Jumat, 27 Maret 2015

Kala Hati Memberi Petuah








Aku berlari di tengah teriknya hari ini
Berharap tak ada lagi kekeliruan yang terjadi
Dibalik sejuta kekurangan dan kelemahan yang kumiliki
Jiwaku begitu menggelora
Namun disatu waktu, kudapati jiwaku lemah tak berdaya
Seolah kematian menghampiri jiwaku.. yang terbalut pilu oleh fisik yang baik-baik saja
Semilir angin menerpa wajahku perlahan
Seolah paham bahwa keletihan mulai mendera
Sedikit lagi.. sedikit lagi mungkin saja aku telah jatuh, menyerah.. tak berdaya
Ah!
Betapa memalukan
Jika aku tersungkur begitu saja, padahal Tuhan memberi kesempatan untuk bangkit
Jika aku mengeluh, padahal Tuhan memberi seribu alasan untuk optimis
Dan suara hatiku seolah meneriakkan dengan penuh kelembutan
Bahwa..
“Tak perlu beragam sosial media dalam genggaman
Usah kau publish hati yang pilu itu
Usah berkepanjangan
Seolah seluruh dunia akan memberimu jawaban
Padahal itu tidak mungkin terjadi
Cukuplah tangan yang menengadah
dengan bsikan lembut suara sendumu
Kala terasa sulit
Cukuplah hati yang berbicara
Bukankah Tuhanmu Maha Mendengar?
Bukankah Tuhanmu Maha mengabulkan doa?”
Usah kau ratapi
Ayo bangkit, dan memulai lagi
Jangan tunggu esok, jika hari ini kau bisa membenahi
Karena tak ada jaminan hidupmu sampai di esok hari”
Ucap hatiku lantang.. dalam diam



Tidak ada komentar:

Poskan Komentar