Senin, 12 September 2016

Takdir-Nya yang Tidak Terduga

Aug. 16
Kita tak pernah menduga akan seperti apa takdir membawa kita di esok hari. Namun tentunya untuk menyambut hari esok, tak sedikit juga orang-orang yang mempersiapkannya dengan segudang rencana. Entah butuh waktu lama atau cepat untuk men-goal-kan sebuah rencana, orang-orang tersebut terus saja berjuang. Namun ada juga yang memiliki beberapa rencana yang dikelompokkan sedemikian rupa untuk hari esoknya. Jika saja.. rencana pertama, tak kunjung didapatkannya. Dan yang mengejutkan, Tuhan terkadang memutuskan takdir-Nya dengan cara yang tak pernah terbayangkan.
islamic-art-and-quotes.tumblr.com

Pertengahan tahun ini sesuatu yang sama sekali nyaris bikin aku hopeless justru dikabulkan sama Allah. Untuk kedua kalinya, Allah mengizinkan khofiyaa mengais rezeki di sudut kota ini. Yap. Sesuatu yang sama sekali tidak terbayangkan setelah hampir satu semester mencari. Sejujurnya aku ingin berbagi sesuatu kepada readers. Dengan menyebut nama Allah, saya berlindung dari rasa riya dan godaan syaithan selama menulis cerita ini.
Menjelang pertengahan tahun ini saya masih saja berusaha untuk memenuhi permintaan orang tua, yang kata mereka sebagai ‘kewajiban’ anak pertama. Finally aku terus mencari hingga akhirnya Allah berkata ‘belum sekarang’. Ibu tak jarang memintaku memilih field yang sama sekali tak pernah aku telusuri. Namun lagi-lagi aku mengikut kata hati, “oh bukan yang ini”. Hingga akhirnya desakan beberapa kebutuhan dan tuntutan tadi membuatku berpikir bahwa sepertinya sekarang saya harus bisa berdiri diatas kaki sendiri, dan tidak bertumpu lagi pada kucuran beasiswa yang ada.
Waktu terus berlalu. Semangatku untuk plan pertamaku sepertinya mulai memudar, dan membuat hatiku mendesak akal untuk mulai memikirkan plan kedua dengan lebih serius. Aku pun lebih memfokuskan untuk membaca serangkaian blog dan buku-buku terkait, dan terus berlatih berbahasa inggris.
Ibu sepertinya mulai paham dan memaklumi. Aku memulai fokus untuk itu. Dan terus mendekati Rabb-ku, meskipun godaan untuk menjauh begitu banyak. Aku berusaha untuk istiqamah dengan duha. Aku berusaha untuk menjadi anak yang berbakti kepada kedua orang tua. Sejujurnya aku masih berjuang untuk plan pertama meskipun tidak seintens plan kedua. Ya.. bisa dibilang 80:20. Perlahan pun semangatku meredup untuk itu dan (nyaris) menghilang. Beragam kalimat yang tidak aku senangi terus berkeliaran dalam radius pendengaranku. Namun., aku berusaha hidup dengan tanpa memperdulikan pendapat orang lain yang dapat menjatuhkan harapan dan semangatku. Aku yakin selama aku punya Allah, aku pasti bisa menghadapi beragam hal yang bisa bikin aku terpuruk.

www.hippoquotes.com

 Hari terus saja berlalu dan aku masih berusaha istiqamah untuk apa yang  telah aku mulai, termasuk hal-hal yang membuatku dekat kepada-Nya. Hingga suatu hari handphone­-ku berdering, dan ternyata itu adalah panggilan tidak terduga. Shock! That was a call from company that ever interviewed me for three times and I did not pass it. Aku tidak tahu harus senang atau bereaksi seperti apa. Aku seperti kehilangan gairah untuk itu. Namun ibu memberikan reaksi yang sangat berkebalikan. Aku lalu memutar haluan untuk datang dan mengikuti proses yang ditawarkan sembari terus bertanya dalam hati, “Ya Rabb, kejutan apa ini? Sesuatu yang tidak terbayangkan justru datang disaat saya betul-betul hampir kehilangan gairah untuknya”.
Aku pun lalu tiba dalam suatu ruangan yang cukup luas. Di dalamnya sudah duduk seorang wanita yang mungkin usianya tidak terpaut begitu jauh denganku. Serangkaian pertanyaan telah diberikan. Aku memberikan jawaban ”sejujur” yang aku bisa. Aku harap dia bisa memahami isi hatiku yang mungkin terpancar dari kedua mataku. Namun sepertinya Tuhan berkata lain. Aku lebih lanjut lalu diperhadapkan kepada seorang lelaki yang rambutnya mulai memutih. Dengan serangkaian dialog, aku lalu mengetahui mengapa dulu aku tak bisa melewati tahapan ini. Dan sepertinya kali ini adalah waktu yang tepat, yang Allah takdirkan untuk khofiyaa. Apa yang aku peroleh setiap bulannya mungkin tidak seberapa dalam pandangan sebagian orang.. namun sekali lagi.. semua tergantung kepada niat. Orang-orang, ikatan persaudaraan, lingkungan, dan tanggung jawab yang dibebankan tentunya akan menjadi sekolah ‘mahal’ yang tak bisa aku dapatkan dibangku perkuliahan ataupun di tempat lain. It is really precious fot me right now :’) Well.. Mungkin aku tak akan menceritakan sepenuhnya tentang rencana masa depan dan serangkaian plan ku yang tertunda ataupun tengah aku persiapkan, disini ^^ Namun yang ingin aku bagikan lewat cerita ini adalah.. terkadang apa yang kita anggap yang terbaik dan tepat waktunya, ternyata bagi Allah bukan. Dan begitupun sebaliknya. Allah pun menguji kita untuk lebih bersabar ketika kita ingin mendapatkan sesuatu. Dan dari situlah cinta dan taqwa kita kepada-Nya diuji. Allah seperti berkata, “masihkah hamba-Ku mengingat-Ku disaat ia sedih dan lemah?” Disaat aku benar-benar nyaris berhenti berjuang untuk “itu”, Allah justru mengabulkan apa yang dulu aku dambakan. Jika dipikir, rasanya sulit terjadi.. sebab bagaimana mungkin aku meraihnya sementara usahaku tidak seberapa. Namun sepertinya Allah mengabulkannya melalui jalan lain. Aku pikir, mungkin aku mendapatkannya bukan dari jalan usahaku yang porsinya sebesar dulu. Justru… melalui shalat dhuha, upaya untuk menjadi anak sholehah, berusaha untuk menjadi relawan yang amanah, menjadi jalan atau sebab Allah mengabulkan apa yang dulu tertunda. Masyaa Allah.. tidak ada yang tidak mungkin kalo Allah berkehendak. Padahal saya sudah hampir kehilangan minat untuk itu. Bismillah semoga bisa amanah.

twitter.com

Namun jangan sampai niatan shalat dhuha kita semata-mata untuk mengais rezeki dunia. Alangkah baiknya jika niat senantiasa diluruskan untuk mengharapkan keridhoan atau balasan pahala dari Allah subhanahu wata’ala. Sebab dapat trancam dengan pemaparan ayat berikut.
مَنْ كَانَ يُرِيدُ حَرْثَ الآخِرَةِ نزدْ لَهُ فِي حَرْثِهِ وَمَنْ كَانَ يُرِيدُ حَرْثَ الدُّنْيَا نُؤْتِهِ مِنْهَا وَمَا لَهُ فِي الآخِرَةِ مِنْ نَصِيبٍ

“Barang siapa yang menghendaki keuntungan di akhirat akan Kami tambah keuntungan itu baginya dan barang siapa yang menghendaki keuntungan di dunia Kami berikan kepadanya sebagian dari keuntungan dunia dan tidak ada baginya suatu bahagian pun di akhirat.” (QS. Asy-Syuraa: 20)
Bagi teman-teman yang baik hatinya, dimanapun engkau berada. Jangan gusar ketika sesuatu yang kau impikan tak kunjung dikabulkan. Yuk, berusaha untuk husnusdhon kepada Allah. Mungkin Allah sedang mepersiapkan kejutan yang lain. Teruslah berbuat kebaikan kepada sesama, dengan cara yang Allah ridhoi, setulus-tulusnya dan seikhlas-ikhlasnya. Sekecil apapun itu, kita tak pernah tahu seberapa berkesan itu dihati orang yang kita bantu, dan seberapa besar nilainya dimata Allah. Bukankah Allah mencintai sesuatu yang kecil namun dilakukan terus-menerus? Betul kata orang alim, apa yang kita berikan.. nantinya akan kembali kepada diri kita. Semoga Allah senantiasa memberikan keistiqamahan bagi kita untuk menjadi manusia yang terus memberi manfaat bagi orang lain, dan semoga Allah menuntun kita mempersiapkan rencana terbaik untuk masa depan kita kelak, di dunia dan akhirat. Aamiin. La ta khaf, La tahzan, Innallaha ma a’na :)
Wallahu’alam bis shawab
Maraji’dalil

https://rumaysho.com/13291-shalat-dhuha-pembuka-pintu-rezeki.html

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar