Minggu, 12 April 2015

Belajar Bersabar Bersama Jerawat..



Satu hal yang kekeuh pengen jadi teman, meskipun tak seorang wanita pun ingin menjadi temannya adalah si kecil mungil berwarna merah muda. Tak seorang wanita pun menginginkan kehadirannya. Namun ehhhhh…dia terkadang datang bersama teman-temannya. Dan yang terkadang bikin gusar adalah kelakuannya yang bikin tangan terkadang  gatal pengen nyentuh dia. Siapa lagi kalo bukan….. j.e.r.a.w.a.t
Rasanya masa muda kita nggak afdhal kalo muka kita belum pernah dihinggapi oleh sebuah jerawat. Bagi beberapa orang, satu jerawat itu rasanya dapat mengganggu hidup seharian. Belum lagi kalo letaknya yang sangat tidak strategis seperti hidung atau dahi bagian tengah. Maka tak jarang jadilah kita bahan ejekan atau tertawaan teman-teman. Jerawat bisa menurunkan percaya diri, misalnya.  Belum lagi kalo jerawatnya disentuh, dalam waktu yang tidak lama jerawat lain pun akan bermunculan. Entah dengan ukuran yang mini atau pun ukuran  yang besar, kemerahan, dan berisi pula. Bahkan saking gemesnya, terkadang beberapa orang lebih memilih untuk menekan jerawat-jerawatnya. Dan jadilah si jerawat mengempis, meninggalkan bekas, dan mungkin menyebabkan yang namanya “jerawat batu”. Wah,, jerawat batu pastinya lebih parah, bekasnya terkadang susah dihilangkan, dan tentunya menekan jerawat menjadi sebuah kebiasaan buruk. Meskipun begitu, demi menghilang kan apapun jenis jerawat tak jarang wanita memilih mengonsumsi susu khusus atau memakai krim penghilang jerawat. Upaya tersebut tentu saja bagian dari perawatan diri, meski sejumlah rupiah yang tidak sedikit  harus rela dikeluarkan ^^
Kehadiran jerawat sendiri dapat menjadi sumber pahala loh buat kaum hawa. Loh kok bisa…??? Bisalah.. terkadang banyak orang yang berkata seperti ini “kamu sudah keterlaluan… batas kesabaranku sudah habis!” Nah.. sebenarnya nih girls, sabar adalah suatu perkara yang sangat dianjurkan dan sering disebutkan berulang-ulang kali di dalam Al-quran. Sabar itu tiada batasnya, dan  ketika seseorang marah.. maka saat itulah  dia tidak sabar. Ngadepin jerawat aja tidak sabar? Apalagi masalah yang lebih besar? ^^v Mengapa sabar begitu susah bagi kebanyakan orang? Dan mengapa sabar menjadi begitu special? Karena ada hadiah untuk orang-orang yang penyabar yakni, pahala tiada batas..
 “…Sesungguhnya, hanya orang-orang yang bersabarlah yang dicukupkan pahala mereka tanpa batas.” (QS. Az-Zumar: 10)
“Hai orang-orang yang beriman, bersabarlah dan kuatkanlah kesabaranmu…” (QS. Ali Imran: 200)

Hai orang-orang yang beriman, jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu,  sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar. ( Al-Baqarah 153)

“Dan sesungguhnya akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berilah berita gembira kepada orang-orang yang bersabar. ( Yaitu ) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, meraka mengucapkan “ Inna lillahi wa inna ilaihi raji’un “.
( Al-Baqarah 155-156 )

 “Dan sesungguhnya, Kami benar-benar akan menguji kamu agar Kami mengetahui orang-orang yang berjihad dan bersabar di antara kamu…”
(QS. Muhammad: 31)

"maka bersabarlah engkau dengan kesabaran yang baik."(QS. Al Ma'arij: 5)

Jerawat merupakan suatu ujian kecil yang dapat menjadi ladang kita untuk senantiasa bersabar menghadapinya hehehe… Selain itu juga menjadi momen kita bakal deket lagi sama Allah, bakal nyebut-nyebut nama Allah.. setidaknya akan ada kata-kata “Ya Allah.. kok jerawatnya gak hilang hilang ya?” dan lain sebagainya.   Ketika aku baru menginjak usia puber, ibuku selalu berkata “jerawatnya jangan disentuh-sentuh.. sudah biarkan saja.. nanti juga hilang sendiri”. Awalnya saya ragu,  terkadang iseng untuk menyentuhnya tapi selalu kedapatan sama ibu, dan jadilah aku mendapat teguran ke sekian kalinya. Seiring berjalannya waktu.. jerawat rasanya tak mau enyah dari wajah mungilku.. saya mencoba untuk cuek dan bersabar, seberapa besar pun ukurannya. Beberapa upaya lain yang coba aku lakukan adalah mengonsumsi lebih banyak air dan makanan yang bergizi. Meskipun saya tak bisa menampik rasa percaya diri yang kadang menurun. Tapi memang benar yang ibu katakan. Meskipun tanpa disentuh pun, jerawat akan menghilang sendiri. Meskipun waktu yang dibutuhkan bervariasi. Pernah ketika KKN (kuliah kerja nyata) tahun kemarin, aku sering sekali observasi lapangan dibawah terik matahari dan jarang memakai masker wajah. Dan jadilah wajahku ini menjadi tempat subur bagi para jerawat-jerawat itu. Ada satu jerawat yang ukurannya cukup besar, berisi, dan tidak lagi kemerahan namun sudah berwarna kehitaman wkwkwk.. aku berikhtiar untuk menghilangkannya dengan menggunakan salah satu produk foam acne yang merek-nya sudah dikomersilkan.  Namun hampir sebulan, ini jerawat tidak mau berpaling, tak  mau beranjak >_< setiap aku gemes, aku langsung teringat pesan ibu untuk tidak sekali-kali menyentuhnya. Saat penarikan KKN-pun, satu jerawat ini tak kunjung menghilang.. dan tanpa terasa hampir mendekati dua bulan, satu jerawat ini mulai mengempis. Dan ketika memasuki bulan ke 4 jerawatnya sudah hilang, namun masih meninggalkan bekas. Hufft.. aku sedikit kurang percaya diri. Tapi aku tetap membiarkannya.. hingga memasuki bulan ke 7, satu jerawat ini sudah nyaris hilang dan bekasnya hanyalah setitik. Yeahhhhh.. Alhamdulillah… : D :D Wahhh… tujuh bulan nyatanya bukan waktu yang cepat yah girls.. tentu saja bersabar dan berdoa harus diiringi dengan ikhtiar/usaha penyembuhan tertentu :) Meskipun begitu, bersabar menjadi satu hal yang harus terpatri didalam hati, ketika jerawat datang menghampiri ^^
Nyatanya Tuhan pun memberikan satu pelajaran lagi. Bahwa.. kita bisa belajar bersabar dari banyak hal misalnya jerawat. Belajar sabar untuk tidak mendongkol dalam hati, ataupun menggerutu dengan ucapan-ucapan penuh kekesalan.. ingat selalu.. “sabar.. sabar.. ada pahala tanpa batas. Sabar.. tiada batas..” . Datangnya jerawat  juga memberi pelajaran untuk lebih memberi perhatian kepada wajah. Biar tidak uring-uringan lagi ketika noda titik kehitaman mulai menodai wajah yang tadinya bersih. So GIRLS.., stay cool when the acne comin’ to you, even if in the beginning you feel unconfident. Tapi tenang saja.. itu hanya terasa diawalnya. Jika kamu menunjukkan pada dunia “aku baik-baik saja dengan jerawat kecil ini”, maka dunia akan merespon hal yang serupa. So.. trust me ^_^  
Mari belajar bersabar… bersama si Jerawat ^_^






Tidak ada komentar:

Poskan Komentar