Senin, 14 Maret 2016

Ia datang Saat Ku nyaris Hilang Harapan


Kedua tangan mungil itu masih terkatup tepat di depan dada
Detak jantung senantiasa bernyanyi lebih cepat dari biasanya
Sepasang mata sayu masih terpejam dalam-dalam
Alirah nafas berhembus lambat-lambat, mencari irama terbaiknya
Ini bukan kisah sedih
Ini bukan kisah yang menyakitkan
Ini..
Tentang rasa syukur yang tak tahu dideskripsikan seperti apa
Bahagia datang begitu tiba-tiba
Ia tak sempat bahkan untuk tersenyum merona
Rasa syukur… itu menggeliat dari lubuk hatinya
Menerima kenyataan bahwa ia masihlah seperti wanita yang lainnya
Kekhawatirannya terasa berlebihan
Harapan yang pupus telah terbayarkan
Empat bulan memang waktu yang menakutkan
Tanpa kehadiran yang tak kunjung datang
Mulai berpikir jernih hingga menemui para cendekia berjas putih, nyaris menjadi pilihan
Raut senyum itu mulai terbentuk
Meskipun sangat lambat.. sungguh lambat sekali
Meski tetesan air mata berjatuhan..dengan ritme yang juga begitu lambat
Mungkin hari kemarin adalah waktu untuk berbenah
Agar tak lepas husnudzhon kepada-Nya
Agar senantiasa mendekat tak pernah terpisah
Syukur itu masih tak mampu teruntai dalam seuntai kata
Namun dalam dada, hati tak henti bersorak memuji nama-Nya
Alhamdulillah.. Alhamdulillah.. Saya baik-baik saja.

#ODOPBatch2
#Harike11_pekanke3 



5 komentar:

  1. Balasan
    1. Aku juga bingung mbak.. hehe.. awalny kaya mo bikin petikan memoar bgitu.. cuma kaya ny yg jadi malah puisi deh mbak wiwif :'D

      Hapus
  2. KISAH yang menggetarkan jiwa ya...hehehe

    BalasHapus
  3. Alhamdulillah.. Saya baik-baik saja mbak khofiyaa,,,😆

    BalasHapus