Kamis, 13 November 2014

Waktu.. Ajak Aku Hijrah Bersama mu



 Jemari kembali menari
Diatas papan keyboard yang tak baru lagi
Menemani pemiliknya dengan sejuta cerita di hari-harinya
Memaknai kisah-kisah yang telah berlalu
Ketika memori mengingat dan mencatat cacatnya dengan sangat jelas
Bahwa perbaikan harus segera dilakukan
Karena waktu tak pernah menunggu
Bagi mereka yang berlarut pada suatu kegalauan akut yang membutakan pikiran
Mungkin kepahitan itu sulit terungkapkan dengan kata-kata
Bahwa masalah akan selalu datang dan meminta penyelesaian
Bahwa dia datang bersama setumpuk hikmah yang ingin dibagi dan direnungi
Bahwa kesempurnaan diri tak akan bisa dicapai dari setiap pandangan pribadi
Bahwa menjadi diri sendiri kenyataannya jauh lebih berarti
Walau segunung cibiran dari mereka yang suka menyakiti
Walau beribu tawa penuh makna dari mereka yang tengah mendapati dan menikmati kekurangan diri
Tak perlu upaya bahwa “aku tak seperti demikian”
Mereka yang mencintai setulus hati.. apakah mereka membutuhkan nya?
Mereka yang tidak berbelas kasih.. apakah hati nya bahkan akan tersentuh..?
Berhentilah.. mereka tak membutuhkannya.. mereka tak akan percaya itu
Tak cukupkah kasih sayang Ilahi yang mendekapi mu?
Yang Mendengar kala yang lain mengabaikan
Yang Menghapus air mata pilu kala tak ada yang menyadari
Cukuplah Dia yang menenangkan hati
Cukuplah Dia pengobat hati

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar