Senin, 12 September 2016

Menampar Mentari

http://67.media.tumblr.com

Senyum itu masih sama
Tidak berubah walau bulan telah berubah
Mungkin ini adalah hari kedua puluh dua
Ku saksikan bapak paruh baya dan senyuman yang selalu menghiasi wajahnya
Tanpa mampu  ku tebak isi hatinya yang sebenarnya

Peluh itu masih mengalir
Mata kepayahan senantiasa hadir
Bersama seragam hijau yang telah memudar
Terus melangkah dibawah mentari siang yang bersinar

Lelah penat mungkin pernah mengusik
Apalah arti kepenatan jika rupiah berhasil memenuhi angan
Bukan demi foya-foya yang kerap menggelitik
Tapi demi mahalnya hidup yang harus diperjuangkan

#517

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar