Kamis, 09 Mei 2013

Di Balik Hingar Bingar Keramaian, Dunia Sembilan Belas Tahun.


Dear My Self, and You...

Kala Nurani mulai Bergejolak
Alunannya lagi-lagi merasuki relung hatiku
Kata-kata merdu itu, bersenandung lembut ditelingaku
Diam.. tenang.. damai, suasana ruang kecil ini di malam ini.
Di masa krisis iman ini, dimana ku harus terus bangkit dan bertahan kala tamu bulanan tengah menghampiriku.
Namun… kurasa., aku hampir selesai melewati seminggu panjang tanpa tadarrus, seminggu panjang tanpa bersujud pada-Nya



Bulan limaku, awal bulan limaku. Perlahan-lahan Dia memperlihatkanku kuasa-Nya, memperlihatkan padaku arti menjadi “manusia” yang sesungguhnya.  Kala ku masih sibuk mengurusi diriku dam kegemaranku, laptop dan imajinasi tinggiku. Kembali lagi Dia hentakkan padaku, untuk kembali memikirkan masa depanku. Akan menjadi seperti apa setelah gelar bachelor telah ditangan. Setiap hari, setiap waktu senantiasa berada  diantara banyak otak dengan tujuan dan cita serta cinta mereka dimasa mendatang. Kuping ini tak pernah tidur dari serangkaian rencana indah itu. Seperti jatuh dari ketinggian, ku ingin memiliki keindahan itu juga, namun aku belum mampu memutuskan dan bertekad kuat untuk menjalaninya,

Aku. Masih disini. Mengharapkan-Mu, membantuku.. : (



a little quote from "Noriko goes to Seoul’s" movie. Kala masih bisa berusaha, namun kamu punya seribu alasan untuk mengeluh. Penyesalanpun akan datang. Dan… akhirnya tak lebih dari seorang yang penakut, seorang pecundang. Rasanya sudah tua sekali. Bukan lagi seorang anak belasan tahun yang hanya dapat tertawa riang dan menghabiskan waktunya untuk menyenangkan hatinya sesaat. Walaupun dimata mereka yang telah membesarkan, masih lah seperti seorang belia dengan segala keterbatasannya.
Sadarlah hei sadarlah, kau harus bangun untuk hidup. Tak ada pilihan lain, sungguh tak ada pilihan laim selain bangkit dan fokus membuat jalan-jalan dan menitinya menuju tujuanmu. Wahai yang Maha Mendengar, bantu aku..


Astaghfirullah.. apakah terlalu keterlaluan berpikiran sejauh itu? Seseorang pernah berkata, kau hanya perlu belajar dengan serius dan kelak hadiahkanlah hasil kesungguhanmu itu pada mereka, Hal itu jauh lebih baik dibandingkan gelisah bukan kepalang memikirkan sesuatu yang belum terfokuskan.
Namun, kembali teringat pada kata-katanya. Kesuksesan adalah PEMBALASAN terbaik bagi para penghina. Lantas.. Kemana hati, jasad, dan pikiran ini melangkah. ?
Wahai yang Maha Bijaksana, tolong.. bantu aku..

Kala Harus Konsisten menjaganya..

Subhanallah..
Dia
Diapun memperlihatkanku betapa menyedihkannya berniat menjadi orang yang terbaik
dimata orang lain. Betapa menyedihkan.. betapa melelahkan.. betapa merugikan..
Mulai bersikap, mulai berkata iya, berkata tidak, mulai tersenyum, mulai bersedih, kembali harus ku tegaskan pada nurani  “Demi siapa??” “Demi, Demi, Demi..?????????” “Demi  manusia?“ “Demi kata “Tawwa..”. Ruginya.. melakukan segalanya demi manusia sementara dada terasa sesak, dan nyali mulai menciut, dan kembali raga serta air mata jatuh tiba-tiba dengan sia-sia, penuh kesakitan.

Setiap orang berbeda, punya karakter yang berbeda-beda.
Merdeka menjadi diri sendiri, dengan segala kekurangan dan kelebihan yang Dia berikan. Berapa banyak pelajaran yang telah diterima, melalui drama.. manusia.. dari diri sendiri. Muak. Muak kala harus melakukan yang tak disukai. Muak kala harus mendustai nurani. Muak kala tak berhasil meyakinkanmu bahwa sejujurnya “aku tak mau” dan “aku tak suka”. Berhentilah merengek.. itu membuatku akan menyakiti diriku sendiri. Hargai keputusanku

Merdeka menjadi diri sendiri. Tak mau seorang pun terluka, hanya ingin dimaklumi. Mulai membiasakan diri mendengar ribuan kata-kata tak mengenakkan, dan sangat mungkin menurunkan kepercayaan diri serta tekad yang telah kokohnya terpancang dalam dada. Itulah diri yang sebenarnya. Nurani.. adalah pemberian terbesar yang Dia berikan. Detektor tercanggih yang mampu membedakan yang baik dan yang buruk. Wahai yang Maha Sempurna, tolong bantu diri yang sungguh lemah sekali.. sangat dhaif, jangan biarkan nuraniku penuh dengan noktah hitam.. Sehingga aku menjadi sulit membedakan mana yang baik dan mana yang buruk.

Astaghfirullah wa atubuh ilaik
Lantas untuk siapa semua ini, wahai nurani.. wahai jiwa.. mari bersatu, mari belajar bekerja keras, mari bersama berhenti menjadi penakut, menjadi pribadi yang menempatkan malu pada tempatnya.



Berdiri, tegak, yakin, percaya, mempertahankan iman, menggenggam nama-Nya di lubuk hati yang paling dalam, belajar- belajar- belajar- belajar bekerja kerasssss, dengan keras, melakukan semuanya untuk kampung akhirat, demi diri-Nya. Aku tak ingin mendzalimi siapa-siapa. Sudah lama ku terkurung, aku ingin bebas.. dan merasakan, serta berhasil menggapai mimpi indah yang belum ku ketahui itu. Aku ingin selalu bersama-Nya, dalam segala keadaan. Karena hanya Dia tempatku bersandar, satu-satunya yang dapat memahamiku, satu-satunya yang dapat ku percaya di dunia ini, satu-satunya yang dapat menenangkan hatiku.

Aku ingin bernapas lega, ditengah masalah yang menggunung. Ingin lega, ingin tetap tenang. Bukan pasrah. Wahai yang Maha Kuat, tolong bantu aku yakin kalau aku insya Allah bisa.  Dan tak perlu menghabiskan waktu untuk meratapi diri terlalu lama.
Setiap orang berbeda, setiap orang punya keputusan. Namun, tak pernah memutuskan menjadi seorang yang paling benar, paling suci diantara ciptaan-Nya. Setan dengan liar berkeliaran dimana-mana. Membisikkan kejahatan ke dalam dada manusia, dengan berbagai cara. Wahai pemegang hati, tolong kukuhkan nuraniku dari godaan makhluk yang terkutuk. Diriku terlalu lemah, terlalu kecil.. dibandingkan kekuatan yang Kau miliki, untuk membuatku bertahan di tengah bisikan-bisikan sesatnya. Tolong aku ya Rabb.
Umurku tak lagi mudh. Ku tak yakin persiapanku telah cukup untuk menemui-Mu.

Ya Rabb, bantu aku membayar semuanya dengan sempurna, sebelum akhirnya aku benar-benar akan meninggalkan dunia ini untuk selamanya.

Wahai engkau yang lembut hatinya, mohon lapangkanlah dadamu atas segala kekasaran sifat dan perangaiku yang membuatku dengki, membuatmu terluka, dan pada akhirnya membuatmu berpaling dari-Nya.

Ambil saja yang baik-baik dari diriku. Jangan kau ikuti yang dapat membuatmu jauh dari-Nya,
Tegur aku, tegur aku. Kumohon….. dengan cara yang baik. Kembalikan aku ke jalan 
yang lurus dan dirihoi-Nya.

Astaghfirullah wa atubuh ilaik
Astaghfirullah wa atubuh ilaik
Astaghfirullah wa atubuh ilaik
Astaghfirullah wa atubuh ilaik

Ya Rabb, aku mengharapkan-Mu, kala ku senang, kala ku jatuh..

aamiin

#SaythankstoAllahSayBismillahTryTryTryKeepCalmStopComplainTawakkalSuccesINsideAndOUTside

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar