Minggu, 12 April 2015

Di medsos, Ketika Ikhwa Menegur Saya…

 

Sekarang ini .. sudah banyaak sekali jenis sosial media yang ada di depan mata. Zaman SMP dulu aku hanya kenal satu jenis sosmed yakni, frendster.  Kini sudah semakin canggih dan tak jarang setiap orang memiliki lebih dari 3 sosial media dalam genggaman. Waw.. itu artinya bagi mereka yang kecanduan, akan senantiasa berburu kartu provider dengan penawaran paket data yang murah meriah hehee.. mengapa? Soalnya ada rasa kecanduan.. ada rasa gelisah ketika tidak melihat ungkapan teman teman melalui time line dan lain sebagainya. Dan jadilah sebagian besar waktu tersita oleh mobilephone. Umm..  fenomena ini pernah dibahas di Metro tv oleh seorang psikolog, dan fenomena ini diberi nama “Nomobophobia” (no mobile phone phobia). Penjabarannya kurang lebih seperti yang aku paparkan sebelumnya yakni, rasa gelisah berkepanjangan ketika berjauhan dengan mobilephone hehe.. apakah anda salah satu yang terjangkit nomobophobia? Sosial media sangat beragam dan menawarkan fitur yang berbeda, sesuai dengan keperluan penggunanya. Sosial media tentu saja menjadi salah satu wadah atau tempat seseorang untuk memperluas jaringan pertemanan, mempermudah komunikasi, menemukan teman lama, dan juga sebagai tempat untuk menunjukkan bahwa “inilah aku” sekarang ini. ^^  Yap! Penunjukkan atau pencitraan itu bisa dilihat dari status yang dipublish, atau bahkan tautan yang dibagikan, serta foto foto yang di upload.
Fungsi-fungsi tersebut tentu saja sangat lah membantu jika kita mampu memaksimalkan nya sesuai kebutuhan masing-masing. Berselancar di sosial media tidak menuntut kita untuk terus-terusan menatap layar handphone bukan? Kadang kadang sempat mikir, orang orang yang aktif di dunia maya itu.. rasanya kok pasif
di dunia nyata.. yah meskipun tidak bisa langsung digeneralkan : ) Bahkan nih yang lebih parah.. salah satu tayangan di Trans7 pernah mengabarkan bahwa, ada pasien yang retina matanya bergeser gara-gara terlalu lama menatap layar handphone. Akibatnya, mata pasien tersebut pun harus dioperasi. Aw aw aw.. wa na udzubillah.. Lain cerita jika pekerjaan kita memang menuntut kita untuk terus berselancar di dunia maya. But aku rasa sekarang itu bisa diakali ^^ kan socmed bisa diinstall di PC, mata pun bisa beristirahat per 2 jam di depan PC. Tergantung kitanya  bagaimana mengatur  waktu untuk istirahat, pekerjaan, dan bergaul di dunia maya: )
Aku juga salah satu korban socmed loh hehe.. aku punya lebih dari 2 socmed dan sekarang ini sedang rehab untuk menahan gejolak kecanduan akan socmed.. setelah dicoba eh ternyata bisa kok ditekan sedikit demii sedikit. You wanna try? : ) Try try try.. insha Allah you can ;)


Nah… ngomong-ngomong soal socmed nih.. salah satu yang paling seriiiiiiiiiiiing aku lihat timeline socmed ku adalah “foto-foto” yang diupload oleh teman teman dunia mayaku. Jenis foto-fotonya pun macam-macam, ada foto narsis dengan berbagai ekspresi wajah,  ada foto yang sangat fotogenik, foto momen-momen berharga.. dan lain sebagainya. Foto-foto diupload ditujukan agar orang bisa merasakan betapa bahagianya kita ketika sedang berada di momen tersebut, serta dapat pula ditujukan untuk menginspirasi orang lain. Atau… sebagai cara untuk menunjukkan inilah aku.. pencitraan bahwa seperti ini lah wajahku saat ini, dan berbagai tujuan tujuan tersirat lainnya hehehe..
Aku adalah salah seorang pengguna socmed yang … terbilang jarang memasang fotoku sebagai profil picture. Sekalipun menggunakan foto sendiri, pasti wajah aku tutupin. Bahkan sering memohon memohon sama teman-teman untuk menghapus foto close up-ku yang terlanjur mereka upload. Hehe… gag tau kenapa.. #1 kok malu sekali hehe. Selain itu aku juga #2 ikutan parno gegara maraknya kasus hipnotis yang berawal dari foto, dan berujung pada penipuan dan pemerasan ckckck.. dan hal yang terpenting adalah #3 karena saya seorang wanita, maka…haruslah dijaga dari pandangan mereka yang tidak halal  ehm.. pandangan para kaum adam : )
Fine! Memasang profile picture berupa wajah sendiri,  mungkin saja pendapat ku beda dengan pendapat beberapa orang, hanya saja.. ketika seorang wanita memasang profile picture dengan wajah sendiri, yakinlah.. bahwa mayoritas kita akan memasang foto yang tercantik, yang terindah.. yang bahkan mungkin harus melalui proses edit di app 360 atau mungkin photoscape.. untuk membuat wajah sedikit terlihat lebih cerah, fresh, dan mungkin “unyu” .  aku tau.. bahwa akan ada kepuasan atau kebahagiaan tersendiri kan setelah  berhasil memperoleh foto yang dalam kacamata kita, terlihat perfect?  Nah..ketika prof pict pun terganti, semua orang yang notabenenya menjadi teman akan melihat foto perfect versi kita, dan simpelnya bisa dibilang bahwa.. foto wajah kita yang perfect dan menawan itu pun menjadi santapan atau milik public. Aduh.. sayangnya kawan :’)
Mungkin  banyak yang berfikir bahwa apa masalahnya..? masalahnya adalah bahwa.. kita seorang muslimah. Muslimah tentu saja cantik. Menjadi cantik.. adalah fitrah bagi setiap wanita,. Semua wanita ingin terlihat cantik : ) dan saking cantik dan  berharganya seorang muslimah, saking cintanya Allah kepada seorang muslimah,  maka turunlah perintah berhijab.. mengapa? Biar wanita itu terlindungi.. terjaga.. dari pandangan nakal mereka yang terlanjur mengikuti bisikan syaithan.
 
 
“Katakanlah kepada wanita yang beriman: “Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak dari padanya. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung kedadanya, dan janganlah menampakkan perhiasannya kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putera-putera mereka, atau putera-putera suami mereka, atau saudara-saudara laki-laki mereka, atau putera-putera saudara lelaki mereka, atau putera-putera saudara perempuan mereka, atau wanita-wanita islam, atau budak-budak yang mereka miliki, atau pelayan-pelayan laki-laki yang tidak mempunyai keinginan (terhadap wanita) atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat wanita…” (An-Nur:31).


"Hai Nabi, Katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mukmin: "Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka". yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak diganggu. dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang"
(Al-Ahzab:59). 



Lantas apa hubungannya dengan memasang foto wajah di dunia maya? Muslimah  dengan paras yang cantik tentunya patut bersyukur kepada Allah.  Namun.. kecantikan tersebut juga menjadi sebuah ujian, bukankah ia menjadi suatu Fitnah.. jika diumbar begitu mudahnya di dunia maya? Tiada seorangpun yang dapat menilai isi hati orang lain.. sungguh menakutkan jika syaithan pun ikut ambil peran. Apa yang terjadi jika foto paras menawan itu, dapat menimbulkan syahwat dihati mereka yang memandangnya? Sungguh mencegah lebih baik daripada mengobati kan ukhti? :)  Memang benar bahwa meskipun wajah ini.. bukanlah suatu yang wajib untuk ditutupi, namun alangkah baiknya jika kecantikan ini..  dijaga layaknya mutiara dalam kerangnya, dan tidak sembarangan diekspos pesonanya dengan seabrek pemoles wajah (misalnya), kecuali kelak dipersembahkan  seutuhnya hanya untuk dia yang menjadi sang imam.., satu-satunya adam yang dihalalkan dan dipercayakan oleh Allah untuk mendampingi dan membimbing kita.. Bukankah menjadi muslimah yang mampu menjaga dirinya, impian bagi  setiap adam? Tentu saja : ) Bahkan seburuk-buruknya pria, yakinlah ia menginginkan wanita  yang terjaga ^^v
Ketika zaman sekolah dahulu, ketika hidayah mulai menyapaku. Ehm.. 4 tahun yang lalu. Aku punya beberapa teman lelaki di medsos yang kumiliki. Entah ia lelaki berilmu maupun yang awam sekalipun. Hingga suatu ketika.. aku memasang foto wajahku sebagai profile picture+ gaya unyu ala anak SMA, namun bagian wajah aku blur dengan warna yang agak gelap. Tahukah engkau ukhti? Beberapa waktu kemudian seorang ikhwa yang kukenali (yap.. kami satu sekolah ketika SMP dulu) mengirimkan sebuah pesan.. kurang lebih isinya seperti ini
“k*** wajahnya kelihatan…, bisa mungkin diganti.,…bla..bla..bla… ”
Subhanallah.. pdahal mukaku nggak kelihatan loh, lantas aku merasa tamparan keras menerpa hatiku yang labil,  seketika aku terdiam lalu mengganti prof pict ku. “Kok harus  cowok yang negur sih? “ : ( renungku dalam hati kala itu.
Dan beberapa waktu yang dekat ini, mungkin aku khilaf..  dan memasang foto profpict medsos dengan gambar fotoku  dari ujung hijab hingga bawahan bersama sahabat-sahabatku. Aku sengaja mengambil gambar dari jarak jauh, agar.. wajah kami tidak terlihat jelas.. um. Hanya sekedar sunggingan senyum yang mungkin bisa dipahami dari jarak jauh, hm.. gambar yang  cukup kabur dipandangi untuk sebuah display picture.


