Minggu, 18 Agustus 2013

Scam City Via Nat Geo Adventure


Last week
Baru baru ini saya excited skaali buat nonton Scam City. Iya, bagi yang sering tongkrongin channel Nat Geo Adventure pasti ga asing dengan acara ini. Kota penipu, ya! Begitulah terjemahannya.. Sejauh ini saya baru nonton 3 kota di bumi Europe dengan aksi tipuannya. So let me share a little. Barcelona, Subhanallah.. kota ini indah sekali. Sejatinya kota kota di Eropa emang cantik dan indah. Kaya akan ukiran, bangunan arsitekturnya yang khas. Suasanya pun bisa dibilang damai. But, kedamaian ga 100% juga bisa dirasain buat orang orang yang berhasil dikelabui oleh penipu di kota ini. Melalui scam city yang dipandu oleh Host berdarah Irland yang Masyaa Allah cakep hehhe, yup Mr. Conor Woodman, kita pun disuguhi oleh aksi aksi tak terduga yup, dengan bantuan hidden camera. Beberapa tempat yang telah Conor lalui yaitu Barcelona, Praha, Vatikan, dan Roma. Semua tempat tempat indah tersebut punya cerita. Karena nontonnya sudah cukup lama dan reviewnya baru sekarang, yang masih terngiang di ingatanku yakni sebuah tempat romantis bernama “….Waterfaall” yang ada di  Roma. Disitu… akan banyak pengunjung dan tentu saja para lelaki bujang yang mencari mangsa betinanya. Kenapa dikatakan mangsa?? Disitu, mereka terlibat taruhan.. kalo mereka berhasil menggaet wanita dan membawanya pada hubungan yang lebih jauh. Mereka tentu akan memperoleh penghasilan yang sangat besar. Wahh.. mesti hati-hati yah dibalik suasana romantis sang Waterfall !  Langkah pertama mereka adalah mengajak bicara, lalu berkenalan, memastikan sang korban tidak sedang menjalin hubungan, dan saling bertukar nomor telepon. Jika, hubungan itu berlanjut lebih jauuuuuuuuuhh, wahh.. pastilah sang bujang mendapat untung besar. Selain itu, Scam city juga menunjukkan betapa lihainya perempuan-perempuan di suatu tempat di Praha (Saya rada lupa nih, kalo bukan Praha berarti Barcelona). Di malam yang cukup gelap, mereka memulai aksinya. Awalnya, mereka akan menghampiri laki-laki dan menggodanya. Selanjutnya, dengan tangan lincahnya dia akan mengambil dompet sang korban. Entah sang korban tergoda atau  tidak. Jelas, wanita-wanita tadi sudah memperoleh dompet sang korban. Waaww daebak! Tapi gak semua loh wanita-wanita penggoda tadi memanfaatkan situasi untuk mencuri dompet snag korban. Gak semuanya : )
Penipuan juga diperlihatkan di kota Vatikan. Scam city memperlihatkan aksi para pemandu wisata yang semuanya berkumpul dan menghampiri para turis yang saat itu sedang ingin mengunjungi tempat sang Paus berada. Penawaran sang pemandu wisata itu macam-macam, harganya pun macam-macam tingkatannya. Conor pun mencoba meladeni  pemandu wisata yang dianggapnya menyimpan sesuatu yang janggal. Pemandu wisata dengan sangat meyakinkan menawarkan sebuah kartu yang jika Conor memilikinya, maka Conor bisa menemui Paus dan tak perlu melalui antrian yang panjang. Conor membelinya, dan mencoba membuktikannya. Dan hal yang paling mengejutkan ketika Conor sampai, nyatanya di loket tersebut tak ada antrian panjang, dan saya perjelas lagi…  nobody’s there, boro-boro antrian panjang, jelas saja kartu tadi mustahil untuk digunakan untuk bertemu Paus. Ke ke ke ke ke ^^ 

Some day ago
Baru-baru ini saya abis tongkrongin aksi Conor di edisi Arab, tepatnya di Marrakesh dan Madina. Saya nontonnya di pertengahan jadi mungkin ada beberapa yang sulit saya tuliskan takutnya saya salah menafsirkannya hehe. Well, masih dengan
si ganteng Mr. Woodman, saat itu dia sedang mengunjungi temannya yang merupakan pemilik hotel bintang 5 di Saudi. Kata temannya tuh (kalo gak salah namanya Mohammed), sebaiknya seorang turis menyewa guide resmi disini karena positifnya mereka bakalan mengantarkan kita ke toko-toko yang menjual
barang-barang asli, bukan tipuan. Selain itu, Mohammed juga memaparkan bahwa jika ingin membeli barang-barang asli, sebaiknya belanja di New city bukan di Old City. Namun, bukan Conor namanya kalo gak mau berpetualang. Finally, Conor pun bergegas menuju Old city dan tentu saja bersama hidden camera-nya.
Saat berjalan-jalan di Old City, dia dihampiri oleh seseorang yang menanyakan “apa yang sedang kau cari?” , Saat Conor berkata ia sedang mencari karpet, orang itu pun membawanya menuju sebuah toko.  Sang pemilik toko terus saja memperlihatkan pada Conor segala variasi karpet yang dimilikinya beserta usia dan keunggulannya. Finally Conor memutuskan untuk membeli karpet Indah yang kata sang pemilik usianya 50 tahun dan terbuat dari wol, sayang sekali saya lupa harganya .. intinya karpet itu dibeli Conor dengan harga yang sangaaaat mahal. Keesokan harinya, Conor menuju New city dan mencari sang pembuat karpet, yang tentu saja ahli dalam membedakan yang asli dan imitate. Saat conor memperlihatkan karpet yang dibelinya di Old city, sang ahli tersebut menyatakan hal yang cukup mencengangkan. Kata beliau, karpet tersebut termasuk keluaran baru yang usianya kurang dari setahun, sekitar dua bulan. Beliau pun memaparkan bahwa karpet tersebut tidak terbuat dari Wol tapi terbuat dari bahan sintesis. Wahh.. Conor sangat syock !! Finally, dia berencana untuk mengembalikan karpet tersebut tapi sang ahli menyatakan bahwa Conor akan sangat beruntung jika dapat mengembalikan karpet tersebut. Keeseokan harinya, Conor berangkat menuju Old city dan ketika memaparkan niatnya untuk meminta uangnya kembali akibat penipuan yang dilakukan sang penjual karpet tempo hari, sang penjual karpet dengan sigap menyatakan “Oh noo… tidak bisa!!” ia menolak untuk mengembalikan kembali uang Conor, katanya… uang tersebut sudah digunakan untuk para pegawainya. Perdebatannya cukuup panas, hingga akhirnya Conor menawarkan solusi. Ia meminta karpet yang dibelinya ditukar saja dengan karpet yang dianggapnya lebih baik. Hal yang keterlaluan bagi saya, ketika deal untuk menukar karpet itu dengan karpet yang dianggap lebih baik, sang penjual karpet meminta upah lagi. Waww berani bangeet! Tapi niat sang penjual karpet itu gak  kesampaian hehe.  Ternyata apa yang dikatakan Mohammed ada benarnya juga. Conor pun sudah membuktikannya. Finally, sebaiknya kita memang menggunakan jasa guide resmi, yang sudah punya lisensi dari pemerintah. Gak cuman ketika bepergian
di Saudi tapi juga di negara lainnya. Tentu kita tak mau kan jadi korban penipuan?

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar