Jumat, 15 April 2016

Think about Married as well as Think about Life and Study

Menggapai gelar sarjana di usia 22 tahun, selanjutnya menawarkan banyak pilihan hidup. Memilih untuk bekerja, melanjutkan studi, atau mungkin memilih menikah. Hm.. semuanya baik. Hingga akhirnya aku mencoba untuk menggatungkan mimpi ku di langit, sembari membenahi diri.. berharap kelak Allah berikan pribadi yang juga menjaga diri :’)
Berada ditengah-tengah keluarga besar membuat beragam topik pembicaraan bisa saja diangkat jadi hot issue. Hingga diakhir keberadaan ku disini, para kakak dan om kece mulai melibatkanku pada satu topik sensitif, married. Oh My God! Hahahahahaaha.. jikalau boleh, rasanya saat itu juga saya ingin tertawa keras ketika mendengar mereka men-comblang-kan seorang kakak kepada saya. Saya terkejut bukan kepalang, rasanya seperti diberi kejutan ulang tahun di hari yang salah XD . Seisi mobil pun bahkan menjadi heboh untuk beberapa menit. Tidaklah saya tertawa keras melainkan terkejut akan statement yang mereka nyatakan. Betapa tidak, saya dan dia.. hubungan kami benar-benar hanya adik-kakak, yang dibeberapa waktu silam bahkan menjadi teman bermain ^_^ . Dan kini kami menjalani hidup masing-masing. Sulit membayangkan jika guyonan mereka menjadi kenyataan. But we can not guess what will happen in the future… masa depan adalah Rahasia-Nya yang bisa saja menjadi kenyataan yang tak pernah terduga. Saya tak mau terlalu bicara panjang lebar about this relation yaa… wkwk. Even if actually right now.. I felt enjoy to be his little sister yeah… ^^v
quotesgram.com
quotesgram.com
Kemana pun aku pergi.. di ruang chat mana pun.. dan berada dimanapun. Topik married memang selalu menyita perhatian banyak orang. Salah satu contohnya seperti yang aku bagikan diatas. Aku mensyukuri akan karunia yang telah Allah anugerahkan untuk hidupku, hingga kondisiku saat ini. Berharap cinta yang aku punya kepadaNya mampu mencapai kadar cinta yang diberikan-Nya kepadaku. Aku akui bahwa belajar.. kerapkali menjadi salah satu hal yang menyita perhatianku. Aku mensyukuri.. bahwa itu mampu menyelamatkanku dari kesibukan yang bisa bikin kita justru jauh dari Tuhan (drugs, pacaran, misalnya). Hingga lambat laun aku menyadari bahwa.. Selain berkutat  mencurahkan passion-ku dengan suatu hal yang terorganisasi, aku senang sekali mengajar orang lain, tentang sesuatu yang aku punya passion juga terhadap-nya. Hingga akhirnya.. untuk “itu”, ada salah satu syarat yang harus aku penuhi di negara ini yakni, melanjutkan studi. Mimpi rasanya ingin aku gantungkan setinggi-tingginya. Namun.. Allah akan lebih ridho jika aku tidak berkelana sendirian :’)

Segala peristiwa yang terjadi, seolah memberiku pelajaran.. agar segala hal yang dilakukan harus diniatkan untukNya. Semua yang terjadi seolah membuatku berpikir, bahwa memikirkan studi tak boleh membuatku terlena dan bahkan lupa berpikir untuk melanjutkan hidup sesuai tuntunan sunnah yang diajarkan nabi-Nya. Meskipun belum ku tahu akan berlabuh di hati siapa, setidaknya aku punya gambaran dirinya melalui diriku. Ahh.. rasanya diriku di hari ini masih banyak bagiannya yang harus diperbaiki :’D . Semua topik percakapan dan peristiwa terkait get married, senantiasa menjadi pengingat diri.. bahwa diri harus terus dibenahi hari demi hari, sembari mengejar mimpi. Bagaimana denganmu kawan? Apakah kau juga sedang berbenah? Hehe… Semoga asa dapat digapai yaa melalui jalan yang diridoi-Nya, dengan meniatkan segala kebaikan semata-mata untuk mendapat cinta-Nya. Aamiin. Teruslah bermimpi sembari menjaga hati dan diri, semoga kelak segala yang bermula karena-Nya.. dapat berakhir indah dalam skenario-Nya. : )

#ODOPBatch2
#Tulisanke26_Pekanke7_bulanke2
#tugas_analogi2_
*really short analogy's caption . teman2 pada nemu nggak? ^^

6 komentar:

  1. Mimpi ITU ingin Ku gantungkan tinggi tinggi.

    Betul nggak mb

    BalasHapus
    Balasan
    1. ga tau mbak.. mm mungkin kata "tinggi" harus ada simbol sambungnya jadi "tinggi-tinggi" ? mbak wiwid nemu salahnya mbak? mohon koreksinya mbak :)

      Hapus
  2. Honestly, aku belum nemu.. 😅baiklah, mungkin aku harus membacanya perlahan-lahan.

    BalasHapus
    Balasan
    1. ada mbak cuman pendeeek banget :")
      mhon koreksinya mbak :)

      Hapus
  3. Balasan
    1. terus djaga mimpinya mbak, dan djadikan nyata.. hehe.. semangat mbak lisa.. sama2 bjuang :)

      Hapus