Selasa, 04 Juni 2013

P A C A R A N sebelum Married ? Blacklist..! ^^

dan…kebahagiaan akan berlipat ganda
jika dibagi dengan orang lain~
(Paulo Coelho dalam novel “Di Tepi Sungai Piedra”)


Alhamdulillah setelah hampir seminggu berkutat dengan aktivitas “FINAL SEMESTER”, aku akhirnya punya waktu buat dia, tadaa….


RESENSI

Judul                     : Udah, Putusin Aja!
Penulis                  : Felix Y. Siauw
Visual                    : Emeralda Noor Achni (Al FATIH Studio)
Penyunting            : Ayatullah Khomeiny
Tahun Terbit           : 2013
Cetakan buku         : Cetaka ketiga
Penerbit                 : Mizania
Kota terbit              : Bandung
Jenis buku             : Penuntun Islam
Nomor ISBN          : 978-602-9255-43-0

Buku ini sejujurnya bagus buat dibaca, pesannya ngena, artikelnya mudah dipahami, desainnya menarik, me-remaja-, cewek banget dah warnanya. cuman.. mesti hati-hati soalnya banyak gambar animasinya yang bernyawa, tau sendiri kan? : D

Pemuda, dan pacaran. Sepertinya telah menjadi realita yang menjadi santapan mata kita setiap hari di negeri yang mayoritasnya dihuni oleh kaum muslimin ini. Menurut kamu gimana? Sedih? Biasa aja? Itu sih urusan masing-masing? Sejujurnya saya prihatin loh, apalagi makin ngeri kalo sudah lihat ataupun membaca rentetan berita tak mengenakkan pandangan dan pendengaran terkait kasus-kasus yang me-RUGI-kan pihak wanita yang bermula dari… pacaran, khalwat,TTM-an dan beberapa istilah serupa lainnya.

Bukannya promosi sih, cuman pengen share aja.. Kita kan udah sama-sama tau, kalo Islam itu rahmatalil’alamin, so.. segala yang udah diatur di dalamnya so pasti nggak akan merugikan pihak manapun (kalo kita bener-bener paham+tulus jalaninnya ^^v) Termasuk hubungan antar lawan jenis yang belum ada ikatan yang di HALAL-kan. Allah melarang pacaran juga pasti demi kebaikan
hamba-Nya juga, karena pacaran sebelum nikah itu… lebih banyak mudharatnya. Butuh contoh? Jom, lihat realita di sekitar kita

Buku ini bakalan memaparkan alasan kenapa sih masih ada aja yang milih pacaran ? Trus, kalo masih sulit untuk lepas dari ikatan pacaran... kiat-kiat apa yang dapat kita lakuin?  Bukan cuman itu, dengan pemaparan yang menarik bakal memberitahu kepada pembacanya “untuk hati-hati+selektif kalo pengen ikut-ikutan budaya luar atau dihadapkan dengan budaya ataupun something yang nggak pernah diajarin sama Rasulullah” + of course, nggak disyariatkan dalam agama. Misalnya nih perayaan Valentine, melalui buku ini bakalan dipaparin juga tentang sejarah Valentine+efek kalo kita termasuk salah seorang yang turut serta merayakannya. Wa Na’udzubillah.
Lantas kalo tidak pacaran, hubungan yang bener itu yang seperti apa dong? Ok. Tenang guys, buku ini secara bertahap bakalan menjelaskan disertai dalil terkait hubungan yang dihalalkan dalam islam, bahkan ada juga loh pembahasan terkait khitbah, dan ta’aruf.

Walaupun pacaran itu... tak pernah saya temukan dalilnya yang menyatakan bahwa hukumnya haram, namun.. aktivitas pacaran itu loh yang menyebabkannya dikatakan haram apabila dilakukan sebelum menikah.

Kita.. menginginkan, mengidamkan kelak memiliki pasangan hidup yang memiliki akhlak semulia Rasulullah Sallallahu’alaihi wasallam, lantas... apakah lelaki shaleh akan Allah anugerahkan kepada wanita yang masih melalaikan kewajibannya? Misalnya nih, nutup aurat, ataupun masih terbata—bata dalam membaca Al- Qur’an, shalat fardhu masih bolong-bolong,  Bukankah wanita shalehah hanya untuk lelaki shaleh?


Nah, lantas.. apakah lelaki shaleh dapat kita peroleh melalui ikatan “pacaran” yang jelas-jelas aktivitas nya banyak mengarahkan kita kepada maksiat dan menjauhkan kita kepada-Nya?           Lelaki yang baik, akan menjaga kemuliaan dan kehormatan wanitanya..  Hal tersebut akan dia lakukan dengan menjauhi yang namanya -DATING BEFORE MARRIAGE- ^^v Karena dia tahu ilmunya, tahu kalo pacaran kebanyakan rugiin kaum hawa, tahu.. kalo Allah nggak pernah meridhoi segala maksiat yang salah satunya terbalut dalam kata, pacaran.

Bagi yang Pro >> ikatan pacaran sebelum menikah boleh-boleh saja, bagi  yang pengen tahu lebih jelas pacaran macam mana yang Islam syari’atkan kepada kaum muslim-muslimin, bagi yang senantiasa mencari the real thruth yang Allah tetapkan padanya, Jom.. khofiyaa saranin untuk baca buku  yang udah best seller ini.




Nah, saudariku.. mari kita perbaiki dan mempersiapkan diri kita sejak dini untuk kelak menjadi pendamping lelaki yang shaleh, dan ibu yang senantiasa mencetak generasi yang shaleh-shalehah (aamiin). Jangan sampai kita terbuai dengan definisi “cinta”  yang berkiblat pada kaum kafir. Na’udubillah. Banyak hal yang harus kita persiapkan loh, dalam perjalanan panjang kita menuju titik atau poin tersebut, sudah sepatutnya kita mencari-cari kiat untuk menjadi wanita shalehah... wanita yang menjadi sebaik-baiknya perhiasan dunia bagi lelaki takwa, wanita yang pantas dimuliakan oleh lelakinya kelak. Bukan wanita.. yang murah-mudah bagi lelaki yang belum bisa berkomitmen untuknya dimasa depan (mudah disentuh-mudah dirayu-mudah?) :D  Salah satu jalan yang dapat kita lalui adalah.....  menuntut ilmu agama yang HaQ secara kontinyu,  disini kamu akan belajar gimana sih makna Lailaha ilallah yang sebenarnya? Gimana jadi muslimah yang baik, gimana akhlak, hak dan kewajiban muslimah kepada Rabb-Nya, orang tuanya, suaminya,  dan orang-orang diksekitarnya, nggak hanya itu ukhti, segalanya akan dibahas secara sistematik melalui belajar agama secara kontinyu^^v. Dan tentu saja mengamalkan ilmunya dalam kegiatan dakwah.. baik itu dakwah jama’i ataupun dakwah fardhiah (dakwah yang dilakuin secara pribadi kepada orang lain). Eitssss!!! Jangan parno duluan loh sama istilah dakwah. Esensi dakwah itu... masya Allah mulianya. So,  jangan pernah berpikir kalo dakwah hanya menjadi kewajiban  ustadz-ustradzah but absolutely menjadi kewajiban bagi seluruh kaum muslimin. Dakwah secara sederhana dapat kita definisikan ber-amar ma;ruf nahi munkar alias mengajak kepada kebaikan dan mencegah dari kemungkaran. Misalnya nih, ngelarang nyontek saat ujian, menasehati teman untuk pake hijab yang syar’i, menasehati teman untuk nggak tertawa terlalu keras, menasehati untuk makan bekal sambil duduk, mengajak untuk shalat tepat waktu, etc. Tentu dengan cara yang baik, lemah lembut dan tidak mempermalukannya di depan orang lain. Secara sadar atau enggak, pribadi ber-amal-ma’ruf nahi munkar yang menjadi kebiasaan bakalan membentuk pribadi yang senantiasa berbuat kebaikan. Of course, kita nggak sembarangan menyeru sesuatu kepada manusia, But... ada dalilnya, ada pegangan dan pedomannya. Pegangan tersebut beserta penjelasannya secara detail menurut Khofiyaa cuman bisa kamu dapatin melalui kegiatan menuntut ilmu agama yang dijalanin selama kontinyu dan sistematik, sebut saja dia... tarbiyah. ^^v

Berdakwah berarti menolong agama Allah
Berdakwah berarti memperbaiki  kerusakan yang meraja lela sekaligus memperbaiki diri
Berdakwah.. adalah aktivitas para Nabi dan Rasul
Subhanallah, lantas .. kenapa kita harus malu mengajak orang lain kepada kebaikan dan mencegahnya dari keburukan?
Bukankah.. Allah akan menolong orang-orang yang menolong agama-Nya?



So, jangan pernah takut apabila kamu sedang melaksanakan perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya. Segala ujian akan datang menghadang entah sebagai ujian bagi orang beriman ataupun sebagai pelajaran bagi yang bermaksiat.  Tetaplah istiqamah.. Insya Allah , Allah selalu bersamamu. Mana mungkin Allah akan meninggalkan hamba-Nya yang senantiasa lisannya tak pernah kering dari mengucap nama-Nya, yang aktivitasnya senantiasa dilakukan semata-mata lillahi ta’ala? Pertolongan Allah itu pasti ada... bagi hamba-hambanya yang beriman .



Udah.. Putusin Aja!

Yuk, jangan tunda lagi... mari kita, kamu, aku.. benahi diri dari sekarang, berjuang menjadi wanita shalehah, muslimah hebat.. dambaan umat yeyeyeye ^^

Nice Quote from this book:
CINTA sebatas sebatang cokelat? Wajarlah bila ia hilang dilahap nafsu. Bila tidak, ia akan digerogoti masa. Wajar pula dia bisa ditetak dengan pisau selingkuh. Kenapa tidak? Toh cinta sebatas sebatang cokelat” – Felix Y. Siauw

“Cinta itu memikirkan yang dicintai, bukan hanya kemarin dan kini, tapi nanti” – Felix Y. Siauw

“Apakah namanya cinta bila justru merusak kehormatan dirinya dan dirimu? Tiada cinta sebelum akad, tiada sayang sebelum nikah” – Felix Y. Siauw


This article be advice especially for me, who has the nearest eyes.. and of course for who all of wonderfull muslimah in the world, chotta (y)



wallahu'alam bis shawab

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar