Kamis, 11 Juli 2013

Dewasa, apakah terlihat sangat memuakkan ?

Bismillahirrahmanirrahim
dan batinku pun bercerita..
u.ku dan u.pembaca setiaku

dewasa, apakah fase yang terlihat memuakkan?
Going to 19th
Usia yang tak lagi muda
Apakah keterlaluan jika aku masih menganggapnya usia remaja?
Terkadang aku ilfeel dengan kata "dewasa"
Labil
atau
Karena keadaan disekitarku memang terkadang tidaklah seindah kata kata motivasi atau kata kata mutiara yang teruntai indah kala ku membacanya
Mereka terkadang marah marah, mengumpat, berteriak dimana saja tak kenal tempat seperti anak kecil
Sangat memalukan dan mengecewakan

Mereka tau kalo bohong itu dosa. Hal yang kerapkali mereka haramkam bagi anak kecil itu.. Nyatanya terkadang mereka lakukan
Ibu guru, guru agama, guru matematika, guru ekonomi, saat SD, SMP, SMA, dosen pengawasan mutu, dosen riset operasional, berkata... Bahwa menyontek saat ujian itu dilarang
Tapi tapi.. Itu adalah pemandangan yang sering aku saksikan diantara para mahasiswa, realita itu menjadi bukti bahwa sepertinya menyontek saat ujian dianggap halal bagi sebagian orang yang mungkin menganggap dirinya dewasa..
Oh Tuhan... Jangan sampai aku berbuat demikian. Tolong cegah aku.. Tolong selamatkan aku...
Terkadang mereka saling tak menyapa dalam,jangka waktu yang lama... Seperti anak kecil yang lagi ngambekkan dengan teman sekelasnya
Apakah ini yang dinamakan "perkembangan" dalam pelajaran biologi SMP kelas VII ?
Lantas orang dewasa itu apa? Apakah cakupan umur untuk mereka yang bisa merokok? Atau cakupan kalangan yang kala berbicara... kala asik bercerita.. maka sebagian yang lain (yang dianggap anak kecil) tak boleh ikut nimbrung? Atau.. memang orang orang yang usianya termasuk dewasa namun tingkahnya terlihat memalukan?

Labil
Around of me..
Every person was different, each other has a characteristik.. Someone look childish and the other look grow up,and mature...
Kemana sabar, kemana iman, kala amarah menyerang? Ku bertanya, ku tujukan pada diri sendiri..
Mungkin ini pembeda..
Antara mereka yang beriman
Antata mereka yang dewasa
Antara mereka yang bersabar
Antara mereka yang hatinya lapang dan dilapangkan untuk meminta maaf dan memaafkan
Atau.. Antara mereka yang menuju proses kedewasaan dalam usia nya yang tergolong dewasa
Ahh.. Aku pikir menjadi dewasa bergantung pada ketaatan kita pada-Nya
Realita disekitarku memang membingungkan, aku terkadang membencinya.. terkadang memuakkan.
Namun
Kembali ku tujukan pada diri sendiri
Sepertinya membenci berlebihan... Terlihat bukan tingkah yang dewasa..
Gengsi  tinggi  yang telah luntur untuk mudah menerima maaf seseorang, berprasangka baik, sabar.. Aku pikir.... Adalah contoh sikap "dewasa" untuk menyikapi suatu hal
Hal itu terus bergeliat dalam hati dan pikiranku
Ahh..Indahnya jika memiliki pribadi itu..
Walau syaithan senantiasa menggoda untuk berbuat maksiat
 Aku berharap aku juga bisa jadi orang dewasa, jika.. Definisi ny demikian..
Kapan? Ya Allah.. Sebaiknya aku belajar dari sekarang, mohon mudahkanlah kami ya Rabb.
Labil ?
Mungkin kadang kadang,
Gimanapun itu, aku ataupun mereka tetaplah manusia biasa, yang mungkin khilaf...
hm.. berniat mengurangi kadarnya, sebaiknya memang begitu...
hingga akhirnya menjadi sesuatu yang jarang
biar bisa jadi teladan yang baik
step by step
Aku pikir aku harus banyak belajar
Someone have, different idea?
Ask ur self firstly, before judge me ;)


Allah Ta’ala berfirman:
يَاأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا اصْبِرُوا وَصَابِرُوا وَرَابِطُوا وَاتَّقُوا اللَّهَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ
“Hai orang-orang yang beriman, bersabarlah kalian dan kuatkanlah kesabaran kalian dan tetaplah bersiap siaga (di perbatasan negeri kalian) dan bertakwalah kepada Allah supaya kalian beruntung.” (Aali ‘Imraan:200)

 Dan Allah Ta’ala berfirman:
وَلَنَبْلُوَنَّكُمْ بِشَيْءٍ مِنَ الْخَوْفِ وَالْجُوعِ وَنَقْصٍ مِنَ الأَمْوَالِ وَالأَنْفُسِ وَالثَّمَرَاتِ وَبَشِّرِ الصَّابِرِينَ
“Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepada kalian, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar.” (Al-Baqarah:155)

 Dan Allah Ta’ala berfirman:
إِنَّمَا يُوَفَّى الصَّابِرُونَ أَجْرَهُمْ بِغَيْرِ حِسَابٍ
“Sesungguhnya hanya orang-orang yang bersabarlah yang dicukupkan pahala mereka tanpa batas.” (Az-Zumar:10)

 Dan Allah Ta’ala berfirman:
وَلَمَنْ صَبَرَ وَغَفَرَ إِنَّ ذَلِكَ لَمِنْ عَزْمِ الأُمُورِ
“Tetapi orang yang bersabar dan mema`afkan sesungguhnya (perbuatan) yang demikian itu termasuk hal-hal yang diutamakan.” (Asy-Syuuraa:43)

 Dan Allah Ta’ala berfirman:
يَاأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا اسْتَعِينُوا بِالصَّبْرِ وَالصَّلاَةِ إِنَّ اللَّهَ مَعَ الصَّابِرِينَ
“Hai orang-orang yang beriman, mintalah pertolongan (kepada Allah) dengan sabar dan (mengerjakan) shalat, sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar.” (Al-Baqarah:153)

Ya Allah.. Ya Rahman.. Yaa Rohiim Lembutkanlah hati hati kami Lembutkanlah peranga kami Istiqamahkanlah kami di jalanMu aamiin

http://hendriyana.abatasa.co.id/post/detail/25378/ayat-ayat-al-qur%E2%80%99an-tentang-sabar

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar