Kamis, 24 Maret 2016

Kepingan cerita Mahasiswa Biasa, dan Dosen Luar Biasa

Menjadi mahasiswa bukan berarti kita seutuhnya menjadi sosok yang hanya menyalin kata dari lisan sang dosen. Lebih dari itu, bahwa belajar bukan hanya tentang teori ilmiah yang mereka paparkan, namun hingga mempelajari pengalaman hidup mereka yang berharga. Tentunya akan sulit ‘tuk didapati, tanpa itikad mau mendekati. Ya. Maka mari memulai menjalin pertemanan, dengan dosen di kampus tercinta.

Aku bukanlah mahasiwa yang begitu menonjol di kelas. Aku tak begitu pandai perhitungan, dan terkadang masih kikuk bahkan salah tingkah kala mengerjakan sesuatu didepan dosen. May be I ever feel upset, but I wont be lost by my self. Semua ini terkadang membuatku senang mencatat banyak hal yang tidak kupahami terkait materi perkuliahan. Kebiasaan ini pula yang menjadikan catatatanku penuh dengan torehan spidol warna warni. Kebingungan itu pun akhirnya melahirkan sebuah niat untuk mulai menghadap kepada dosen mata kuliah yang bersangkutan. Sebelum menghadap kepada dosen a.k.a berdiri di depan pintu ruangannya, saya akui bahwa saya sangat tegang. Apalagi jika dosennya sudah bergelar prof, wah.. Saya semakin khawatir akan salah bicara saat berhadapan dengannya. Tapi saya mencoba menguatkan batin saya. Toh saya juga ingin bertanya tentang hal yang tidak saya pahami, saya yakin guru yang baik akan menerangkannya dengan sabar kepadaku.
Dan ternyata kekhawatiranku sungguh tidak beralasan. Bertanya langsung dengan dosen nyatanya bikin kita jadi semakin paham. Wawasan semaakin terbuka, sebab terkadang kita akan menanyakan banyak hal secara lebih detil. Mungkin karena senang bertanya kepada dosen, lalu aku tiba-tiba berpikir “mungkin ini akan lebih baik.. jika  hubungan saya tidak hanya sebagai dosen dan mahasiswa, tapi sebagai teman”. Maka mulailah saya meluruskan niat saya (bukan niat: untuk sesuatu yang tidak seharusnya), dan go ahead untuk memperluas jaringan persahabatan.
Ada seorang dosen wanita yang sangat aku kagumi. Masya Allah.. Beliau sungguh sangat easy going dan terbuka kepada mahasiswanya. Hal lain yang aku kagumi, bahwa beliau juga senang menulis ^^ Awalnya kami hanya sebatas dosen dan mahasiswa. Namun seiring berjalannya waktu, takdir seolah meluruskan niatku untuk senantiasa menjalin pertemanan dengan banyak orang. Awalnya kami sering bercakap intens untuk perkara laboratorium. Dan selanjutnya kami tergabung dalam suatu komunitas sosial. Perlahan kami berbagi cerita akan banyak hal. Dan saya tidak hanya menjadi mahasiswa yang menerima ilmu tentang pangan dan gizi dari beliau, namun menjadi mahasiswa yang belajar banyak hal dari pengalaman beliau sejak menjadi mahasiswa, menjadi dosen, dan menjadi seorang ibu. Beliau dulunya adalah seorang mahasiswa yang juga merangkap sebagai asisten laboratorium. Ketika niatku untuk belajar ditempat jauh mulai aku utarakan, beliau tanpa sungkan membagikan perjuangan dan pengalamannya untuk mendapatkan beasiswa, serta ketika menuntut Ilmu di benua Eropa. Dari situ aku bergumam dalam hati, ternyata dosen yang aku kagumi ini dulunya juga melewati banyak kerikil hingga mampu menjadi seperti sekarang ini. Jika aku pernah hampir putus asa karena skripsi, beliau-pun pernah hampir menyerah saat melaksanakan tugas akhirnya di Eropa sana. Namun… lagi-lagi beliau tidak pernah patah semangat, dan pada akhirnya.. perjuangannya pun membuahkan hasil. Dari sosoknya, aku pun mengenal cara beliau mendidik anak-anaknya. Sangat inspiratif :’) maaf yaa reader, tak mampu aku bagikan disini. ^^v
Saya juga bersyukur dapat akrab dengan seorang dosen lelaki, yang sedihnya.. ia disegani++ oleh beberapa teman dan juniorku :’’)  Beliau adalah dosen yang sangat detil akan sesuatu. Pintar? Masya Allah.. Tentu saja. Beliau mampu menjangkau/ memikirkan sesuatu hingga hal terkecil yang mungkin tidak dipikirkan orang lain, dan memberikan solusinya agar kelak hal tak diinginkan dapat dihindari. Selain itu beliau sangat disiplin dan tentu saja menerapkan sifat tersebut kepada kami, mahasiswanya. Masya Allah.. Namun mungkin sifat ini pula yang membuatnya disegani banyak orang. Tapi dibalik sosoknya yang perfeksionis, beliau adalah seorang dosen sekaligus ayah kami yang humoris. Dibalik pribadinya yang tenang, beliau juga mampu berkelakar sembari mengakrabkan diri dengan mahasiswanya. Beliau senang menceritakan tentang pengalaman-pengalaman terkait penelitian yang pernah ia lakukan. Sekaligus menularkan semangat kepada kami, tatkala kebetulan kami sedang berada di area atau meja yang sama dengan beliau. Mengapa aku sebut seperti ayah? Karena beliau sangatlah pengertian+perhatian ^^ Jika kamu akrab dengannya, maka kamu akan menyadari betapa beliau memperlakukanmu seperti anak sendiri. Seorang ayah yang memperhatikan makanmu, kesehatanmu ketika kamu sakit, dan keamananmu kala berada disuatu tempat yang tak ramai :’)
Mungkin itu cerita singkat tentang persahabatan yang tak pernah aku bayangkan sebelumnya. Persahabatan yang mampu mengubah pikiranku, bahwa mereka juga bukan makhluk yang sempurna. Di masa lalu, mereka juga pernah melakukan kekeliruan-kekeliruan. Namun.. mereka  memilih untuk bangkit dan meneruskan perjuangannya untuk mencapai cita-citanya. Dan dosen-dosen yang kerap kita temui di kelas, sadarilah bahwa itu bukanlah 100% diri mereka. Maka alangkah tidak adilnya, jika seseorang langsung men-judge tanpa mengenalinya lebih jauh. Aku sungguh menyarankan, mari menjalin persahabatan dengan orang-orang hebat, agar kita bisa terinspirasi dan kelak juga dapat menjadi pribadi yang lebih baik dan mampu berkontribusi kepada orang disekitar kita. So, jangan pernah takut dengan image killer-tegas-pelit-etc bapak/Ibu dosen, yang telah disematkan oleh banyak kakak-kakak senior kita. Mungkin kedekatan kamu akan bermula seperti kisahku, seorang mahasiswa yang daya tangkapnya agak lemah dibandingkan temannya yang lain, namun mencoba untuk move up dari kebodohan dengan langsung bertanya pada mereka yang expert :’’) I know it so hard.. but just be brave for ur self. Mungkin sama, atau mungkin juga kisah kita bermula dengan awal yang berbeda. Satu hal yang aku yakini bahwa.. Jika kamu mengenal seorang dosen lebih jauh, kamu akan menemukan sisi lain dalam dirinya yang sungguh mengejutkanmu, sebab begitu luar biasa dan dapat menjadi teladan yang baik.
You wanna try ? ^^
#BATCH2ofODOP
#Harike19_Week 4

2 komentar:

  1. Pernah mengalami dan setuju dengan ajakannya..mari bersahabat.

    BalasHapus
  2. wahh enak banget punya dosen kayak gituu, , Mauu jugaa...😂😂

    BalasHapus