Dan tak lama kemudian seorang ikhwa yang kukenali mengirimkan sebuah pesan
“k***  wajahmu yang mana…....”
“Blek! Ya Allah segitunya.. apa kah saya sudah berdosa jika tanpa sadar  membuat seorang laki-laki sepenasaran itu..? atau mungkin ini sebuah teguran halus dari seorang lelaki berilmu kepada saudari seiman-nya?” entah kenapa kalimat itu menghujaniku dari lubuk hati yang terdalam. Hm…
Apakah menurut anda ini begitu berlebihan?
Aku pikir tidak ukhti : )
Aku bukannya ingin ber negative thinking, but.. sometimes we should think ‘bout the impact that might be happened. Bayangkan ya jika seandainya syaithan berhasil menghasut lelaki ini, … ketika aku katakan “aku perempuan yang berbaju …. Berjilbab… di bagian tengah…” Jika imannya sedang lemah, lelaki tersebut bisa saja memikirkan sesuatu, dan tak tahu apalagi yang akan terjadi selanjutnya. Bukankah pandangan merupakan panah-panah syaithan yang sangat berbahaya ukhti?  Simaklah beberapa pencerahan  yang disampaikan Ahmad Salim Badwilan dalam bukunya, “Menikmati Cinta”.
 





Aku hanya merasa.. lagi-lagi Allah mencoba menyelamatkan ku  dan mengembalikan ku (lagi) ke  arah yang benar : )

Jika wajah ini di dunia maya begitu terlindungi, apalagi di dunia nyata. Namun.. bukan berarti kita tak boleh tersenyum, dan  hanya boleh menunduk. Ehh lama-lama kejedot tembok deh =_= Bukan seperti ini : ) Mbak Oki Setiana Dewi pernah memberi pencerahan dalam sebuah seminar, kita.. layaknya menjadi seorang muslimah yang bijak dan paham  kapan dan kepada siapa saja ia tersenyum, bagaimana patutnya ia tertawa, serta bagaimana patutnya berbicara di depan lawan jenisnya. Tidak menjadi seorang muslimah yang galak dan membuat orang tak ingin dekat dengannya, atau justru begitu lembut setengah mati kala berbicara di depan lawan jenisnya.  umm.. mungkin bahasa kasarnya adalah.. cengengesan.
“Hai istri-istri nabi, kamu sekalian tidaklah seperti wanita yang lain, jika kamu bertakwa maka janganlah kamu tunduk dalam berbicara sehingga berkeinginan orang yang ada penyakit dalam hatinya.” (QS. Al-Ahzab: 32).

Beginilah kita.. wanita muslimah dunia.. punya hawa nafu yang harus selalu mampu dikendalikan. Berbeda dengan bidadari syurga, mereka tak punya nafsu.. sehingga ia sangat patuh lagi taat kepada Allah. Dan ketika para wanita muslimah di dunia mampu mengendalikan hawa nafsunya, karena semata-mata takut kepadaNya.., maka jadilah ia wanita yang mampu menyaingi dan dicemburui oleh bidadari syurga, lalu kelak menjadi ratu bagi bidadari di syurga.  Masya Allah.. betapa mulianya kedudukan wanita sholehah di dunia..  :”)
Tenang ukhti, engkau tak sendirian. Aku berkata demikian bukan karena aku sudah mampu menjaga diri seutuhnya. Aku masih dalam proses belajar, dan sebagai wujud cintaku  padamu wahai ukhtifillah.. aku tak mau belajar sendirian, aku tak ingin menjadi lebih baik sendirian. Bukankah luar biasa jika kita bersama-sama menjadi muslimah yang lebih baik?
Mari berazzam.. mari bertekad untuk menjadi lebih baik, dan senantiasa tak lepas memohon pertolongan dari Nya : )
Tetap semangat, wahai bidadari yang dirindu syurga ^^v









Tidak ada komentar:

Poskan Komentar