Senin, 07 September 2015

Kala "waktu", Merenggut Jiwa Lamamu...

pinterest.com

Kacamatamu mungkin masih sama
Tapi apakah yang kau pandang masih kah sama?
Waktu tak pernah terputar kembali
Meskipun diri mengemis memohon hingga air mata menetes dipipi
Orang orang bisa saja berubah
Yang kemarin penuh cinta.. mungkin cintanya berkurang.. bahkan boleh jadi hilang tak bersisa
Ada juga yang penuh amarah
Lantas hatinya mulai melembut dengan air wajah penuh tawa
Kacamata yang mana yang kau gunakan?
Apakah minus-mu bertambah?
Hingga tak mampu lagi memandangi lalu meresapi
Air wajah sedih dari orang yang kau hampiri
Oleh kata kata yang mungkin tak terduga akan menyakiti
Ahh.. jangan buatku mengambil kesimpulan yang salah
Bahwa kau benar-benar berubah
Apakah semua orang sama ketika “waktu” menghantuinya?
Membuatnya berlari sekencang-kencangnya
Dan mungkin tanpa sadar membuat yang lain tergerus tak ada daya
Membuat hati yang terlanjur percaya tak bisa berkata apa-apa
Kala kau berharap memaklumi adalah solusi satu-satunya
Sudah.
Sudah.
Aku sudah terlalu banyak dosa
Semoga pengampunan-Nya datang seiring kerikil yang kadang datang tiba-tiba
Mungkin memang benar
Bahwa..
Setiap jiwa pasti akan –terpaksa- ataupun –sengaja- atau tidak sadar-
Untuk melakukan banyak hal yang membuatmu terkejut
Tak menyangka ada sisi lain yang membuatmu kecewa
Dan kaupun terdiam.. sembari berjanji ditengah heningnya malam
Bahwa kau tak akan pernah berbuat  sama kepada jiwa yang lain
Tak membiarkan yang lain merasakan kepahitan yang nyaris kau kecap
Maafkan.. lalu lupakan

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar