bergantung pada kemampuannya untuk menghasilkan ion H+. Asam kuat jika dilarutkan dalam air akan menghasilkan ion H+ lebih banyak daripada asam lemah (Nurul, 2012).
Kisaran pH tomat adalah antara 4,0 dan 4,5. Hubungan antara pH dan kandungan padat (terutama gula) pada romat berpengaruh signifikan terhadap rasa. Derajat kematangan juga merupakan faktor yang mempengaruhi pH buah (Viranda, 2009).
Aquadest digunakan sebagai pelarut. Karena aquadest mengandung airmurni sehingga lebih mudah larut (Filronset, 2012). Pembuatan media agar untuk kultur jaringan dari bahan baku tomat juga menggunakan aquadest, dan proses awalnya pun sama dengan proses pengambilan sari buah tomat. Pembuatan media agar-agar dari tomat pertama-tama tomat sebanyak 150 gram atau 2 buah (untuk 1 liter agar) di blender. Pada proses memblender ditambah air murni (aquades).  Hasil blender kemudian disaring untuk diambil sarinya. Cara lain bila tidak punya blender, tomat dipotong-potong kemudian potongan itu direbus dan air rebusan itu disaring (Asep, 2007).
Pigmen klorofil pada daun bayam dapat diekstrak dengan larutan aseton. Perbandingan yang digunakan yaitu berat sampel dan aseton 1:100. Ekstrak yang diperoleh dapat disaring dengan kertas saring dan dianalisis dengan menggunakan spektrofotometer UV Vis (Setiari dan Yulita, 2009).



DAFTAR PUSTAKA

Asep. 2007. Tomat dan Pisang, Media Kultur Jaringan yang Murah. http://arbavella.multiply.com/journal?&show_interstitial=1&u= %2Fjournal. Diakses pada tanggal 14 November 2012. Makassar.

Dwicandra, Oka. 2012. Kesalahan Spektrofotometeriaaa. http://www.scribd.com/doc/86677341/Kesalahan-Spektrofotometriaaa. Diakses pada tanggal 11 November 2012. Makassar.

Filronset, Marcellinus. 2012. Tinjauan Pustaka Media
Kultur.
http://www.scribd.com/doc/105696807/2-2. Diakses pada
tanggal 11 November 2012. Makassar.

Gama, Noviyanty indjar. 2012. Pembahasan Enzim 2010 Pharmacy. http://meonly-dyvi.blogspot.com/2012_05_06_archive.html. Diakses pada
tanggal 15 November 2012. Makassar.

Isur. 2012. Manfaat Buah Tomat. http://sur-elektronik.fixi.in/-info-kesehatan-manfaat-buah-tomat.xhtml. Diakses pada tanggal 11 November 2012. Makassar.

Harvey, D. 2000. Modern Analytical Chemistry. New York: The McGraw Hill Companies.
                                         
Leph. 2012. Spektrofotometer. http://www.scribd.com/doc/87296726/SPEKTROFOTOMETER. Diakses pada tanggal 11 November 2012. Makassar.

Lesmana, Indra. 2011. Fungsi Larutan Blanko. http://indralesman.blogspot.com/2011/03/fungsi-larutan-blanko.html. Diakses pada tanggal 11 November 2012. Makassar.

Mukramin, Baso. 2012. Spektrofotometri - Absorbansi dan Konsentrasi (Hukum Lambert - Beer). http://www.basomukramin.com/2012/08/spektrofotometri-absorbansi-dan.html Baso Mukramin. Diakses pada tanggal 13 November 2012. Makassar.

Nurul. 2012. pH Larutan. http://kimia.upi.edu/staf/nurul/Web%202011/0902013/Text/pH.txt. Diakses pada tanggal 13 November 2012. Makassar.

Seran, Emil. 2011. Spektrofotometer Sinar Tampak (Visible). http://wanibesak.wordpress.com/2011/07/04/spektrofotometri-sinar- tampak-visible/. Diakses pada tanggal 11 November 2012. Makassar.


Setiari, Nintya dan Yulita Nurchayanti. 2009. Eksplorasi Kandungan Klorofil pada Beberapa Sayuran hijau sebagai Altenatif Bahan Dasar Makanan Tambahan. https://docs.google.com/viewer?a=v&q=cache:p3CzWXZlIgcJ:ejournal.undip.ac.id/index.php/bioma/article/download/3356/3017+%22aseton+dan+sayur+bayam%22&hl=en&gl=id&pid=bl&srcid=ADGEESj36oSvV5L_UZpDJBh1GTEupKVHDo_TYk4Wp39_SVTjoiLF__4mQDwthztvtclUr3po-LvQGhaNufaSfsL-nuO1IVQm0BYuGvFLhDAG2oKUgaePIH0VpX80_HWPDBX2TWUzr97L&sig=AHIEtbTTxP4o99tojhhXg1vsZJ9hPEC2_w. Majalah Ilmiah Biologi BIOMA. Edisi Juni 2009 Vol. 11 No..1 Hal 6-10. Diterbitkan oleh Jurusan Biologi Fakultas Sains dan Matematika Universitas Diponegoro: Semarang.

Suhadi. 2010. Pigmen Membuat Dunia Makhluk Hidup Menjadi Penuh Warna. http://suhadinet.wordpress.com/2010/10/25/pigmen-membuat-dunia-makhluk-hidup-menjadi-penuh-warna/. Diakses pada tanggal 11 November 2012. Makassar.

Viranda. 2009. Pengaruh Kandungan Fenol Total Tomat (Lycopersicum esculentum Secara In Vitro.  http://www.lontar.ui.ac.id/file?file=digital/123734-S09115fk-Pengujian%20kandungan-Literatur.pdf. Diakses pada tanggal 14 November 2012. Makassar.






1 komentar:

  1. PUSAT SARANA BIOTEKNOLOGI AGRO

    menyediakan pigmen BETA KAROTIN untuk keperluan penelitian, laboratorium, mandiri, perusahaan .. hub 081805185805 / 0341-343111 atau kunjungi kami di https://www TOKOPEDIA.com/indobiotech temukan juga berbagai kebutuhan anda lainnya seputar bioteknologi agro

    BalasHapus