Sabtu, 21 Februari 2015

Ruang Hati Untukmu.. Kemarin, Hari ini, dan Seterusnya..



Perasaan baru kemarin,
Aku berlarian mengelilingimu, yang berjalan-jalan santai disore hari
Perasaan baru kemarin,
Aku menjadi makmum pada shalat-shalat yang kau imami,
Mendengar serangkaian wejangan rutin setiap kita bertemu,
Menatapimu menghabiskan waktu di depan layar tv milikku
Perasaan baru kemarin,
Aku melihatmu mulai berkutat dengan gigi palsumu
Aku melihatmu mulai berjalan dengan sanggahan besi itu,
lalu aku berdiri disampingmu, sambil memegang lenganmu yang begitu lunak
Ughh.. rasanya baru kemarin
Aku melihatmu menghampiriku,
Meski harus dalam papahan anak-anakmu
hingga ku yakini kau tak lagi kuat dengan fisikmu itu
walau untuk mencoba berdiri tegak, bahkan untuk bergeser dari dudukmu
ahh.. aku terenyuh akan lemahnya dan semakin lemahnya dirimu kini
dan senyumanmu pun menyadarkanku..
bahwa.. dirimu semakin menua saja
Dan kemarin.. Rasanya baru kemarin
Ku menangis dalam diam
Ku berharap dalam sujud yang panjang
Ku menatapi dirimu yang tak mampu lagi walau hanya untuk sekedar duduk  saja
Dirimu.. yang hanya mampu terbaring,
sambil sesekali meminta kami untuk memapahmu ke kamar kecil,
atau.. bahkan hanya sekedar meminta krim gatal untuk kulitmu yang terus kesakitan
Dan hari ini.. momen kemarin rasanya berlalu terlalu cepat
Aku mencium keningmu yang dingin untuk terakhir kali
Aku menatapi jasadmu yang tertimpa angin
sambil berpikir, mungkin saja dirimu masih ada..
Mungkin saja tanganmu, dan badanmu masih bergerak
Namun sekali lagi.. aku tersadar, itu hanya sentuhan  angin yang menerpa jasadmu
Rasanya sungguh baru kemarin,
aku menerima kenyataan bahwa kau tak disini lagi
Tidak disampingku lagi
Yaa.. kau telah pergi dan tidak untuk kembali
Tak ada lagi senyuman indah yang membalut gigi yang tak lagi sempurna
Tak ada lagi yang kuciumi tangannya yang lunak, saat lebaran menghampiri
Tak ada lagi wejangan bak nyanyian merdu di telinga mungilku ini
Apakah kau baik-baik saja
Apakah kau masih kesakitan
Apakah tidurmu indah
Kemarin,, adalah salah satu memori yang indah
yang atas izin-Nya, kau torehkan di lembaran hidupku
Kala Tuhan menjemputmu pulang, aku yakin aku tak akan kehilangan berkepanjangan
Karena kau selalu berada di ruang hati,
yang tak dimasuki kecuali oleh dirimu sendiri
yang atas izin-Nya akan terpatri indah di ingatanku ini
walau mungkin ku juga mulai menua
Kemarin, hari ini.. dan seterusnya,
Semoga Tuhan selalu memelukmu erat
karena tanganku tak lagi mampu menggapaimu
Semoga Tuhan membiarkanku hidup, dengan sepaket memori indah tentangmu
Tentang dirimu, dihari kemarin.
(1 muharram in this hijriyah)

dear my beloved grand father, in the arms of Allah.. Insha Allah :')

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar