Rabu, 13 April 2016

Jadi bagian AJINOMOTO’s scholarship finalist 2017

Beberapa hari berselang dari pengiriman berkas seleksi beasiswa Ajinomoto 2017. Aku terkejut akan email masuk yang masuk di inbox emailku. Seperti hujan yang turun tiba-tiba ditengah gersang, email yang masuk seperti memberi kelegaan dalam dadaku. Aku mendapati kenyataan bahwa diriku menjadi salah satu finalis seleksi beasiswa ini bersama 11 finalis lainnya. Aku sulit percaya bahwa diri ini terpilih dari 60 lebih applicant. Alhamdulillah...
Memohon restu kedua orang tua, aku meninggalkan Makassar bersama sahabatku yang juga lulus seleksi tahap 1. Ini perjalanan keduaku menjelajahi tempat baru. Setelah penerbangan 1 jam 30 menit, finally kami landed dengan selamat di Jakarta. Kami pun bergegas menuju area penginapan yang telah disediakan oleh pihak panitia, salah satu hotel di kawasan Kelapa Gading – Jakarta Utara. Perjalananku dari bandara Soeta ke kawasan Kelapa Gading, membuat kepala ini  mendongak dalam jangka waktu yang tidak sebentar. Betapa tidak, ini lah pertama kalinya aku melihat gedung-gedung pencakar langit berjejeran di sepanjang jalan. Ya, ini lah gedung-gedung yang kerap kali menghiasi layar kaca di rumahku. Masyaa Allah.. Sulit percaya Allah menghendaki ku berjalan sejauh ini :’) Aku juga tidak jarang melihat pemandangan yang menyayat hati. Melihat pemandangan miris yang juga kerap aku temukan di Makassar yakni, melihat kakek-kakek renta yang berjualan di tengah-tengah lampu merah. Aku juga melihat bahwa di tempat yang besar ini, jumlah bangunan kokoh seperti berkompetisi dalam  hal jumlah dengan gubuk-gubuk kecil dan kumuh di tengah serta di sudut kota ini. Aku sungguh sedih melihat kenyataan didepan mataku. Membayangkan pada waktu yang bersamaan, seseorang bisa dengan santainya berbaring di dalam sebuah ruangan sejuk ketika diseberang sana seseorang tak bisa tertidur karena kepanasan atau bahkan  atapnya kebocoran karena hujan. Ya Allah.. semoga adzab-Mu tak mengenai negeriku tercinta.
interbrand.com (by professional photograph)


salah satu simpang jalan di ibukota

Hal lain yang menjadi pemandangan di kota ini adalah kemacetan yang masya Allah panjangnya. Selain itu pasukan ijo-ijo akan sering menghiasi mata kita. Bukan hanya ojek online, tapi juga taxi online senantiasa beraksi di tengah padatnya kota Jakarta. Setelah menempuh perjalanan hampir 2 jam setelah mendarat, akhirnya aku tiba juga di hotel tempat kami menginap selama 2 hari ke depan. Aku terus terang bersyukur banget pihak panitia mau menanggung penginapan kami selama seleksi, dan tempatnya pun disalah satu kawasan elit Jakarta. Dan hal ini pun semakin membuka mata ku lebih lebar lagi tentang Jakarta dan huru-hara nya. Saat tiba di hotel, waktu check rupanya masih lama. Beruntung di depan hotel kami ada masjid yang super gede. Ternyata masjid ini kerap dijadikan tempat walimatul’ursy, pantesan pekarangannya luas banget.. belum lagi WC nya yang senantiasa bersih. Setelah dzuhur di masjid, kami pun menuju Mall Kelapa Gading (MKG) yang letaknya persis di samping hotel kami (dan baru tahu belakangan kalo hotel kami nyambung sama MKG). Memilih mengitari MKG semata-mata untuk membeli kebutuhan perut selama menginap di hotel, sembari cuci mata ^^ ternyata MKG ini bersambung dengan Mall lain, jadinya disebut MKG 1, MKG 2, dan sepertinya sampai MKG 3. Dan ini pertama kalinya juga aku ngelihat Mall di Indonesia yang liftnya sampai bersusun-susun.  Masya Allah… luasnya mall ini.
@sahatsinarmata
mall andalan :')

Bertemu teman baru.. dan menjalani psikotes seharian
Waktu check ini hotel pun semakin dekat, kami pun kembali bergegas ke hotel. Ternyata aku tidak sekamar dengan sahabat ku yang dari Makassar, aku justru sekamar dengan teman cewek alumni univ. Brawijaya. Namanya Reny : ) Aku baru tahu kalo finalis tahun ini terdiri atas 6 cowok dan 6 cewek, dari beragam kampus di Indonesia. Kami yang cewek-cewek yang terdiri atas Reny (UB), Baiq (UB), Arida (ITS), Ummul (UH), dan Ratna (UNTIRTA), alhamdulillah cepat banget akrabnya. Malamnya kami cepat tidur sebab keesokannya ada psikotes ^_^. Psikotes ini dilaksanakan di Gedung Mustika Ratu. Disana kami disapa oleh seorang bapak yang easy going (*lupa namanya) dan ibu Ifi. Bisa dibilang psikotes ini seharian. Dari yang aku tangkap, pihak Ajinomoto benar-benar prepare banget untuk  mempersiapkan tes ini untuk kami. Semua meja ada namanya (diketik khusus), makan siangnya pun ala-ala jepang dengan menu khas hokben. Sesi tes terakir hari  ini adalah wawancara psikotes, jadi setiap orang nunggu giliran di kelas. Jadinya waktu kosong di kelas digunakan untuk ngobrol beragam hal dengan finalis lainnya. Kami meninggalkan lokasi psikotes menjelang waktu maghrib. Lelah dan bercampur lega, sebab psikotes akhirnya berakhir juga.

Pemandangan malamku dihiasi oleh megahnya gedung apartment ditengah kegelapan malam
(got form 6th floor)

Menjadi keluarga sehari
Pengumuman psikotes akan diumumkan beberapa hari lagi. Keesokan harinya adalah timing buat kunjungan ke kantor pusat PT Ajinomoto Indonesia, yang berada di daerah Sunter - Jakarta. Kami disambut dengan hangat, mereka sangat friendly dan sangat menghargai kami sebagai pemuda/I Indonesia yang semangat untuk belajar :’) #terharu. Saat di kantor Ajinomoto, kami diberi materi terkait MSG dan pro kontra di dalamnya, serta sharing dengan pemenang scholarship ini pada periode sebelumnya yang berangkat tahun ini, kak Lulu dari IPB. Lebih lanjut bakalan aku jelasin yaa dipostingan lain, khusus tentang MSG ^^ (Insyaa Allah). Setelah dapat materi, kami di ajak ke dapur umami, makan siang, dan foto bersama. Saat makan siang, aku benar-benar ngerasain kekeluargaan orang-orang dari Ajinomoto Indonesia. Kami makan bersama dalam satu meja panjang, dan bercerita tentang banyak hal. Mereka sangat ramah dan terbuka. Bapak Mulyono, salah satu speaker dari Ajinomoto pun senantiasa memberi kami semangat, “.. kalian adalah yang terbaik dari yang terbaik, maaf kali ini Ajinomoto hanya dapat mengirimkan satu orang saja ke Todai. Teruslah mengejar mimpi-mimpi kalian. Jangan jadikan seleksi ini menjadi satu-satunya tempat tumpuan kalian, banyak beasiswa diluar sana yang mencari orang-orang terbaik. Saya yakin kalian pasti bisa dan akan ada tempat diluar sana untuk orang-orang terbaik seperti kalian..”. Entah berapa kali bapak Mulyono mengulang kalimat tersebut kepada kami. Ga tau mesti bilang apa, kata-kata itu seperti menyuntikkan energi positif yang dosisnya sungguh luar biasa banyaknya. Of course it wasnot made an overdose :D Seperti yang aku bilang sebelumnya, Ajinomoto sangat mengapresiasi mereka yang mau melanjutkan studi. Meskipun hanya mengirimkan satu pemuda Indonesia kali ini, mereka juga memberikan bantuan pendidikan kepada 12 finalis, yang nominalnya masya Allah tidak terduga. Namun yah.. intinya bukan soal nominal itu, tapi bagaimana kita mampu mengikuti seleksi dengan maksimal, belajar dari kesalahan yang pernah dilakukan, dan memaksimalkan diri untuk berkembang agar kelak dapat mengabdi untuk ummat.  Saya bersyukur dapat mengikuti seleksi ini, banyak pelajaran berharga dan keluarga baru akhirnya tercipta lewat kegiatan ini. Semoga cerita ini dapat menginspirasi. Berharap semangat tidak berhenti sampai disini, dan kelak bisa menjadi orang yang berguna buat banyak orang.. meskipun lewat jalan yang berbeda-beda ^^ ganbatte nee!

finalist cewek bea ajinomoto 2017
-the end-
#ODOPBatch2
#Memulaikembaliperjuangan
#Tulisanke23_Pekanke7_bulanke2
#belum_nulis_tantangan

6 komentar: