Jumat, 27 Maret 2015

[EDISI TEMAN 6] - Bersama Tak Harus Sama :'D




Mem-BUKTI-kan tanda sayang, perhatian, sebenarnya… tidak mesti harus menunggu satu hari spesial atau momen tertentu.. selagi kamu bisa, selagi kamu bersama.. Ukirlah senyum diwajah orang yang kau sayangi
Apakah kau tahu..? betapa dosaku begitu banyak bak debu yang beterbangan di pantai biru
Seandainya kau tahu.. aku berjuang jatuh bangun untuk menebus dosa ku di masa lalu
Ahh.. aku tak ingin kau tahu, aku malu rasanya sampai ke ubun-ubun
Menebus dosa,  mencoba melakukan apa yang Tuhan ridhoi dan menjauhi apa yang Tuhan tak sukai
Bagaimanapun aku mencoba untuk menepi,,untuk menjelaskan berulang kali..
Bagaimanapun mencoba meyakinkanku bahwa ini hanya untuk silaturrahmi
Hanya untuk mendekatkan diri
Untuk menambah keakraban di tengah penatnya kesibukan
Apapun itu caranya, meski momen spesial telah berlalu begitu jauh dari waktu yang seharusnya
pasti semua akan bermuara pada satu kata yang paling tak ingin aku dengar “Happy Birthday”.
Pasti
Itu pasti
Itu berulang kali terjadi
Bukankah seperti itu?
Dan saat itu terjadi.. aku yakin bahwa malaikat d samping kiriku telah mencatat sesuatu
Sudah terlambat jika menyatakan.. niat ku tidak seperti ini
Sudah terlambat untuk berlari… pada akhirnya niat untuk bersilaturrahmi terbalut oleh perayaan yang ku coba ’tuk hindari
Bukankah dapat disamakan dengan keledai jika aku jatuh lagi pada lubang yang sama?
Wana’udzu billah  mindzalik
Aku tak tahu pendapat orang lain
Yang aku tahu aku belajar, dan dari situ aku yakin bahwa ini sesuatu yang Tuhanku tak sukai
Yang aku tahu.. hatiku  tidak ditakdirkan buta oleh Tuhanku yang Maha Sempurna
Alhamdulillah… Alhamdulillah…
Apa jadinya jika hatiku dipenuhi dengan noktah hitam dan tak mampu lagi untuk membedakan yang benar dan yang salah…?
Terserah.. jika orang berfikir aku mungkin saja fanatik
Jika mungkin saja saya munafik atau tidak solid
Mungkin aku bisa memberi, mencintai, menyambung tali silaturrahmi dengan cara yang lain
Mungkin bukan dengan niat yang berbalut rasa peduli seperti ini :’)
Aku tak bermaksud menyalahkan.. jika ingin melakukannya terserah
Mungkin.. anda telah meng-ilmui boleh tidaknya merayakannya
Lalu..anda meyakininya
Itu apa yang anda yakini, silahkan..
Aku tak berhak menghakimi
Sungguh tak berhak
Hanya saja, ini sesuatu yang aku yakini
Dan aku sungguh takut akan pengadilan Allah di akhirat kelak
Kala segala sesuatu.. sekecil apapun akan diminta pertanggungjawabannya
Bukankah bersama tak harus sama kawan?
Iya.. bersama tak harus sama
Aku mencintai kalian.. meski terkadang harus dengan cara yang berbeda, dengan kadar yang berbeda :”)


 Love U Lillah


Jika seandainya kau dapati aku terjatuh di masa depan
Tolong bantu saya untuk keluar dari lubang kemaksiatan yang terkutuk itu


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar