Selasa, 12 April 2016

Rasa Tinggal Cerita


Setengah perasaan pergi bersama nyanyian angin
Tatapan kosong masih menerawang jauh, jauh sekali
Bertemanikan dinding putih, mengamati dalam hening sepi
Tanpa kata, hanya nafas yang setia pada setiap hembusan

Kutawarkan jiwa yang remuk akan peliknya dunia
Berharap jemarimu kan menggenggamnya pelan-pelan
Menyembuhkan setiap luka yang nyaris membebani hingga ke ubun-ubun
Membalutnya dengan harapan, cinta, tanpa air mata

Beranjak pergi tanpa aba-aba
Cerita itu sirna tanpa sempat menjadi realita
Bahkan diam pun mampu ‘tuk tertawa 
Meratapi jarak yang semakin nyata, tak lagi sama

Kau berlari bersama torehan penamu yang sesungguhnya
Menyadarkan lamunan yang tengah terjebak nostalgia
Bersama rangkaian memori yang menyeruak dalam dada tiba-tiba,
Nafas kuhembuskan dalam pening yang menyayat jiwa

Dua pena diatas meja
Tak lagi menari dalam buku yang sama
Menepis asa yang sempat hadir dalam ruwetnya jiwa
Menyimpulkan gundah dalam dada, bahwa Rasa itu tak nyata

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar