Minggu, 12 April 2015

Ketika Semua Masih Tentang Olga Syahputra



Dua  pekan terakhir ini saya selalu pulang telat ke rumah. Maklum, mahasiswa tingkat akhir mulai berkutat dengan persiapan penelitiannya. Dua pekan yang lalu, saya tiba di rumah abis maghrib. Dan sempoyongan menuju dapur demi segelas air. Tak lama adik bungsu dan bapak mulai heboh gegara tv swasta dan portal berita online menghaturkan ucapan bela sungkawa atas meninggalnya Olga Syahputra. “Innalillahi wa inna ilaihi raaji’uun” sontak mengucap kalimat istirja ini.. tidak menyangka salah satu sosok multitalenta Indonesia meninggal dunia secepat ini. Bagaimanapun pada akhirnya saya menyadari bahwa Allah dapat mencabut nyawa kita, tak peduli seberapa tua atau seberapa muda usia kita. Bang Olga telah melewati perjuangan melawan sakitnya dalam waktu yang tidak singkat.  Dan satu hal yang bikin ngiri adalah bang olga meninggal di hari jumat, dan yang doain+mengantar jenazahnya masya Allah banyaknyaaa. Masya Allah.. semoga akhir hayatnya senantiasa dalam kebaikan aamiin.
Keesokan harinya hingga hari ini.. acara televisi rasanya tidak pernah berhenti membahas tentang olga syahputra. Rasanya tak pernah habis cerita untuk membahas tentang kemurahan hatinya, serta canda tawa yang ditawarkan melalui guyonan beliau. Aku dan ibu bahkan sampai keterusan nonton acara on air di tv gegara kisah hidup beliau yang mengharukan hohoho. Dulu, dua tahun yang lalu.. saya seriiing kali bergumam, bang olga ini kok tidak ada capek-capeknya yah.. mulai sahur, pagi, eh.. pas mau ifthar (buka puasa) ada lagi di tv, dan semuanya ON AIR pemirsa.. kapan istirahatnya yaa? Wah… mungkin faktor kelelahan juga menjadi salah satu penyebab beliau sakit :’)
Dua pekan terakhir rasanya saya jadi orang yang paling kepo soal beliau hehehehehe.. tapi kepo soal hal-hal yang positifnya yaah, bukan kepo berita-berita tentang almarhum yang  sengaja dibuat-buat dan penuh akan simpang siur.  Setelah mengikuti dan mendengar, rasanya perjuangan hidup beliau betul-betul sarat akan perjuangan. Dan sungguh bisa jadi spirit buat anak-anak muda yang semangat hidup, semangat belajarnya kadang naik turun. Aku tahunya juga dari tv.. kalo beliau sampai harus jual perabotan rumah buat kursus, demi cita-citanya yang tinggi.. menjadi bintang terkenal. Bermula dari orang yang minta tanda tangan hingga menjadi orang yang diidolakan. Dari orang yang hidupnya sangat sederhana hingga jadi orang yang berkelimpahan dan tidak arogan. Setiap acara tv yang ada dia, pasti ratingnya tinggi. Anak tertua yang rasa bertanggung jawab dan ketulusannya sungguh terasa, dari segala hal yang diberikan kepada keluarganya. Orang kaya yang hatinya perasa, sangat pemurah bagi orang-orang disekitarnya dan taat beribadah. Bahkan sempat nonton dan mendengar komentar seseorang tentang beliau.. kurang lebih seperti ini..
Host                  : Coba sebutkan 1 kata tentang Olga Syahputra
Guest Star      : Mumpung
Host                  : Mumpung?
Guest Star      : iya suatu ketika saya pernah bertanya kepada almarhum. “Olga
Kenapa semua tawaran pengisi acara di Tv dari sahur, pagi, sampai mau buka puasa semuanya diambil?” Si olga menjawab.. “mumpung kak, mumpung saya masih sehat.. mumpung saya masih dibutuhkan.. mampu menghibur banyak orang”. Lalu saya ngerasa.. olga ini orang yang total dan rela melakukan semuanya, meskipun akhirnya ia harus sakit, namun.. ia telah berhasil menebar kebaikan bagi banyak orang.
Bleg! Wahh.. betul yang kakak ini katakan.. rasanya benar-benar banyak dari hidup bang olga yang bisa ditiru dan dijadikan pelajaran. Lantas aku bertanya pada diri sendiri.. “Apa yang sudah aku lakukan untuk orang disekitarku hari ini? Apakah sudah ada manfaat yang aku berikan pada orang disekitarku, meskipun hanya mengukir senyuman kala air mukanya penuh dengan kemurungan? Apakah sudah segiat itukah aku belajar untuk mengejar cita-citaku? Apakah sudah seringkah aku menitikkan air mata dalam bermunajat kepada-Nya?”
Semangat berbagi beliau kepada mereka yang kurang mampu, bahkan sampai dibuatkan program acara sendiri oleh salah satu tv swasta. Kehadiran beliau sungguh menebar banyak cinta dan kebaikan bagi orang–orang disekitarnya baik sahabat, keluarga, hingga anak yatim dan mereka yang kurang mampu. Lantas… layaklah jika kepergiannya begitu ditangisi dan pribadinya begitu dirindukan oleh banyak orang. Saya bahkan sampai terkaget-kaget melihat sekilas acara tahlilan almarhum, yang dihadiri oleh banyaaaaaaak orang. Jadi keingat almarhum.. Ustad. Jefry Al-Bukhori :’) Dan sebagai orang yang ditinggalkan, hanya doa yang dapat kita haturkan kepada saudara seiman kita ini, semoga beliau  tenang dalam pelukan Allah.. dan amal kebaikannya di dunia menjadi penerang dalam kuburnya :’)
Sungguh beliau merupakan salah satu orang yang darinya, banyak pelajaran yang dapat diambil. Termasuk pola hidup beliau yang mungkin  terlihat kurang sehat, juga patut dijadikan pelajaran berharga untuk lebih mencintai tubuh ini.. meskipun lagi sibuk-sibuknya kerjain tugas, laporan, etc.. namun harus tetap menyediakan waktu untuk istirahat, untuk makan makanan yang sehat, dan olahraga.
Aw aw aw.. kesannya saya bener-bener sukses yaa kepo-in kisah hidup beliau, ya.. tidak apa-apa lahh.. beliau sudah tidak ada, tidak ada salahnya kalau kita meniru segala kebaikan yang telah dia lakukan selama didunia ini. Saya pun mulai berbenah.. untuk mimpi yang sempat menjauh dari pelupuk mata, kala semangat yang terkadang meredup dihantam ujian hidup. Dan bermunajat kepadaNya pun menjadi satu-satunya pengobat pilu, semacam vitamin yang membuatku kembali bersemangat untuk melanjutkan hidup. Rasanya bang Olga sukses jadi manusia yang memberi banyak manfaaaaat bagi banyak orang, jadi pengen juga jadi orang kayak beliau.. aamiin   : ) kebaikan beliau mengingatkan akan sebuah hadist Rasulullah.  Rasulullah Sallallahu’alaihi wasallam pernah bersabda:
خير الناس أنفعهم للناس
Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi orang lain 
(HR. Ahmad, Thabrani, Daruqutni. Dishahihkan Al Albani dalam As-Silsilah As-Shahihah).
Cepat atau lambat.. kita pasti bakal menyusul beliau. Semoga selalu membiasakan diri dalam kebaikan. Sehingga kapanpun malaikat maut menjemput, smoga kita dijemput dalam keadaan melakukan kebaikan.

“Karena harta tidak dibawa mati, jadi harta jangan dimakan sendiri.. tapi dibagi-bagi” – quote: Olga Syahputra (2015)



Tidak ada komentar:

Poskan Komentar