Sabtu, 12 September 2015

Part 1. Hadiah dari Langit, di tahun 2014




Menjelang tahun ketiga di bangku kuliah, saya menyadari bahwa.. masa muda saya harus bermakna dan berwarna. Dan untuk mewarnainya saya harus mengembangkan apa yang saya miliki and spreading the kindness for the other, entah dengan bergabung pada organisasi tertentu, ikut tarbiyah ataupun tahsin, dan mengikuti kegiatan atau perlombaan yang sesuai passion saya. Tahun 2014 lalu menjadi tahun yang cukup berkesan selama menjadi mahasiswa ^_^ semoga kalian terinspirasi, dan dapat melakukan hal yang lebih dari hal-hal yang pernah saya lakukan, karena masa muda tak akan terulang.
Belajar di luar Kotak yang Sejuk
Di awal tahun 2014, Keluarga Mahasiswa Jurusan Teknologi Pertanian Universitas Hasanuddin memastikan terselenggaranya sebuah kompetisi dibidang teknologi pangan+keteknikan pertanian bertajuk “Agritech Exhibition”.  Scenario Tuhan pun memastikanku menjadi salah satu anggota TIM  yang bisa dianalogikan sebagai CPU sebuah PC, untuk kegiatan ini hehehe. Dan jadilah saya kebagian tugas sebagai penanggung jawab Liason Organizor bagi peserta. Oh ya.. tahun ini adalah tahun pertama diselenggarakannya AE tingkat nasional, jadi kami cukup kelimpungan menangani beberapa hal but Alhamdulillah finally it’s done readers. Tamu-tamu kita tahun ini didominasi oleh mahasiswa dari pulau Jawa, dan tugas pertamaku berawal dengan membentuk PJ bagi setiap tim (peserta). Ada banyak hal yang ku syukuri lewat peran kecilku ini, betapa perencanaan begitu penting sebelum melakukan suatu aksi. Fail to plan, if means plan a fail right? Saya juga belajar betapa pentingnya membuat konsep judul kegiatan yang mampu menarik perhatian publik, karena sejatinya setiap kata yang digunakan harus mampu diterangkan kepada warga KMJ sebelum akhirnya ACC untuk dipublikasikan. Saya pun mensyukuri dapat belajar merencanakan agenda yang akan dilakukan tim L.O untuk setiap pesertanya, belajar untuk amanah, belajar menyampaikan hasil rapat tim-ku kepada tim L.O, belajar me-manage orang lain agar mau berperan maksimal selama tim peserta berada
di Makassar.. It’s such a precious lesson that we can’t achieve from a class that full of AC. Tentunya  bukan berarti semuanya berjalan mulus, tentu ada kerikil. Namun begitulah proses belajar, we never take a lesson before we know and we aware about a fail thing-mistake that we did. Dan hingga saat ini saya meng-apresiasi kerja tim L.O, atas kerja kerasnya yang penuh tanggung jawab mengawal peserta lomba sejak peserta dinyatakan lolos sebagai finalis, hingga mengantarkannya kembali ke bandara. Aku yakin ada moment yang terasa sulit bagi kalian, karena pelaksanaan kegiatan ini menjelang minggu MID semester. It’s really touched guys #tekpertUH2011 #BAUT2011.   ^^ ^^ ^^v




Saya Tak Akan Bisa Merasakannya, Sebelum Mencobanya
Di pertengahan tahun, saya mencoba (memberanikan diri) mengikuti kompetisi menulis essay nasional yang pernah diadakan oleh MITI mahasiswa Saat itu tema yang diangkat cukup menarik yakni, “Go Pangan Lokal”. Saya saat itu tidak sempat memikirkan “ketakutan” bahwa kenyataannya artikel saya akan ditandingkan dengan karya anak-anak bangsa seluruh Indonesia. Intinya yang pertama adalah.. saya mau mencoba, hm.. itu dulu.  Kalaupun nanti kalah tak perlu putus asa, namanya juga proses belajar ^^. Saya mencoba untuk percaya diri, dan mengatur mindset bahwa “saya akan menjadi yang terbaik, so I should work hard to reach it! Bismillah..”. Kala itu saya mengambil topik bahasan tentang keberlimpahan pati di Indonesia, karena pada saat yang sama dosen lagi excited-nya menjelaskan tentang pati di salah satu mata kuliahku ^_^
Seminggu pra lomba saya mulai melengkapi buku-buku di perpus pusat (yang bisa menguatkan statement saya), membaca buku SMA kelas XII tentang cara menulis essay hehehe.. cause this is the 1st time to write an essay :’’) dan mulai mengembangkan kerangka artikel pertama saya hehe.. ini benar-benar nekad, otodidak serta terbilang cukup mendesak karena satu minggu pra lomba memang menjadi planning untuk fokus ke essay ^^.  Saya akui di akhir penulisan essay, saya sempat berniat untuk memperlihatkan karya saya ini kepada beberapa dosen untuk dikoreksi. Hm.. kekhawatiran itu datang tiba-tiba. Namun apa daya waktu terlalu mepet, ya.. aku dapat satu pelajaran lagi tentang waktu. Dan jadilah saya mengirimkan karya tersebut sesuai format yang saya pahami ketika SMA dahulu :’) Then I prayed for the best result and keep tawakkal.
One months later I was open the committee’s website, dan cukup terkejut ketika mindset saya benar-benar bekerja dan menjadi kenyataan. Alhamdulillah.. thank God. Ini sungguh pengalaman yang tidak terlupakan. Saya tidak menduga tapi ini menjadi suatu pelajaran bahwa.. semuanya berawal dari mimpi dan keyakinan kuat, yang dibuktikan dengan usaha yang nyata, serta doa tiada henti. Memang benar bahwa usaha tak pernah menghianati hasil :’) dan sejujurnya ini menjadi motivasi untuk tak pernah berhenti belajar dan mencoba menulis :’) Mungkin suatu saat menulis akan menjadi hobi yang dapat menghasilkan uang hehe aamiin. You wanna try? Just try it, don’t be hesitate.. apalagi minder ;)






Ketagihan…
Terus terang saya mulai ketagihan untuk hunting lomba-lomba di google, socmed, maupun mading fakultas haha. Dan saya pun tertarik pada satu lomba karya tulis ilmiah nasional yang diselenggarakan oleh anak-anak PRISMA UB, Malang. Absolutely it still about science food and technology. Saya mulai mencari partner, menyusun ide, mencari dosen pembimbing, dan mulai menyusun KTI. Tema KTI kami masih seputar -- > Modifikasi Pati, Enzim, Produk Pangan ^^ Thank to Ulfhi Dwi Simtadegi.. ide awal pure berawal darinya, tentu atas kehendak-Nya ^^
To be continued… insyaa Allah.







Tidak ada komentar:

Poskan Komentar