Jumat, 15 April 2016

What?? Bandara Halim Perdanakusuma??

5 April 2016


5 April 2016
Siang cerah menemani kepergian kami menuju kawasan bandara Halim Perdanakusuma. Jarak yang ditempuh cukup jauh. Kami berada di kawasan Karawaci, Jawa Barat. Dan karena kesalahan pembelian tiket, maka jadilah kami harus take off di bandara Halim yang sebenarnya lokasi saya berada tak jauh dari bandara Soeta. Hari ini agak menegangkan untuk meninggalkan Jakarta. Sebab sehari sebelumnya (tepatnya sekitaran maghrib), terjadi insiden yang sangat mengkhawatirkan
di bandara ini. Sebuah pesawat maskapai Batik Air, bertabrakan dengan pesawat Trans Nusa. Hal ini menyebabkan terjadinya kebakaran pada bagian pesawat yang saling bertubruk.
Belum lagi pada penerbanganku kali ini, aku menggunakan maskapai Batik Air dan tentu saja dibandara yang sama. Jadinya, ruang tunggu disuguhi dengan liputan berita ter-aktual terkait kecelakaan pesawat sehari sebelumnya. Hal yang agak menjenuhkan yakni, pesawatku yang harusnya terbang pada pukul 17.50 WIB, harus delay selama 1 jam 90 menit dan (menurutku sudah lebih dari itu), dengan durasi penerbangan selama 2 jam 20 menit. Well.. ini jauh lebih lama dibandingkan dengan take off ku saat meninggalkan Makassar menuju Jakarta seminggu silam, yang hanya butuh waktu selama 1 jam 30 menit. Hm… mungkin lalu lintas udara lagi padat-padatnya..
Tapi setelah aku pikir-pikir.. tentu saja segala kejadian ini menghadirkan hikmah. Jika kembali direnungi, insiden salah pesan tiket mengajari aku, kakak, serta omku untuk lebih fokus lagi dalam ngelakuin sesuatu. Tiket dipesan ketika kami sementara masak panganan yang pengolahannya cukup ribet hehehe.. Pengolahan pangan ini butuh kehati-hatian, belum lagi cerita sambil lalu yang menambah riuh keadaan, plus pesan tiket online via travel app, jadinya keliru deh. Memang sepele untuk mengindahkan hal ini, tapi efeknya nyaris bisa bikin waktu banyak tergadai di jalan. But.. Tak masalah juga jika kita mampu memanfaatkan waktu di jalan dengan hal-hal yang bermutu. ^^
Adapun musibah kecelakaan pesawat sehari sebelumnya oleh maskapai serta bandara yang sama, seolah Allah pengen kasi pelajaran yang berharga banget buat umat manusia terkhusus buat calon penumpang yang bakal fly keesokan harinya. Bahwasanya seluruh kekuatan dan pertolongan itu datangnya dari Allah, dan bahwa dalam menjalani setiap keadaan harus selalu ada Allah dalam lisan dan ingatan. Serta senantiasa merendahkan diri sembari mendekatkan diri dihadapan-Nya, karena milik-Nya lah segala apa yang ada dibumi dan langit, serta apa yang ada diantara keduanya. Tentu hal yang sangat mudah bagi Allah untuk melakukan apa saja di dunia ini, dan manusia tak punya kuasa sedikitpun untuk menolaknya. Semoga lisan tak pernah kering dari menyebut-nyebut nama-Nya.
Kecelakaan pesawat tersebut juga membuat kita merenung tentang kematian. Bahwa kematian dapat datang tiba-tiba tanpa peduli bagaimana keadaan kita. Layaknya longsor yang menghempaskan amarah disekitarnya, tak peduli lagi semuanya akan menjadi korban. Pada akhirnya orang-orang yang berpikir akan menyadari, bahwa semua ini tak akan terjadi tanpa kelalaian manusia. Begitupun melalui insiden kecelakaan ini, seolah Allah ingin memperingatkan lewat sebuah peristiwa yang mampu lahirkan trauma dan ketakutan, yang menimpa para penumpang dan juga para crew pesawat. Pada akhirnya orang-orang yang berpikir “Wah.. hampir saja terjadi kecelakaan besar yang menewaskan banyak jiwa..”, akan mulai merenungi tentang hal-hal yang telah diperbuat yang mungkin saja menyimpang dari perintah-Nya. Dan pada akhirnya, mereka pun akan berjuang untuk gencar melakukan kebaikan dan memperbaiki diri. Sebab menyadari bahwa kekuatan sepenuhnya milik Ilahi. Sebab berharap agar kelak ketika malaikat maut datang menjemput, tidaklah ia datang kecuali dalam melakukan suatu ketaatan kepada-Nya, aamiin.
theladyinthepurplehijab.wordpress.com
Delay pesawat tentunya menghadirkan rasa jenuh bagi calon penumpang. Dan oleh karena itu, pihak maskapai memberikan free meal service berupa satu roti daging + air minum mineral botol dengan ukuran kurang lebih 500 ml. Alhamdulillah.. Alhamdulillah.. meskipun begitu, ada juga calon penumpang yang menggerutu bahwa.. “roti saja tidak cukup, kenapa bukan nasi?” Masya Allah.. bukankah mendapat free snack  saja sudah sangat patut disyukuri? Hal ini membimbing kita untuk mampu bersyukur untuk setiap hal dan rezeki yang datang kepada kita. Keadaan kita tentu jauh lebih baik, mungkin diluar sana ada penerbangan delay yang maskapainya justru tidak menyediakan snack kepada calon penumpangnya. Lewat delay pun Allah menguji kita.. apakah kita mampu menggunakan penantian itu untuk hal-hal yang bermutu, atau hanya mengisinya dengan penuh keluh? :’) Masya Allah… betapa besar pelajaran dan kasih sayang yang Allah berikan, meski terkadang kita luput untuk mensyukurinya. Sebab nikmat bukan hanya dalam bentuk rupiah, namun segala kemudahan-kelancaran-keselamatan-pertolongan yang Allah karuniakan kepada kita disetiap detik yang kita lalui. Semoga kita senantiasa menjadi pribadi-pribadi yang pandai bersyukur kala diberi nikmat, dan bersabar ketika diberi ujian serta dalam penantian. Aamiin aamiin aamiin ya Rabb :) 

#ODOPBatch2
#Tulisanke28_Pekanke7_bulanke2

what a short analogy.. forgive me  mr. syaiha, person who still need more learn :') 

3 komentar:

  1. betuuul, harus banyak bersyukur

    BalasHapus
  2. betuuul, harus banyak bersyukur

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya mbak... kalo d renungkan.. pelajaran hidup banyak banget yang menghiasi setiap hari yg kita lalui :') masya Allah kasih sayangnya Allah :)

      Hapus