Senin, 30 Juni 2014

Tangisanmu Telah Meluap, Sesakit Itukah...?



Air mata itu belum mengering
Dia sering mengalami ketidak adilan hidup
Sepertinya bahasaku begitu baku ya..?
Tapi mungkin saja itu sangat adil dimata Tuhan
Sejak dulu hingga kini..
Dia sangat terkenal karena amarahnya yang tidak terkendali. Bukan hanya itu, sikapnya yang mudah tersinggung dan menyakiti siapapun terkadang membuat saya berpikir “mungkin benar jika ketidakadilan itu sedikit banyak nya dia rasakan”
Namun.. usia masih sangat belia
Aku tak tahu apakah ini karena jiwa tertua yang tak mampu memahami atau mengambil hati, atau bahkan sangat berpegang teguh pada ego masing-masing?
Aku benar-benar kebingungan
Bolehkah aku diamkan saja? Aku benci jika ini berlarut-larut..
Sedikit kasihan.. memaafkan terkadang mudah sekali.. apakah melupakan juga begitu mudahnya?
Apakah bekas nya juga mudah sembuh?
Rasa sakit itu..
takut jika telah melukai hati
Merusak pikiran
Mempengaruhi kelakuan
Bagaimana jika dewasa nanti?

Dia merasa menjadi seorang korban.. orang yang paling sakit, kala semua orang menyalahkannya.. walau terkadang dialah pencipta masalah itu
Wallahu’alam
Aku.. aku hanya menebak isi hatinya
Usia belia.. wajar saja dia menangis seperti anak kecil..
Kasihan..? iya terkadang kasihan juga.. tapi kembali lagi pada alasan sebelumnya
Tapi aku yakin betul dia anak yang pintar
Hanya itu saja
Apakah kemegahan dunia telah membuatnya merasa, bahwa segala yang dilakukannya adalah benar dan baik?
Atau logikanya membuatnya memandang segala yang dilakukannya benar?
Tak ingin disalahkan..?
I’m getting worried
Tuhan... lembutkanlah hati yang membatu
Engkaulah pemegang mutlak hati yang membatu itu
Adakah yang dapat aku lakukan untuk melembutkan hati yang telah membatu...
Apakah hatiku bahkan telah membatu  hingga sulit melembutkan hati yang lain..
Engkau pasti punya solusi jitu
Tolong aku
Tolong dia


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar