Rabu, 04 September 2013

Ada Cerita Di Balik Tirai



Dibalik tirai, perlahan ku sipitkan pandangan sayu
Menerawang jauh
Mencoba memahami wacana dibalik tirai itu
“Berat.. jika kau anggap berat
Ringan.. jika kau pikir ringan”
Begitu katanya

Wacana yang dikelilingi oleh mereka
Pikirku mencoba memahami
Kala mereka mulai terasa jauh
Tok..tok... tok.. langkah yang mulai renggang
Semakin banyak pula jalan pilihan
Tak sanggup masuk dibalik tirai itu
Mungkin bukan tak sanggup
langkah kaki terasa berat
Pikiran mulai lelah
Tak mau jadi bebannya
Dibalik tirai, teriakanmu seakan butuh pertolongan
Wahai jiwa jiwa pejuang
Wahai yang penuh kemauan
Raihlah tanganku ini
Sapalah senyum tulus ini
Balaslah raut wajah yang tengah menjelaskan banyak hal padamu
Walau hening menjadi perantara
Dengan penuh ketulusan ingin ku ringankan sedikit bebanmu
Ingin menjadi bagian itu

Namun.. langkah kaki ku tak bisa sejauh dirimu
Tawaku tak bisa sebebas dirimu
Candaku tak bisa keluar begitu saja
Tuhanku sungguh tak tidur
Aku takut dengan-Nya
Dia selalu mengawasiku (juga dirimu)
Sebesar apapun cintamu, mari ku hilangkan sedikit bebanmu
Mari terbitkan lagi senyummu yang telah berganti dengan amarah yang mungkin terpendam,
sakit hati yang belum terobati,
Tangisan yang tak bisa aku dengar suaranya,
dan Lelah yang tengah merajai batinmu

Namun tak bisa memberi lebih.. karena cinta Tuhanku jauh lebih besar
Bolehkah aku sedikit demi sedikit.. atau sedikit belajar menjaga izzah-ku walau mungkin saja memberi luka pada hatimu? walau mungkin saja menjadi racun pada semangat mu yang tengah menggelora?
Kala kata maaf mulai terdengar membosankan
Dan kala maaf menjadi satu satunya kata yang ada
Dibalik tirai aku berdoa
Memohon ampun jika jalan pilihanku salah
Memohon agar rahmat-Nya senantiasa tercurah
Pada mereka yang menjadi saudara...
Pada mereka yang waktunya tercurah untuk yang tak lama lagi
Pada mereka yang perasaannya tengah menjadi korban untuk ke sekian kalinya
“aamiin..” ucapku dibalik tirai





Tidak ada komentar:

Poskan Komentar