Jumat, 01 Maret 2013

Wildan Mustafa "Petani Kentang Kebanggaan Indonesia"


Salah satu pengusaha sukses dalam bidang pertanian adalah Wildan Mustafa. Usaha yang beliau rintis terkosentrasi pada budidaya kentang, dan saat ini berkembang pesat. Beliau merupakan penerus usaha kentang milik ayahnya “Hikmah Farm” yang telah berdiri sejak tahun 1962. Hikmah Farm terletak di desa Margamukti, Kecamatan Pangalengan, Kabupaten Bandung. Kentang bagi beliau merupakan makanan yang mengandung gizi tinggi dan dapat juga dijadikan sebagai makanan pokok karena nutrisinya yang tinggi. Meskipun begitu, beliau juga membudidayakan beberapa jenis sayur lainnya seperti wortel, jagung, kubis, dan lain-lain. Hikmah Farm dibawah pimpinan Wildan Mustafa merupakan usaha keluarga yang mengembangkan agribisnis dengan mengombinasikan antara inovasi, kajian ilmiah, serta kemitraan. Wildan Mustafa merupakan insinyur jebolan Institut Pertanian Bogor tahun 1992. Wildan Mustafa lahir di Bandung, pada tahun 1967. Ayahnya merupakan seorang petani yang sejak tahun 1962 telah bertanam kentang dengan luas tanah hanya sekitar 14 m2. Sejak kecil Wildan telah berkeinginan menjadi petani sukses. Keuletan yang dimiliki membuat beliau berhasil mengembangkan lahan pertaniannya “Hikmah Farm”, hingga ratusan hektar.  Hikmah Farm yang dikembangkannya banyak melakukan kerja sama dengan berbagai pihak sehingga mampu menyuplai kebutuhan kentang sepanjang tahun di seluruh Indonesia.
Salah satu bentuk kerja sama “Hikmah Farm” yaitu, inovasi yang dikembangkan dalam hal pembenihan untuk menghasilkan varietas-varietas baru, dengan bekerja sama dengan IPB dan Balai Penelitian Tanaman dan Sayuran. Hasil dari kerja sama tersebut saat ini telah berhasil menciptakan suatu varietas baru terhadap kentang, sehingga dapat memberikan pilihan baru terhadap konsumen, tentu dengan nilai gizi yang berkualitas. Hikmah Farm dalam sebulan mampu menyediakan bibit sejumlah 1.000 ton untuk didistribusikan kepada petani kentang di seluruh Indonesia. Kentang selama setahun dapat diproduksi selama 2-3 bulan, sehingga selama 8-9 bulan selama masa vacuum, mitra petani menanami lahan dengan sayuran seperti kubi, kol, brokoli, bawang, dan buncis. Hikmah Farm bahkan telah menetapkan jadwal berkala untuk penanaman kentang.
Hikmah Farm milik Wildan Mustafa merupakan salah satu produsen benih bersertifikat terbesar di Indonesia, dan menjadi tempat favorit penelitian  para pakar kentang baik dari Indonesia maupun dari luar negeri seperti Bangladesh, Taiwan, Belanda, Amerika, dan
lain-lain. Penanaman benih atlantik di kebun Hikmah Farm merupakan kebanggaan tersendiri yang dimiliki oleh Indonesia, mengingat selama ini Indonesia selalu mengimpor benih atlantik  untuk keperluan kentang industri. Tahun 2006, Hikmah Farm telah menanadatangani nota kesepahaman dengan PT Indofood Tbk dalam hal pembudidayaan kentang atlantik, yang nantinya akan disebarkan kepada petani kentang binaan Indofood di seluruh Indonesia.
Selain pembenihan, Wildan selaku Direktur Operasional Hikmah Farm juga melakukan kerja sama dengan para petani dalam hal penanaman benih. Beliau memberikan pupuk, bibit, obat hama, serta penyuluhan-penyulan kepada petani dengan tujuan menambah pengetahuan petani terkait penanaman dan perawatan tanaman. Hasil panen petani tersebut dibeli sesuai dengan harga pasar, dan selanjutnya ditambung untuk didistribusikan.  Lebih dari 1000 ton
per bulan, Hikmah Farm mendistribusikan kentang-kentangnya yang memiliki merk “Balados Kentang”, ke berbagai supermarket serta pasar di seluruh Indonesia.
Wildan Mustafa juga mampu menuai panen kentang 3 ton lebih banyak dari jumlah biasanya yakni 25 ton. Hal tersebut bukan karena penambahan pupuk kimia, namun sebaliknya yakni strateginya mengurangi penggunaan pupuk kimia hingga 30%. Pengurangan pupuk kimia diimbangi dengan pemanfaatan 200 kg pupuk organik. Hal tersebut menyebabkan Wildan hemat Rp 650.000 dalam hal pemberian pupuk pada tanamannya. Wildan mendapat pendapatan Rp 13.500.000 dari hasil penjualan 3 ton kentang, dengan produksi rata-rata 28 ton/ha. Wildan mengulangi penanaman tersebut hingga 6 kali, dan hasilnya tetap meningkat.
Hikmah Farm saat ini telah memiliki kurang lebih 50 mitra. Tentu hal tersebut tidak lepas dari kerja profesional serta perencanaan yang baik oleh  penerus usaha Hikmah Farm, Wildan Mustafa dan timnya.  Bagi Wildan Mustafa, pengembangan serta pembudidayaan usaha kentangnya merupakan salah satu bentuk upaya menggalakkan produk dalam negeri, serta upaya meningkatkan usaha petani Indonesia  dengan penyediaan benih bermutu, bersertifikat , dan harganya terjangkau. Hikmah Farm pada tahun 2010, mendapat dukungan HPSP (Holticulture Partnership Support Program) untuk meningkatkan pendapatan keluarga petani karena melibatkan Bapak (sebagai penghasil kentang yang berkualitas), Ibu (berperan dalam pengolahan), dan anak (dalam memasarkan produk olahan kentang). Program tersebut dimaksudkan untuk menghasilkan keripik kentang yang komersil.
Usaha yang dikembangkan Wildan memiliki beberapa stategi atau hal-hal yang penting untuk diperhatikan. Hal pertama yang harus diperhatikan adalah harus memiliki strategi yang matang. Hal penting lainnya yakni visi dan misi yang dimiliki harus jelas agar hal yang diinginkan dapat dicapai dengan maksimal. Selain itu keuangan, sumber daya manusia, kreativitas, motivasi, serta pengalaman dalam membudidayakan kentang bagi Wildan, juga harus diperhatikan dalam melangsungkan usaha ini. Perencanaan yang baik dalam menjalankan usaha juga patut diperhatikan misalnya dalam hal rencana jumlah biaya, serta jadwal-jadwal aktivitas penanaman, mitra, dan pemasaran yang akan dilakukan. Jika hal tersebut dilakukan dengan maksimal dan terencana, maka  akan diperoleh keuntungan yang maksimal.


check this out :)


  




Tidak ada komentar:

Poskan Komentar