Senin, 07 Maret 2016

Sebongkah Hikmah dalam Menanti Pencairan Beasiswa



Early of February 2016
Januari ini adalah bulan tergalau bagi belasan anak-anak yang tengah menunggu cairnya beasiswa terakhir mereka. Siang itu hanya ada aku dan Vian, selanjutnya Anti datang namun segera pergi. Anti datang untuk mengumpulkan berkas pencairan beasiswanya, dan tak bisa tinggal lama sebab masih ada pekerjaan di kantornya. Beruntung Asphian (alias Bobi) dan Lutfi segera datang.
Aku adalah salah satu dari 20 mahasiswa yang Allah beri rezeki sebagai penerima beasiswa S-1, dari kerja sama kampus dengan salah satu bank di Indonesia sejak kami berstatus sebagai maba di kampus merah ini. Saya mengikuti serangkaian seleksi saat apply beasiswa ini. Seleksi tahap pertama adalah seleksi berkas yang memenuhi kualifikasi mereka. Tentuunya hal ini mengharuskan para pelamar untuk menyertakan sejumlah sertifikat prestasi yang pernah diperoleh. Saya terkadang jadi minder.. prestasi tertinggi yang pernah ku raih saat itu adalah tingkat sekolah. Tapi.. saya tak mau berlarut-larut minder dan mencoba percaya diri dan bersyukur akan apa yang telah aku raih saat di bangku SMA.  Alhamdulillah.. saya berhasil melewati tahap seleksi berkas. Ke-minder-an saya kemarin sungguh tidak beralasan.. nyaris hampir saja saya tidak ikut seleksi. :') Selanjutnya adalah seleksi business plan. Saya pun diminta untuk membuat suatu business plan. Background pendidikan saya tentang ilmu pangan, so business plan yang saya buat tak jauh-jauh dari inovasi pangan hehehe... Ini agak terasa berat.. sebab saya belum pernah membuat business plan. Jadinya saya mulai berselancar di google dari pagi hingga pagi, untuk menemukan inspirasi serta format penulisan business plan terbaik dan terkini. Alhamdulillah pihak kampus sempat memberikan satu contoh-nya.. Namun tetap saja, saya tak puas dengan satu contoh saja ^^ Saya pikir saya harus bereksplorasi, untuk menghasilkan yang terbaik^^. Beberapa minggu pun berlalu, hingga akhirnya saya menerima telepon dari biro kesejahteraan mahasiswa kampus akan status saya sebagai awardee. Kami berhak menerima pencairan beasiswa selama empat tahun, dengan pencairan masing-masing satu kali setiap tahun.  Alhamdulillah… Alhamdulillah… Saat itu dan hingga hari ini.. saya begitu bersyukur kepada Allah.. dan berupaya untuk bijak menggunakannya. Ehh jadi curhat dan salah fokus .. :’’D maaf yee hhehe.. semoga menginspirasi para maba untuk tak gentar mencari beasiswa. MangatSee  :’)
Well.. bact to reality.. Sekarang kami telah memasuki tahun terakhir, tahun ke empat. Aku dan teman-teman lainnya ingin beasiswa kami yang tertunda hampir 1 semester ini, segera cair. Namun prosedurnya kini tidak semudah prosedur pengurusannya tiga tahun terakhir. Hm.. mungkin ini disebabkan karena ditahun keempat ini ada pergantian personil dari staf penyedia beasiswa, yang saat ini menangani kami..  dan juga beberapa trouble tak terduga.
Setumpuk surat titipan dari teman-teman kami (kurang lebih ada sekitar 10 berkas), tersusun rapi didepan mata. Kami berempat masih terdiam sambil menunggu sosok yang tak kunjung datang, ya.. pejabat birokrasi. Hampir sejam kami menunggu, Alhamdulillah beliau datang juga. Namun sayang, paraf beliau yang kami harapkan diatas lembaran berkas-berkas kami justru tidak diberikan. Beliau dengan sopan menolaknya, sembari meminta kami melengkapi satu berkas lagi untuk kelengkapan data beasiswa kami di arsip kampus. Well demi “satu berkas lagi”.. jadilah kami kembali ke rumah masing-masing untuk mempersiapkan permintaan beliau. Semoga esok, urusan ini dapat selesai. Semoga esok, urusan arsip kampus dapat terselesaikan dan tanda tangan pihak birokrasi kampus bisa cepat kelar, agar berkas pencairan beasiswa kami… dapat langsung dikirimkan ke kantor pusat pihak penyedia beasiswa. :’)
Ini bukan pertama kalinya aku ditolak. Hal ini membuatku mengingat kembali beberapa memoriku saat mengikuti beberapa ekskul dan beberapa perlombaan dibangku SMA hingga ku berada di Universitas. Mengingat kembali betapa saya berlarian kesana kemari demi paraf dan sign dari kepala sekolah, wakasek kesiswaan, seorang dosen atau pejabat kampus yang berwenang. Ya… mencari mereka untuk beasiswa hunting, pengurusan surat izin mengikuti lomba, pengurusan skripsi, pencairan dana, dan lain-lain. Tak jarang saya harus berulang kali mengurus hal yang sama, sebab senantiasa menjumpai beberapa trouble seperti.. format surat yang salah dan harus diulang, nama atau nip pejabat kampus/sekolah yang salah dan harus diulang, ada secuil isi surat yang keliru dan harus diulang, serta beragam masalah teknis lainnya. Dan hari ini, semuanya seperti terulang kembali
Satu hal yang kupetik dari kejadian-kejadian yang berkesinambungan ini. Bahwa kita mesti gencar, dan lincah untuk meraih apa yang kita inginkan. Tak boleh mengeluh, galau, dan menyalahkan orang lain. Bukankah kita sedang diuji Tuhan untuk menjadi pribadi yang lebih kuat? Kejadian-kejadian ini juga melatih kita untuk bersabar, belajar berprasangka baik, belajar mengisi waktu kosong dalam penantian dengan hal yang bermutu (membaca buku misalnya), dan belajar menghargai posisi orang lain yang mungkin jauh lebih tinggi dari kedudukan kita. Segala peristiwa.. memiliki hikmahnya masing-masing, tergantung dari kita.. ingin mengambil pelajaran, atau memilih menggerutu menghadapinya : ) dan tentu saja pelajaran itu sungguh patut disyukuri.

#ODOPBatch2

#Harikeenam_week2



11 komentar:

  1. Semoga beasiswanya cepat cair hehehe

    BalasHapus
  2. Dan khikmahnya datang juga ini mba Khofiya, hehe

    Keren euyy, dapat beasiswa ^^

    BalasHapus
  3. Semoga diberi kelancaran segalanya

    BalasHapus
  4. Semoga diberi kelancaran segalanya

    BalasHapus
  5. Aku sangat mengerti perasaanmu mbak khofiyaa, bahkan sekarang aku udah kerja pun masih sering ngejar2 pejabat birokrasi gitu..(haduuhh kebiasaan aku neh curcol aja..😂😂😂)

    BalasHapus
    Balasan
    1. whoahaha.... ga papa mbak.. ngerasa punya teman seperjuanagn hehehe smg kita snntiasa semangat :')

      Hapus
  6. Untuk mendapatkan beasiswa memang penuh perjuangan mbk. Pernah aku rasakan saat SMK dulu.

    BalasHapus
  7. Untuk mendapatkan beasiswa memang penuh perjuangan mbk. Pernah aku rasakan saat SMK dulu.

    BalasHapus
  8. sya pengen ngambil beasiswa, jadi penyemangat deh.. siip mba..

    BalasHapus
  9. Karena setiap peristiwa sudah sepaket dgn hikmahnya.. inspiring story^^

    BalasHapus