Kamis, 17 Maret 2016

Tangisan Senja.. Indonesia yang Tak lagi Muda



Hatiku pilu memandangi negeriku dengan wajahnya yang sendu
Usianya tak muda lagi, deritanya pun tiada henti
Bukan karena sorotan tetangga, namun bencana dari dalam rumahnya
Tiap hari cerita menyayat jiwa terngiang begitu lama
Dari masyarakat biasa hingga pejabat ternama
Memberi luka untuk rumahku, Indonesia
Pantaskah kusebut ini tanda kiamat akan tiba?
Alam seolah meringis pedih akan ulah manusia
Bencana pun datang tiba-tiba tanpa diduga
Ada yang mengaku berjuang demi nama Sang Pencipta
Namun benarkah.. jika harus mengorbankan banyak jiwa yang tidak berdosa?
Benarkah harus menggadaikan sarana penting milik bersama?
Oh tidak… Aturan-Nya begitu indah, penuh kasih sayang, dan cinta
Dan ada pula
Ya. Ada diantara mereka
Menguasai ilmu namun mendzholimi diri dan orang yang mempercayai
Juga ada yang tak merasa berdosa, gunakan segala cara..
hentikan langkah sang pembela keadilan
Ada juga.. cerita pilu lainnya yang membuat bulu kuduk merindik menahan ngeri
Ketika bayi yang terlahir tanpa dosa, didapati hanya beralaskan kardus dipagi hari
Ketika nyawa seorang anak dapat melayang ditangan kerabat terdekat
Ketika masa depan dapat direnggut dengan trauma yang kuingin cepat sembuhnya
Realita terus bergulir setiap hari
Pastikan Tuhanku tak lengah dari setiap inci akan pelanggaran yang terjadi
Jantungku berdetak ketakutan mengingat adzab-Nya yang pedih
Kala Dia menghendaki
Tak peduli yang berdosa.. dan yang menjaga diri, semua kena tanpa terkecuali
Aku tak ingin negeriku musnah tanpa jejak seperti kaum Luth yang berdosa
Aku tak ingin negeriku menyatu dengan lautan seperti kaum Nuh yang ingkar
Aku tak ingin bangsaku jauh dari Rahmat-Nya, seperti kaum Musa yang membangkang
Berharap aku tak sendiri
Mengharap cinta Ilahi senantiasa menyelimuti negeri
Berharap setiap pribadi mulai sibuk memperbaiki diri
Mengharap adzab-Nya tak  datang meskipun sekedar mendekati
Wahai Rabb yang Maha Sempurna..
Semoga jiwa senantiasa Kau gariskan berbenah detik demi detik
Semoga nama-Mu senantiasa bergema setiap saat
Tak peduli di bumi Aceh.. hingga bumi Merauke
Semoga jiwa senantiasa memilih jalan yang benar, jalan yang dilalui Rasulullah
Semoga.. semoga.. semoga.. tiada henti mendekati-Mu
Meski harus terseok, meski harus dipenuhi derai tangis
Pertolongan-Mu senanatiasa dirindu oleh mereka yang tak henti merayu-Mu
Karena rindu negeri yang damai setiap waktu
Karena inginkan damai menyelimuti setiap hati

Hati para penduduk negeri, Indonesia.. hari ini dan esok nanti


#ODOPBatch2
#Harike13_pekanke3
#menebus_kewajiban

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar