Selasa, 26 April 2016

Terenyuh, Tersentuh, Tergoda ‘tuk Menjadi Sepertimu


Aku pun melangkahkan kaki, ditemani mentari pagi yang nampaknya malu-malu ‘tuk memancarkan sinarnya. Hari ini saya berencana menemui seorang kakak aka Ibu aka wanita strong. Tujuannya tak lari dari seputar materi thesis-nya, ya.. mungkin sedikit diskusi dapat membantu beliau untuk menemukan sebuah atau beberapa solusi. Sejam berlalu, aku tiba dikampus dan memulai menyelesaikan segenap urusan yang tertunda dihari-hari yang lalu. Aku berniat menemui kakak di Lab  setelah menuntaskan ke-rempong-anku pagi ini.. Namun karena beberapa kendala, finally pertemuan itu dipindahkan di salah satu Mall di Makassar. Well, ini pertama kalinya aku melaksanakan diskusi pelajaran di mall :’D terasa baru bagiku. Akhirnya menjelang 02.30 p.m, aku, kakak, dan seorang temanku (bernama M) berkumpul di satu titik, lengkap dengan sebuah laptop yang tengah menampilkan materi thesis kakak. Kami mencoba menyelesaikan draft rumusan masalah, parameter penelitian, serta metode penelitian. Sejujurnya saya tak begitu expert tentang materi penelitian kakak.  Beruntung “M” memiliki topik tugas akhir yang sama, gambaran nyata serta pertimbangan-pertimbangan dari “M” terasa sangat membantu. Memikirkan tentang metode penelitian kenyataannya tidak semudah yang dipikirkan. Banyak hal yang harus dipertimbangkan seperti kelengkapan mesin, waktu pengujian atau waktu analisa, dan kemampuan dari segi finansial untuk melengkapi jenis pereaksi dalam suatu pengujian. Dan sering membaca jurnal ilmiah, menjadi salah satu hal sangat membantu dalam diskusi topik berat macam ni. Melalui membaca, banyak pelajaran yang diperoleh dari penelitian terdahulu seperti kesalahan-kesalahan, dan hasil pengujian terbaik dalam suatu topik penelitian. Kakak adalah salah satu contohnya, ia telah mengkhatamkan beragam jurnal ilmiah ‘tuk menuntaskan beragam pertanyaan atas rencana penelitiannya. Kini ia mampu mengemukakan banyak hal terkait topik yang dulu membuatnya bingung stengah mati. Dan ini sungguh berguna dijadikan bahan pertimbangan dalam memutuskan beberapa hal terkait metode penelitian.  Alhamdulillah.. setelah sejam, akhirnya diskusi ini dapat menghasilkan beberapa poin penting, yang akan menjadi pertimbangan kakak strong-ku dalam memulai perjuangannya di area laboratorium.
Diskusi berat itu rupanya menyita banyak energi, otak lelah ini nampaknya mulai memberi kode keras lewat bunyi tak jelas di sudut perut kiri. Food court-pun menjadi pilihan. Dan disanalah cerita tak terduga, ku dengar ‘tuk pertama kali. Kakak strong ku adalah sosok yang terbuka, untuk hal-hal yang menurutku masih dianggap wajar. Aku hanya tahu dia adalah seniorku di SMA yang sama, yang kini tengah berjuang tanpa lelah ‘tuk menyelesaikan thesisnya yang sempat trouble selama setahun, rela berjuang bolak balik kampus yang jaraknya sekitar 13 km dengan menggunakan jasa angkot, plus merangkap sebagai ibu untuk anaknya yang masih sangat kecil. Selebihnya, aku tak tahu apa-apa.
Namun dibalik sepaket senyum dan guyonannya selama ini, dia menyimpan beberapa beban pikiran yang tak mudah. Ayahnya drop dan saat ini tengah dirawat di rumah sakit. Yah.. sejenis sakit yang tidak terdeteksi oleh tim medis, atau dengan kata lain, penyakit yang sengaja dikirimkan untuk Ayahnya. Masyaa Allah, betapa tega orang yang melakukannya. Semoga Allah memberinya petunjuk ‘tuk kembali ke jalur yang benar. Hal ini cukup merisaukan kakak-ku, sebab hal ini pasti terjadi satu kali dalam setahun, setidaknya pada tiga tahun terakhir. Mohon doanya yaa readers, semoga Ayahanda kakak dapat segera sehat seperti sedia kala. Hal itu nampaknya memberi impact kepada kehidupannya dan keluarga besarnya. Sang adik bungsu pun nyaris terkena, namun Alhamdulillah segera baikan. Itu adalah salah satu kenyataan yang tak pernah kubayangkan menimpa hidup kakak. Tak lama kemudian handphone-nya pun berbunyi, sebuah pesan singkat nyaris menghilangkan selera makannya. Suhu tubuh sang buah hati rupanya makin meningkat. Namun aku tidak melihat gurat-gurat stress yang tersurat diwajahnya. Kecemasan itu ada, namun didetik berikutnya ia mampu ‘tuk meng-handle kecemasannya. Masyaa Allah… nyatanya ada wanita kuat lagi disekitarku. Menjalani hidup tanpa menyerah dan lelah, menikmati setiap pemberian Tuhan dengan syukur dan lapang dada.
 cinemablend.com

Aku yakin, Allah pasti punya rencana mengapa hari ini Dia memudahkan langkahku ‘tuk menemui kakak, duduk bersama ‘tuk membahas banyak hal yang tak terduga. Mengapa ia begitu tegar? Mengapa ia begitu kuat? Mengapa ia terlihat baik-baik saja? Nampaknya ini adalah contoh riil yang Tuhan perlihatkan. Bahwa masalah besar kenyataannya tak akan memudarkan senyuman seorang wanita yang tengah berjuang menghadapi banyak cobaan. Ya, wanita yang berpegang teguh dan yakin akan rencana terbaik Rabb-nya, wanita yang selalu berprasangka baik kepada Rabb-Nya. Kenyataannya, Allah hadirkan solusi dari setiap kebuntuan, jika hamba-Nya benar-benar mau berusaha mencari jalan keluar.  Masyaa Allah.. Allah tak pernah mengingkari janji.  Jadi teringat sebuah dalil.
 “...Sesungguhnya Allah tidak mengubah keadaan suatu kaum sampai mereka mengubah keadaan diri mereka sendiri...” Q. S. (13):11
Hatiku sempat terenyuh, lantas terbayang dan bertanya dalam hati “Hey, apa yang kau lakukan selama ini Khofiyaa? Apakah kau bisa sekuat kakak?” .  Rasanya seperti dapat pelajaran berharga yang Allah titipkan melalui kakak. Kakak bisa, Insya Allah saya juga bisa. Bisa… ‘tuk menjinakkan seabrek ujian kehidupan yang senantiasa menghampiri, yang sangat rentan menurunkan semangat.
graphicsheat.com

Mentari kini berada dipenghujung langit sebelah barat. Ku akhiri hariku dengan kakak dan “M” melalui seuntai salam penuh doa. Allah begitu baik.. mempertemukanku dengannya. Berharap semangatnya mampu menulariku hingga akhir, atas izin Ilahi.

#ODOP_BATCH2
#Tulisan36_Pekan9

2 komentar: