Senin, 07 September 2015

Tuhan Tarik Hatiku..

Hidup ini memuakkan dan menyedihkan
Ketika.. batinmu kalah saing dengan nafsu mu yang disukai iblis, yang harusnya menjadi lawan
Berapa banyak kepingan amal yang kau tunaikan di hari-hari yang lalu
Hingga tanpa kau sadari keringatmu mulai melepuh
Berharap kerja kerasmu mampu menebus dosa yang baunya begitu menyengat
yang mungkin tercium oleh penduduk langit
Sempat kau rasakan manisnya iman dalam dada
yang terpantul oleh indahnya akhlak dan kata-kata
lalu apa hari ini?
kau nyatanya jatuh kembali
weheartit.com


Tuhan tolong tarik hati
Yang tak tahu begitu mudah jatuh lagi
Ke lobang yang Kau murkai
Itu menyakitkan hati
Dengan segala ke-Maha Pemurah- yang Kau miliki
Penuh harap  memohon, jangan benci diri yang hina ini
Adakah ruang yang tersisa di tempat indah kelak yang tak dapat dijangkau oleh akal dan naluri?
Kau tau pasti jawaban dalam hati
Permohonan yang begitu tinggi
Oleh  Sang Alim bahkan hingga Sang Pendosa
Yang hidupnya penuh perjuangan melawan godaaan para makhluk durhaka yang tak pernah jera
Bisa apa tanpa belas kasih Sang Penyayang
Bisa apa tanpa kekuatan dari Sang Maha Sempurna
Bisa apa???
Nyatanya tak bisa apa-apa
Tangan kecil mulai terulur malu-malu
Menengadah tanpa kata
Hanya tetesan air mata yang mulai terjatuh
Ketika amal digadai dengan dosa
Lantas apalah lagi yang menjadi harapan selain waktu yang tersisa
Untuk berbenah dan mencuri lagi perhatian-Nya
Lagi… lagi dan terus untuk mencuri cinta-Nya
Karena waktu begitu terbatas
Tak mau malaikat maut bertamu tanpa limpahan kebaikan yang  telah memberi bekas
Tak mau
Tak mau!!
Tuhan tolong hati yang menangis tersedu-sedu
Yang tak memliki apa-apa selain diri-Mu
Apa jadinya kala ridho-Mu tak lagi ada
Tak ada artinya hidup di dunia
Tolong jangan buat hati dan akal terlupa pada-Mu, walau sesaat saja..



Tidak ada komentar:

Poskan Komentar